Chapter 8 - Summer!

3.9K 486 8
                                        

Satu kata yang gue rasain saat ini.

PANAS!

Iyalah.. ini kan bulan juli, udah masuk ke pertengahan musim panas.

Gila!

Puanasnya ngelebihin panas jakartanya Indonesia! Disini berkali-kali lipet lebih panas..

Sekarang tanggal 15 juli, yang artinya bentar lagi liburan musim panas!

Yesss! Gue bisa balik ke Indonesia!
Liburan musim panas kan lamaa hahaa. Kalian bayangin aja! Libur dari tanggal 20 juli sampe 31 Agustus!

Lama kann? Di indonesia mana ada liburan yang selama ini.

Gue udah ijin ke papa kemarin kalo gue mau pulang ke indonesia selama musim panas.

Gue nggak mau ngasih tau Ken kalo gue mau ke Indonesia.

Gue masih sakit ati sama dia, tegoran aja nggak pernah semenjak kejadian nenek lampir itu!

Gue udah nyiapin tiket buat tanggal 21 dan gue tinggal packing doang deh..

Mungkin gue cuma sekitar 2-3 minggu di Indonesia. Gue juga kangen pingin ketemu temen-temen gueee.

Terutama Tino sama Novita! Mereka bedua sahabat gue dari sd.

"Yuri, kamu akan liburan kemana?'' Gue bertanya sambil memandang keluar jendela kelas.

"Hmmm. Aku belum tahu.'' Jawabnya sekenanya sambil menulis sesuatu.

"Kamu ngapain sih?'' Gue sewot gak diladenin.

"Kamu nggak liat? Aku sedang menulis.'' Yuri melirik gue sebal.

Ya gue tauuu keles lo lagi nulis! Emangnya gue buta apa? Maksud gue itu kan bedaaaa.

"Hahhh..'' gue menghela napas panjang lalu menelungkupkan wajah di atas meja.

Walaupun bel pulang sudah berbunyi dari sejam yang lalu, kami berdua tak langsung pulang.

Gue dan Yuri berdiam dikelas, gue juga nggak tau mau ngapain dirumah, makanya gue belom mau pulang.

Dan Yuri? Ahhhh gue nggak tahu dia lagi ngapain. Ntah nulis apa tuh anak. Gue nggak minat sama sekali ngintipnya.

"Selesai!'' Teriak Yuri senang.

Gue mendongakkan kepala dan melihat sekilas ke arahnya.

"Puisi?'' Tanya gue nggak ngerti.

"Hm! Buat ditempel di mading.'' Katanya membereskan peralatan menulisnya.

Gue hanya diam tak menanggapi.

"Ah!'' Teriaknya terkejut saat melihat hpnya.

Sekarang apa lagi? Gue menenggelamkan kepala gue diatas kedua lengan gue yang dilipat dimeja sambil menguap malas.

"Mikha, maaf aku harus pergi. Tetsu senpai ingin bertemu denganku.''

"Hah? Ngapain dia mau nemuin kamu?'' Gue mengerutkan dahi heran.

"Nggak tau.'' Yuri menggeleng. "Aku duluan ya. Dahh..''

Gue kembali menelungkupkan wajah gue sambil memejamkan mata. Lambat laun mata gue terasa berat dan akhirnya tertidur.

Hmm.. gue membuka mata gue perlahan. Dan melihat seseorang memandangi gue dengan tersenyum.

Eh? Kazu? Gue mimpi ya?

Gue kembali mengerjapkan mata gue.
Wajahnya hanya berjarak 30 centi dari muka gue.

Gue bener-bener nggak mimpi kan?!

Freak Sister! (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang