Kazu dan Ken mulai panik lagi melihat Mikha kesulitan bernapas.
"Kazu, tolong ambilkan alat suntik dan sebotol kecil obat di laci meja itu.'' Ken berusaha untuk tetap tenang lalu menunjuk meja belajarnya dengan gemetaran.
Kazu dengan sigap pula mengambilnya, seakan tahu maksud Ken ia memasukkan cairan sebotol kecil itu kedalam suntikan lalu menyerahkannya pada Ken.
Ken langsung memegang lengan kiri Mikha dan langsung menyuntikannya.
Itu adalah obat penenang dari Saki Sensei. Saki sensei sudah memperkirakan hal buruk seperti ini pasti terjadi.
Beberapa menit kemudian Mikha terjatuh dipelukan Ken. Ken membawa Mikha ke kamarnya lalu menyelimutinya.
Kazu menatap Mikha dengan ekspresinya yang kacau, antara khawatir, frustasi dan sedih.
"Kau mau kemana?'' Kazu menoleh kearah Ken diseberang tempatnya duduk sambil menggenggam tangan kiri Mikha.
"Aku harus menelpon papa dan Saki sensei.'' Ken tersenyum sedih.
Kazu mengangguk kecil lalu kembali menoleh kearah Mikha yang tertidur.
Kazu terus menggenggam tangan Mikha dan berharap ia baik-baik saja.
Drrrttt..drrrt
Handphone Kazu bergetar tanda telpon masuk.
"Ya?'' Kazu menjawab dengan tenang.
"Nii-chan! Gimana Mikha?!'' Tanya Yuri diseberang telepon.
Memang tadi Kazu sempat mengirim pesan pada Yuri sesaat sesudah Mikha tertidur.
"Aku tak tahu. Sekarang ia sedang tertidur.'' Jawab Kazu ragu.
"Aku dan Tetsu akan segera kesana, tunggulah kami.''
"Ya.'' Setelah Kazu mematikan sambungan teleponnya Ken kembali.
"Bagaimana?'' Kazu bertanya cemas.
"Sensei sedang menuju kemari, ayah juga.''
Ken kembali duduk dipinggiran kasur Mikha dan kembali menjambak rambutnya frustasi.
"Ini semua salahku.'' Kata Ken pelan.
"Harusnya aku tak menaruh buku itu sembarangan.'' Lanjutnya lagi.
Kazu hanya diam membisu menatap Mikha. Kazu sudah tau semuanya, karena Ken selalu menceritakan masalahnya pada Kazu dan Tetsu. Karena itu Kazu sangat tahu tentang keadaan Mikha saat ini.
***
Brukkk! Seseorang mendorong Mikha hingga tersungkur.
Mikha merasakan perih dikedua lututnya.
Mikha menoleh kearah suara keras sebuah benda yang sepertinya menghantam sesuatu.
Saat ia menoleh ke asal suara, ia melihat tubuh mamanya terlempar hingga beberapa meter didepan Mikha.
"Mama?!'' Jerit Mikha tertahan.''
Mikha berdiri mematung lalu berjalan mendekat ketubuh mamanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Freak Sister! (END)
HumorMikhana Wilson, gadis keturunan Amerika-Jepang-Indonesia yang mencoba memulai hidup barunya bersama ayah dan Ken, kakak laki-lakinya yang sangat ia benci. Ia harus pindah ke jepang dan hidup di kota baru, sekolah baru, lingkungan baru, teman baru, d...
