"Mikha-chan, kau serius ingin mendaftar di kurabu (club) itu?" Yuri merengek saat menemani gue ke ruang klub karate.
Kenapa sih si yuri? Kayaknya takut banget deh. Gue kan emang dari kecil dah belajar karate. Jadi wajar dong gue mau ngelanjutin? Yakann?!
Lagian gue juga udah sabuk item, kan sayang klo nggak gue asah lagi kemampuan gue.
"Kenapa sih memangnya kalau aku ikut karate?'' Gue dengan sabar bertanya ke yuri.
"Kamu kan perempuan Mikha-chan! Bisa bahaya.'' Yuri cemberut.
Ih sumpah! Anehh bangettt nih anak! Gak jelas banget alasannyaaaa! Emang kenapa kalo cewe ikut karate? Gak masalah kan?
"Trus kenapa kalau aku perempuan Yuri-chaaaaan??'' Gue memutar bola mata gue sambil mencubit pipinya gemas.
"Ya tapi...''
"Gak ada tapi-tapian, bagaimanapun aku akan tetap mendaftar! Yukk!'' Gue menarik tangannya, dan Yuri hanya menghela nafas tanda ia menyerah.
***
Tok..tok..
"Sumimasen...'' Gue membuka pintu klub itu dengan perlahan.
Semua yang ada di klub itu hanya tercengang kaget melihat kedatangan gue.
"Maaf, ketua klub ini siapa?'' Gue tersenyum cengengesan.
"Ah, iya. Ada apa?'' Jawab anak laki-laki berbadan proporsional untuk ukuran anak SMA.
Mikha bahkan bisa melihat otot-otot bagian perutnya yang terlihat sedikit karena dogi (baju karate) yg ia kenakan sedikit terbuka.
Buset! Anjrittt! Sispack banget tuh body! HAHAHA, mana mukanya ganteng! Kenapa banyak banget cogan di sekolah ini? Beruntung bangettt gue, wahahaaaa.
"Maaf senpai (senior), saya ingin mendaftar di klub ini.'' Kata gue sopan.
"Kau yakin?'' Tanya cowok tadi dengan muka ngeselin.
Brengsekk nih orang! Minta di bogem benerr! Pingin gue colok tuh rasanya lobang idung dia!
Belom apa-apa udah ngeremehin gue!
Gue manggut-manggut dengan muka kecut.
"Tingkat apa? Atau kau masih pemula?'' Tanya cowok itu lagi.
"Shodan (Dan 1 - tingkatan dalam karate).'' Jawab gue cepat.
Cowok itu mengernyitkan kedua alisnya.
Nih orang nggak liat apa? Muka gue udah kayak mau makan orang!
"Takase senpai, ada apa?'' Tanya seorang anak cowok berambut pirang menghampiri ke arah kami.
Ohh jadi cowok songong ini namanya takase?
Gue melihat sabuk anak pirang itu sekilas. Dia sabuk coklat, kyu 1. Satu tingkat di bawah gue.
"Hmm, bagaimana kalau kau menunjukkan keterampilanmu sedikit ke kami?'' Tanya cowok bernama Takase tadi.
"Taka, bisakah kau menjadi lawannya?'' Tanya Takase pada cowok rambut pirang itu.
Taka melihat ke arah gue, meneliti wajah gue beberapa detik.
"Salam kenal, aku Taka Hasegawa.'' Katanya tersenyum simpul.
"Mikhana Willson. Yoroshiku.'' Gue menundukkan kepala sedikit.
"Mikha-chan.'' Yuri merengek menarik-narik tangan gue.
"Kamu duduk di bangku sana aja ya.'' Gue menunjuk sebuah bangku panjang dipinggir ruangan dalam dojo karate yg cukup luas ini.
Takase berteriak memberi arahan kepada anggota klubnya. Gue bisa dengar mereka lagi ngomongin soal pertandingan dadakan gue, setelah itu semua anggota kecuali Takase dan Taka duduk membentuk sebuah persegi dan menyisakan ruang yang lebar di tengah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Freak Sister! (END)
HumorMikhana Wilson, gadis keturunan Amerika-Jepang-Indonesia yang mencoba memulai hidup barunya bersama ayah dan Ken, kakak laki-lakinya yang sangat ia benci. Ia harus pindah ke jepang dan hidup di kota baru, sekolah baru, lingkungan baru, teman baru, d...
