Jpdha termenung bersandar di bednya. Teringat peristiwa terakhir...
Flashback....
"Benarkah jodha...kalian jadi menikah ? ",tanya ibunya Meinawati seakan tak percaya.
"Iya ma...",ucap jodha lemah.
"O..syukurlah...mama kira kau akan menolak jodha..."
Jodha menghela nafas...
Ibunya selalu seperti itu, suka mendramatisir masalah.
Meinawati berteriak pada suaminya.
"Bharmal..akhirnya anakku mau menikah.."
"Kau tahu jodha...kita akan mengadakan pesta paling meriah dua minggu lagi..oww..aku harus bersiap-siap mulai sekarang...",ucap Meinawati , ia mulai repot membuat catatan-catatan di dalam notenya.
Sekali lagi jodha menghela nafas...memutar bola matanya
Jalal dan Bharmal yang juga berada di ruangan itu terkekeh geli melihat kedua wanita itu.
Flasback end.....
Jodha masih termenung, bagaimana tidak, belum selesai masa trainingnya di perusahan jalal di Jepang. Ia malah terjatuh dalam pesona sang player yang sedari awal di bencinya bahkan di hindarinya.
Tapi apa daya, pesona jalal begitu kuat, bahkan tubuhnya tak mengingkarinya. Mereka bahkan sudah berhubungan terlalu jauh.
Jodha tak bisa memungkiri bahwa sentuhan jalal begitu memabukkan, membuatnya lupa berpijak, jatuh dalam lubang gairah tak berujung.
God !! Jalal benar-benar membuat keputusannya berubah 180 derajat. Walau sebenarnya ia sedikit ragu, takut jalal akan kembali seperti dulu lagi.
Di tengah jodha melamun, sebuah lengan kekar meraih pinggang rampingnya. Jodha tak terkejut, hanya satu orang yg berani melakukannya. Ia menoleh, tampak jalal juga sedang ikut duduk bersandar di sebelahnya.
Wajahnya yg kusut masai, rambut yg berantakan, mata yg masih setengah tertutup malah membuat lelaki itu terlihat HOT. God ! Bagaimana wanita-wanita itu tidak tergila-gila pada lelaki ini. Jodha memandangi wajah tampan itu dgn intens. Sekarang mata tajam itu mulai membuka lebih lebar, bibirnya tersenyum.
"Aku memang tampan bukan ?!", ucap jalal menyeringai
Jodha terkesiap, ketahuan tertangkap mengagumi wajah pria itu. Wajahnya merona...
Jodha mengarahkan pandangannya ke arah lain.
Jalal terkekeh, ia menarik pinggang jodha mendekat.
Wajah mereka berdekatan, saling menatap..
Jalal menyibak rambut jodha ke sisi telinganya.
"Apa yang kau pikirkan jodha ? "
"Aku takut "
"Apa yg kau takutkan ? "
"Aku takut kau akan kembali seperti dulu jalal.."
"Tidak akan jodha...sejak aku bertemu denganmu..aku tidak berhasrat lagi pada wanita manapun..."
"Janji ? "
"Janji..demi ayah ibuku.."
Jodha tersenyum tipis, perlahan ia merebahkan kepalanya di dada jalal.
"Tapi aku masih belum yakin jalal...aku sudah mendengar berita tentangmu sejak aku masih di high school...."
Jalal menghela nafas berat, di belainya rambut jodha.
"Aku sudah berubah jodha, sejak pertama melihat foto mu di mansion ayahmu...tatapanmu membiusku...kau menjungkir balikkan duniaku...."
Jodha menengadah, mensejajarkan dengan wajah jalal.
Matanya menatap ke manik2 lelaki itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
BENCI JADI CINTA (HATE TO LOVE)
FanfictionProlog Jalaludin Mohammad Khan Dia mulai kehilangan kesabarannya, tersiksa. Dia terus memandang keatas anak tangga di Mansion Singh, kemudian melihat ke arlojinya. "Sialan, kemana dia ? " Sudah lebih dari 10 menit berlalu sejak kedatangan mereka...
