Musim Panas sudah berakhir..
Yah berakhir manis dengan gue jadian dengan Kazu!
Gue mengahabiskan sisa liburan musim panas bersamanya. Ken,Yuri, dan Tetsu tak keberatan sama sekali dengan hubungan kami. Tapi..
Sora mulai menjauhi gue saat ia tahu gue dan Kazu jadian. Memang menyakitkan untuknya, karena gue hanya menganggap Sora sebagai teman.
Ken bilang Sora sudah menyukai gue semenjak pertama kali bertemu. Gue jadi merasa bersalah dan tak enak karena gue nggak peka dengan perasaannya.
Maaf Sora-san..
Tapi gue memang menyukai Kazu.
Seseorang sudah berdiri didepan pintu rumah gue saat gue keluar.
"Ayo berangkat.'' Kazu menggandeng tangan gue.
Kalian tau?! Tentu hal ini menjadi topik panas seantero sekolah!
Gue masih nggak abis pikir!
Ini sekolah apa lambe turah?!
Kami sudah menjadi bahan gosip dihari pertama kami masuk sekolah setelah liburan musim panas.
Gue jadi bahan tontonan dan gosip saat kekantin bersama Kazu.
Padahal sebenarnya Disitu juga ada Yuri dan Tetsu yang sama-sama baru jadian. Tapi kenapa mereka nggak heboh amat ya?
"Maaf kalian duluan aja, aku mau kekamar mandi dulu.'' Gue berpamitan.
"Mau kutemani?'' Tanya Yuri.
"Nggak perlu.'' Gue langsung berbelok kearah kamar mandi yang memang berada dilorong sebelum kantin.
Saat agak lama gue keluar dari kamar mandi hp gue berbunyi.
"Moshi moshi (halo)? Siapa ini?'' Tanya gue ramah, karena tak mengenal nomor yang menghubungi gue.
"Ini aku, Shiina. Aku ingin berbicara denganmu.'' Kata suara diseberang yang nggak lain adalah nenek lampir gebetan Ken.
Ngapain coba dia nelpon gue?! Gak penting banget!
"Bicara saja, aku tak keberatan.'' Gue memutar bola mata dengan kesal.
"Tidak bisa, aku harus berbicara langsung denganmu.''
"Ck.. kau merepotkan sekali.'' Gue kesal.
"Maaf, aku mohon. Temui aku di atap gedung olahraga sekarang.''
"Baiklah.'' Gue menutu telepon dan berjalan kearah gedung olahraga.
Gue langsung mengetik sms ke Kazu kalau ada perlu dengan nenek lampir di gedung olahraga. Gue nggak mau Kazu khawatir karena gue nggak balik-balik abis dari kamar mandi.
Gue curiga, ngapain nih nenek lampir mau ketemu diatap gedung olahraga?
Mau ngajak ribut? Apa mau mohon-mohon biar Ken mau ngomong sama dia?
Gue membuka pintu menuju atap dan melihat seseorang menunggu gue, yang nggak lain adalah Shiina.
Gue berjalan menghampirinya denan ragu.
Shiina hanya menunduk membenamkan wajahnya.
Gue mendekat kearahnya tetapi juga menjaga jarak.
Saat mendengar langkah kaki gue ia mengangkat kepalanya dan menatap gue lalu tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Freak Sister! (END)
HumorMikhana Wilson, gadis keturunan Amerika-Jepang-Indonesia yang mencoba memulai hidup barunya bersama ayah dan Ken, kakak laki-lakinya yang sangat ia benci. Ia harus pindah ke jepang dan hidup di kota baru, sekolah baru, lingkungan baru, teman baru, d...
