Prilly dan Yuki pulang dengan wajah lesu, hari ini sengaja Yuki menginap di rumah Prilly. Yuki enggan untuk pulang ke rumah kontrakannya.
Sendirian hanya akan membuat Yuki setres, karena sebelum pulang tadi Ali sudah memberikan perintah supaya besok mereka-Yuki dan Prilly, datang ke ruang musik yang biasa di pakai Ali dan Al untuk membicarakan masalah kontrak perjanjian mereka.
Hufftt...
Helaan nafas yang kesekian terdengar dari mulut Prilly dan Yuki, nasib malang akan menimpa mereka dalam hitungan kurang dari 24 jam ke depan.
Tidak ada percakapan berarti keluar dari mulut mereka berdua, mereka asyik dengan pemikiran mereka sendiri.
Sementara...
"Li, soal taruhan kemarin itu bener-bener berlaku ya?" Al yang awalnya konsen dengan kemudinya berucap, saat perdebatan antara Ali dan Prilly kemarin cukup mengganggu konsentrasi Al saat menyetir
"Ya iyalah, orang mereka uda setuju kok, masa mau di batalin, ya ga bisalah" ucap Ali tanpa menoleh, karena dia asyik bermain dengan games COCnya,
"Kalau gitu, Yuki, biar jadi urusan gue" Al berucap tegas, membuat Ali seketika menoleh, membuat War nya tertunda.
"Tumben loe respect banget sama cewek! Jangan-jangan loe suka sama tu cewek? Ngaku gak loe!!" Ucap Ali menggebu sambil mengacungkan jari telunjuknya
Al yang risih, hanya bisa menepis tangan Ali, dalam hatinya ada gemuruh aneh saat Ali bilang kata suka. Entahlah, Al sendiri masih belum yakin, perasaan apa yang sedang dirasakannya, yang pasti saat Al melihat Yuki ada perasaan senang yang membuncah muncul dalam hatinya.
~~~♥♡♡♡♥~~~
Yuki dan Prilly keluar dari mobil dengan perasaan campur aduk. Wajah mereka terlipat sendu, tak ada senyum menghiasi wajah ayu mereka.
Dengan lunglai mereka berjalan menuju ke ruang latihan musik, tempat dimana mereka sudah janjian dengan Ali sebelumnya.
Gadis cantik itu saling pandang saat langkah mereka terhenti di depan pintu,
Hufftt...
Kembali helaan nafas terdengar bersamaan keluar dari mulut mereka.
Hati-hati, Prilly membuka pintu itu, dan ternyata disana sudah ada Al dan Ali yang sedang menulis sesuatu di kertas HVS ukuran F4.
"Eh, udah datang" senyum Ali membuat Prilly bergidik, senyum evil yang membuatnya berfantasi, akan jadi sesensara apa hidupnya nanti.
"Duduk" Yuki dan Prilly menjatuhkan pantat mereka di kursi plastik yang seperti sudah di tata sebelumnya.
"Ini, kontrak perjanjian kita, silahkan dibaca" Ali menyodorkan lembaran kertas HVS itu ke arah Prilly,
Prilly membaca setiap kalimat dengan kusyuk dan beberapa kali menelan ludah, melihat ekspresi Prilly, Yuki langsung menyahut kertas itu dan membacanya,
KONTRAK PERJANJIAN
Pihak pertama : Duo dirgantara
Pihak kedua. : Dua cewek kupers
1. Pihak pertama adalah Raja,
2. Tindakan apapun yang diberikan oleh pihak pertama, pihak kedua harus dengan rela mematuhi,
3. Pihak kedua dilarang protes untuk apapun yang ingin dilakukan pihak pertama kepada pihak kedua,
4. Jika perbuatan pihak pertama salah kembali ke pasal 1, karena Raja tidak pernah salah, dan semuanya perintahnya harus dikerjakan dengan baik oleh pihak kedua,
5. Jika pihak kedua melanggar, pihak pertama berhak memberikan denda sebesar 1.000.000.000 rupiah
6. Kontrak perjanjian berakhir dua bulan dari sekarang,
7. Pemutusan kontrak sepihak hanya bisa dilakukan oleh Pihak Pertama.
KAMU SEDANG MEMBACA
HARMONIZE
FanfictionSelalu ada nada dalam cinta, meskipun terkadang nada cinta tak selamanya terdengar syahdu di telinga. Casting : 1. Aliando Syarief as Aliant Dei Dirgantara 2. Al Ghazali Kohler as Alfred Juno Dirgantara 3. Prilly Latuconsina as Prilly Secioria Jilli...
