"Mik, ayo buruan!'' Teriak Ken dari lantai bawah.
"Iya bentar bawel!'' Gue berteriak lalu buru-buru menata rambut gue.
Kalian tahu gue mau kemana?
Obon! Ya ini tanggal 11 Agustus, ada obon (festival musim panas) dan hanabi (kembang api).
Kami pulang dari Indonesia tanggal 9 kemarin, karena kami tak ingin melewatkan festival ini.
Aih ribet banget sih! Gue dipaksa Ken make Yukata (pakaian ala jepang). Gue kan gak suka yang ribet-ribet gini.
Udah jalan mesti pelan-pelan, rambut mesti ditata! Mana gak ada yang bantuin makeinnya.
Huh! Gue udah mencoba make yukata dari 3 jam yang lalu! Bayangin! 3 JAM YANG LALU!
Dan gue berhasil setelah 3 jam!
"Mika!'' Tok..tok..tok
"Buruannn! Mereka udah nungguin kita dari tadi.'' Ken menggedor-gedor pintu.
"Ihhh, sabar dikit kenapa sihh!'' Gue membuka pintu dengan kasar.
Ken terbelalak kaget dan mukutnya terbuka.
"Lo..cantik banget.'' Kata Ken takjub.
"Makasih, gue nggak butuh pujian dari lo.'' Gue lalu keluar kamar dan menutup pintu kamar lalu turun kebawah dengan hati-hati diikuti Ken dari belakang.
"Maaf ya menunggu lama.'' Gue tersenyum dan menghampiri Kazu, Tetsu, Sora dan Yuri.
Dan ekspresi mereka sama terkejutnya seperti Ken.
"Kenapa? Ada yang aneh?'' Gue bertanya.
Mereka serempak menggelengkan kepala.
"Kau cantik sekali.' Yuri tersenyum.
"Yang benar?'' Tanya gue gak yakin.
"Aku serius, ya kan Nii-chan?'' Yuri meminta persetujuan Kazu.
Kazu tersentak kaget, wajahnya langsung merona dan menganggukkan kepalanya. Gue menahan tawa gue melihat Kazu.
"Benar, kau sangat cantik.'' Kata Sora kalem.
"Sankyu.'' Gue tersenyum lagi.
"Tunggu apa lagi? Ayo berangkat.'' Gue lalu berjalan menggandeng tangan Yuri.
***
"Ah ramai sekali.'' Gue cemberut.
"Memang seperti itu setiap tahun.'' Yuri tersenyum menepuk pundak gue.
"Sudah lama aku tak datang di acara seperti ini. Terakhir kali saat aku di sekolah dasar.'' Gue menatap Yuri.
"Benarkah? Kalau begitu ayo kita bersenang-senang.'' Kata Kazu merangkulkan tangannya dipundak gue dan Yuri.
Degdeg..degdeg..
Kenapa? Kok gue malah degdegan gini?
Yuri langsung menarik tangan gue.
Kami mencoba berbagai permainan yang ada di festival itu. Saking terlalu asyiknya gue bahkan gak sadar kalo Yuri dan Tetsu sudah tak ada dirombongan.
"Loh? Kemana Yuri dan Tetsu senpai?'' Gue celingak-celinguk.
"Kamu nggak sadar? Mereka tadi sudah pamit padamu.'' Sora menjawab.
"Memangnya mereka mau kemana?'' Gue tambah bingung.
Ken lalu membisikkan sesuatu dikuping gue.
"Mereka kan sudah pacaran.''
Gue mematung ditempat karena kaget.
"Ehhh? Sejak kapan?!'' Gue berteriak hingga orang-orang melihat ke arah kami.
"Kamu nggak tau?'' Kazu bertanya balik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Freak Sister! (END)
HumorMikhana Wilson, gadis keturunan Amerika-Jepang-Indonesia yang mencoba memulai hidup barunya bersama ayah dan Ken, kakak laki-lakinya yang sangat ia benci. Ia harus pindah ke jepang dan hidup di kota baru, sekolah baru, lingkungan baru, teman baru, d...
