Chapter 15

56 6 7
                                        

Maaf kalo ceritanya masih ga jelas, maklum author amatir. Tapi semoga ada yang nunggu.
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Hari ini aku tak berniat untuk kemana-mana aku hanya ingin istirahat saja di kamarku, perutku sangat sakit mungkin karna sedang datang bulan tapi tak biasanya sesakit ini.

Aku terus memegang perutku dengan kedua tanganku terkadang meringis kesakitan bahkan untuk makan pun tak ada selera, aku mencoba terus untuk tidur tetapi perutku ini sangat sakit begitu sakit sampai aku tak kuasa menahan air mataku yang sudah menggunduk di pelupuk mataku.

"Sayang, kamu masih sakit?" Tanya mamahku di depan pintu kamar. "Di bawah ada dinan, mama bawa kesini aja yaa biar kamu gausah kebawah" aku hanya mengangguk pelan dan terus merasakan perutku yang sakit.

"Key" ucap dinan dan langsung menghampiriku dan duduk di sebelahku. "Kamu, kenapa? Kok pucet gini? Pantes aja aku telpon gadiangkat aku sms gadibales" lanjutnya.

"Maaf..hikss" ucapku sambil menangis.

"Kamu sakit belah mananya? Sakit banget yang?" Tanyanya dengan nada khawatir.

"Perut aku...hikss...sakit...hikss.. banget" jawabku

"Yauda kita kedokter aja ya" Dinan langsung mengendongku, aku merangkul lekuk lehernya dan menenggelamkan kepalaku di dadanya.

Saat Dinan menaikkan ku pada sepeda motornya aku langsung menggeleng dan menunjukkan mobil mamaku, agar dinan membawaku naik mobil saja biar aku bisa menyender. Dinan pun mengangguk dan mengendongku masuk kedalam mobil diikuti dengan mamaku, mama menyerahkan kunci mobil pada Dinan karna aku memberitahu mama bahwa Dinan bisa menyetir mobil.

****
Pov Dinan

Aku langsung pergi ke dokter membawa keyla dan jarak rumah keyla dan dokternya tak begitu jauh hingga tak memakan waktu banyak untuk kesana.

20 menit kemudian aku sudah berada tepat disana, aku memarkirkan mobilnya dan langsung mengendong keyla masuk dan diikuti oleh mamanya keyla yang begitu khawatir.

Aku pun langsung membawa keyla masuk keruang pemeriksaan sedangkan mamanya keyla mengurus pendaftaranya.

Aku menunggu di depan ruang pemeriksaan hatiku begitu gelisah, aku terus memijit pangkal hidungku, pintu pemeriksaan masih belum terbuka dan kulihat mamanya keyla yang begitu khawatir dan akupun sama.

"Keluarganya keyla tolong masuk" ucap dokter sembari membuka pintu. Mamanya keyla dan aku langsung masuk kedalam, kulihat keyla yang sedang terbaring lemah.

"Jadi keyla kenapa dok?" Ucap mama keyla yang khawatir.

"Dia ada gangguan di pencernaan, dan lambungnya luka parah. Mungkin anak ibu sering memakan-makanan yang pedas,asam dan sering telat makan sehingga lukanya parah jadi tolong jaga makanannya keyla dan usahakan dia jangan sampai telat makan, sebentar saya tuliskan apa saja yang tidak boleh keyla makan" dokter itu menuliskan apa saja makanan yang tidak boleh keyla makan "ini bu, dan ini obat-obat yang harus ibu tebus, minggu depan kembali kesini untuk pemeriksaan lebih lanjut"

"Terimakasih dok" ucap mamanya keyla.

Akupun langsung menggendong kembali keyla dan membawanya ke mobil sedangkan mamanya menebus obat.

***
Pov Keyla

Semenjak kemarin aku diperiksa, ternyata aku sakit perut bukan gara-gara aku lagi dateng bulan ternyata ada masalah di lambungku, pantas saja sakitnya sangat menguras tenaga, hati, jiwa, perasaan (bawa-bawa hati😂).

Dinan hari ini rencananya mau kerumah aku lagi, katanya sih mau bawa celin sekalian nengok dan sekarang aku masih belum mandi, karna badanku begitu lemas akibat kemarin sakit perutku yang begitu menguras banyak tenaga 'biarlah aku gak mandi, masih terlihat lucu ini' batinku.

"Key, Dinan udah ada" ucap mama dan langsung mempersilahkan Dinan masuk ke kamarku.

"Ka keylaa" ucap celina dan berlari, lalu naik keatas kasurku dan memelukku.

"Hati-hati celin, ka keyla perutnya masih sakit sayang" ucap Dinan sembari menyimpan parsel buah-buahan diatas nakas."udah baikan yang?" tanya Dinan.

"Lumayan, tapi kadang masih sakit tapi gakaya kemarin" jawabku lemas.

"Kaka, celin mau tidulan di sebelah kaka gapapa?" Ucap celin begitu polos. "Jangan dong...." "iya gapapa" potongku karna dinan berusaha tidak mengijinkannya.

"Tapi key" "gapapa, cuman celin kan yang tidur, asal jangan kamu aja, kalau kamu mau tiduran tuh di sofa aja. Udah ah aku pengen istirahat sebentarr aja" ucapku dan langsung membelakangi Dinan hingga berhadapan dengan celin.

Aku melihat wajahnya celina yang begitu menggemaskan dan kulihat bibirnya yang mungil, saat kulihat kearah sofa Dinan sudah tertidur Dan akupun mencoba untuk tertidur.

***
Tiba-tiba ada seseorang yang mencubit hidungku dan mengusap rambutku pelan, akupun terbangun dari tidurku saat kulihat ternyata dinan yang mengusap rambutku dan Celina yang mencubit hidungku, mereka berdua memang serasi untuk mengganggu orang tidur.

"Udah bangun sayang, makan dulu yaa. Aku gatega banguninnya, kamu tidurnya nyenyak banget" ucap Dinan

"Ka keyla idungnya sakit ga?"tanya celina akupun hanya menggeleng, belum begitu sadar sepenuhnya.

Dinan mendudukkanku dan menyenderkanku di tepi ranjang, dan menyuapi ku makan walaupun sesekali aku menolak dia terus memaksaku untuk membuka mulut 'pait' itu alasanku agar berhenti memakannya tetapi dinan terus saja menyuapiku tak menyerah, sampai akhirnya sepiring bubur itu habis walaupun lama.

"Sekarang obatnya yaa" Dinan mengambil obatku di laci nakas kamar.

"Ka key, obatnya kok banyak" tanya keyla begitu polos akupun
Tersenyum dan menyium pipinyaa yang begitu tembeb.

"Nihh cepet" ucap dinan dan memberikan obatnya lalu menyodorkan segelas air putih.

Dinan begitu sabar merawatku walaupun kemarin aku membuatnya kesal dan waktu itu aku pernah bertengkar hebat dengannya sehingga meninggalkan bekas, engsel pintu rumah Syifa copot karna dinan meninjunya dengan kepalan tangannya itu.

*****
stay and Vomment ya.

HURT Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang