Chapter 10 - Dia siapa??

3.8K 447 15
                                        

Gue terbangun dengan mata yang masih setengah terbuka. Sedangkan Yuri masih tidur pules tepat disebelah gue.

Ihh tidurnya imut banget! Iri gini gue. Mau tau gue tidur kayak apa?

Katanya sih kayak kebo. Kata siapa? Kata Novita..
Katanya novita lhooo.

Jangan percaya sama tuh anak, percaya sama dia musrik loh hihi..

Gue melihat hp, heran kenapa alarm gue belom bunyi.

Ah masih jam 5 subuh! Pantes belom bunyi, gue kan masang alaram jam stengah 6.

Gue perlahan turun dari kasur agar tak membangunkan Yuri.

Gue buru-buru mandi, lalu setelah itu pergi ke pasar ditemenin doni.

Tadinya sih bi wati yang mau belanja, tapi gue menawarkan diri, sekalian gue mau beli keperluan gue selama liburan disini.

Gue kembali ke rumah sekitar jam stengah delapan pagi, dan Yuri belom bangun coba? Cantik-cantik geh kebo juga.

Ceklek!

Gue menoleh kearah suara pintu yang ditutup.

Dari kamar ken muncul lah makhluk kunyel yang nggak asing baru bangun tidur.

"Ah, Sora-san udah bangun?'' Gue tersenyum geli melihat tampangnya.

Ia mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali.

"Eh.. ehhhhhh?!'' Ia sangat kaget melihat gue. Seketika mukanya memerah kayak kepiting rebus.

Dengan cepat ia ngabur lagi masuk kamar dan ngacangin gue.

"Dia... malu?'' Yang bener nih? Haha yang bener aja..
Gue nggak habis pikir, dasar aneh.

***

"Ohayou..'' Tetsu menyapa gue yang lagi masak sama bi wati.

"Ohayou senpai.'' Gue menoleh ke arah Tetsu yang sudah duduk didepan meja makan sambil mengutak atik hpnya.

"Dia bilang apa neng'' bi wati bisik-bisik kekuping gue.

"Artinya selamat pagi bi.''

Rambutnya masih basah, dia baru mandi ya.

"Kazu senpai wa? (Kazu senpai mana?)'' Gue bertanya lagi.

"Dia masih mandi.'' Jawab Tetsu kalem.

Tak lama kemudian Sora, Kazu, dan Yuri juga sudah ikut bergabung di meja makan. Tinggal nunggu si kunyuk itu..

Masakan gue dan bi Wati juga udah siap semua di meja makan.

"Lama amat sih tuh orang!'' Gue sewot sendiri.

"Sabar loh mbak, tuh orangnya.'' Doni menggedikkan kepalanya ke arah Ken yabg baru datang.

Gje memandangnya kesal, tapi ia nggak menyadarinya.

Setelah selesai makan, gue dan yuri mencuci piring membiarkan bi wati istirahat, kasian kan bi wati udah nggak muda lagi, alias tua.

Drrrt...

Hp di kantong celana gue bergetar-getar.

Gue lalu membuka BBM dari Novita.

Nyet! Bentar lagi gue kerunah lu ya. Siapin cemilan! Bodo! Gamau tau! *lopyuu

Freak Sister! (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang