"Kau masih menyukainya?'' Kazu menghela napas.
"Hmmm.. kurasa sedikit. Setelah dipikir-pikir, Kazu senpai jauh lebih tampan dari Raka.'' Gue cengengesan berusaha tetap tak memikirkannya.
"Jadi namanya Raka?''
Gue mengangguk.
Dia diam sejenak, gue cuma menatapnya tak enak.
"Ayo pulang, sudah malam.'' Kazu bangkit dari kursi taman lalu berjalan tanpa menoleh ke arah gue.
Kenapa ya? Kok dada gue sakit? Sakitnya kayak waktu diputusin Raka ...
"Se-senpai.'' gue ragu mau ngomong. Seharian ini Kazu tak banyak bicara yang membuat gue bingung.
Dia emang nggak denger apa pura-pura nggak denger? -_-
"Senpai!''
Kazu berhenti berjalan dan menoleh.
"Ada apa?'' Katanya bete.
Sial, muka nya udah ditekuk delapan gitu..
"Senpai, marah padaku?''
"Menurutmu?!'' Kazu berkata ketus.
Baru kali ini gue mendengarnya berkata ketus kayak gitu.
Kenapa marah? Apa salah gue?
Gue hanya diam dan menunduk, bahkan sampai rumah pun dia nggak menoleh lagi kearah gue dan langsung masuk ke kamar tamu. Kenapa sih dia?
Gue jadi nggak enak sama Kazu. Gue nggak mau sampe dia benci sama gue.
"Mikha?'' Sora menegur gue yang melamun didepan pintu kamar.
"Ah, kenapa Sora-san?'' Gue agak kaget.
"Kau liat Ken, Kazu, Tetsu dan Yuri?''
"Aku tak tahu, aku dan Kazu senpai juga baru kembali.''
Wanjrit! Gue keceplosan bilang kalo gue pergi sama Kazu.
"Hm? Kau dan ... Kazu?'' Sora mengerutkan dahinya.
"I-itu, ehm ... kami habis mencari udara segar.'' Gue gelagapan.
Lah.. ntar dulu..
Kenapa gue malah gelagapan? Kenapa gue malah boong? Gue kan nyusul Kazu karena takut dia nyasarrr.
"Sora-san.''
"Ya?''
"Aku tidur duluan ya.''
Sora mengangguk. Dan ia pun kembali masuk kamarnya.
***
"Ohayou.. Mikha-chan.'' Yuri menyapa gue yang baru bangun.
Gue melotot nggak percaya, Yuri sedang berdandan sehabis mandi.
Demi apa nih anak bangun lebih pagi dari gue?
Gue melihat kearah jam dinding.
08.35
Hah?! Pantes aja dia udah bangun! Udah siang!
"Kenapa lo nggak bangunin gue sih?!'' Gue merengut ke arah Yuri. Yuri hanya bengong nggak mengerti apa yang gue ucapkan.
Oh iya gue ngomong make bahasa indonesia, pantes dia melongo!
Dengan heboh gue berlari ke kekamar mandi. Setelah hampir sepuluh menit, gue baru kelar mandi, dan kamar gue udah kosong, Yuri udah keluar..
Setelah berpakaian dan berdandan ngebut ala kadarnya, gue ke dapur.
"Bi, maap ya. Aku bangun kesiangan. Lohh? Kok cepet amat masaknya?!''
"Nggak papa neng. Bibi kan udah punya asisten baru. Tuh..'' Kata Bi wati menunjuk ke arah Ken yang sedang menata makanan di atas meja makan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Freak Sister! (END)
UmorismoMikhana Wilson, gadis keturunan Amerika-Jepang-Indonesia yang mencoba memulai hidup barunya bersama ayah dan Ken, kakak laki-lakinya yang sangat ia benci. Ia harus pindah ke jepang dan hidup di kota baru, sekolah baru, lingkungan baru, teman baru, d...
