Chapter 9 - Home Sweet Home

3.8K 477 12
                                        

"Nenggg! Ya allah! Bibi kangenn bangett deh!'' Bi wati meluk gue yang baruuuu aja buka pintu depan rumah.

"Wihhhh gilee lu mbak! Nambah cantik ajee.'' Doni juga ikut-ikutan meluk gue.

Gilee! Nih anak asemm banget njirr baunya!

"Donnn! Lu bau! Gak usah peluk-peluk!'' Gue tereak sambil dorong badan dia yang segede alaihim.

"Hah? Hahaha.. sorry mbak, gue belom mandi abis latihan futsal.'' Doni cengengesan.

Gue lalu menyalim tangan pak ujang yang hanya tersenyum melihat tingkah kami.

"Pakk tolongin aku dong. Berat nihh..'' Novita merengek membawa tas koper gue yg gue taruh asal-asalan di depan pintu.

"Oh iya, kasian si eneng nopi.'' Pak ujang membantunya mengangkat tas koper gue.

"Eh, Don! Bau lu dah kayak kambing! Mandi sono!'' Novita menabok punggung Doni keras.

"Ihhh! Kasar amat sih lo kak jadi cewek. Pantes aja jomblo terus!'' Doni menyahut kesel.

Novita langsung melotot dan melempar topi bisbol yang ia pakai ke arah Doni.

Doni langsung ngacir kekamar mandi setelah ia mengambil topi itu dan balik melempar ke arah Novita.

"Nih bi, oleh-oleh. Tolong dibagi-bagi ya bi sama Doni, pak ujang, dan tetangga-tetangga sebelah. Aku capek, mau istirahat dulu.'' Gue menyerahkan sekantong plastik besar berisi makanan dan barang-barang khas jepang.

Setelah itu gue langsung menyeret koper dan tas ransel gue ke kamar yang dibantu dengan Novita.

"Nop, punya lo sama Tito di ransel gue, ambil aja dewek ya. Gue mager. Capek banget njirr.'' Gue langsung melemparkan badan gue ke kasur.

"Oke..oke.'' Katanya langsung mengubek-ubek tas gue.

"Ehh? Gimana si Ken? Dah baikan lo sama dia?'' Novita langsung melompat dan duduk ke kasur dengan heboh.

"Pale lu pitak baekan! Ogah amat Nop!'' Gue melirik kesal ke arahnya.

"Lah terus gimana? Cerita dongg! Lo kan belom lengkap ceritanya sama gue kemaren di Line!''

Gue lalu bangun dan duduk dengan malas, lalu gue menceritakan semua kejadian yang gue alamin beberapa minggu yang lalu itu dengan semangatnya. Sampe-sampe Novita mengelap mukanya beberapa kali gara-gara kena aer ujan gue.

"Idihhh! Bego banget sih Ken itu.. Kalo gue jadi lo dah gue tonjok tuh orang!'' Novita jingkrak-jingkrak dikasur gue.

"Siapanya? Ken apa nenek lampir?'' Gue mengangkat sebelah alis gue.

"Ya dua-duanya lah bolot!'' Satu doang mah nggak puas!''

Anjirrr absurt banget nih anak! Gue kan gak bisa asal tonjok nop! Bisa-bisa image cewek baek-baek gue rusak di sekolah!

"Lo kira sekolah disana sama kayak disini. Lo salah gerak dikit aja jadi bahan gosip nop.'' Gue menghela napas dan kembali tiduran.

"Mik, gue bosen..'' Novita memecah keheningan.

"Tidur aja, gue juga ngantuk.'' Gue menutup wajah gue dengan guling.

"Gue nggak ngantuk..'' Novita lalu berdiri dan mengubek-ubek lemari buku gue yang isinya penuh dengan manga dan anime dvd.

"Nggak ada yang baru tah?'' Katanya lagi

"Nggak ada, yang baru di kamar gue yang dijepang. Dah ah gue ngantuk! Lo ngapin kek, terserah lo.'' Gue kembali memejamkan mata.

"Yaudah tidurlah, capek ya.. kasiann..'' Novita mengejek gue, tapi gue pura-pura nggak denger.

***

Freak Sister! (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang