Pernikahan Jalal dan Jodha di gelar di ballroom hotel termewah milik keluarga Humayun di Jepang.
Tampak mempelai wanita mengenakan gaun yang sangat indah. Rambut di set naik dan sebuah tiara indah bertengger di atas rambut indahnya.
Jalal tak pernah putus memandangi sang mempelai.
Jodha yg cantik berubah menjadi seorang bidadari malam ini. Kalung berlian design terbaru melingkar indah di leher jenjangnya.
Tak pernah jalal sebahagia sekarang, memiliki jodha, wanita satu-satunya dalam hidupnya selamanya.
Ah, kenapa tidak dari dulu aku bertemu dengannya...pikir jalal.
Jodha melirik ke arah jalal, dia sudah bisa merasakan tatapan jalal yg tak putus memandanginya.
Jodha berbisik...
"Kenapa terus memandangiku jalal ? "
Jalal tersenyum, ia mendekatkan diri dan berbisik..
"You know jodha...seperti mimpi bisa menikah denganmu...it's too good to be true..."
Jodha tertawa merdu..
"I don't know mr.Mohammad...itu karena kau seorang pemaksa..."
Jalal terkekeh...
"Like i said sweetheart...tak ada satu wanitapun yg bisa menolak pesonaku..."
"Kau terlalu percaya diri tuan...butuh waktu lama bagiku untuk menerimamu..."
"Yeah..i know my dear...thats why i fall for you...kau sungguh berbeda..."
Jalal meremas jemari tangan jodha lembut.
Mereka saling berpandangan mesra.
Para undangan sudah banyak berdatangan. Demikian juga staf-staf dari kantor jalal. Shreya, manish, rukaya bahkan si tampan Charlie. Jalal menatap kurang senang saat pria bule itu datang ke panggung dan memberi selamat padanya dan jodha dengan memeluknya.
"Congrat Mr. Mohammad...you got this beautifull lady..", ucap Charle sopan
"Thanks Charlie..sure she is..", jawab Jalal sambil memandang Jodha yg merona karena pujian para lelaki.
"Congrat jodha...you completelly broke my heart ! ",kata charlie pura-pura kesal.
Jodha tertawa merdu..
"Because you're late charlie....keduluan Mr.mohammad.."
"Did i...oh no...",tampang charlie kecewa di buat-buat.
Lalu mereka tertawa bersama.
Demikian juga saat manish, shreya dan rukaya memberi selamat pada kedua pengantin.
"Selamat Mr. Mohammad..selamat Jodha..."
"Thanks guys..."
Rukaya maju dan berbisik di telinga jodha.
"Tak kusangka kau bisa menyeret playboy seperti jalal ke pelaminan...kau hebat jodha..",ruks mengedipkan matanya.
Jodha tertawa lirih.
Mereka bergantian memberi selamat pada kedua pengantin.
Di belakang mereka ternyata ada dua orang yg mengikuti.
Jalal sempat terkejut melihat siapa orang tersebut, ia melirik pada jodha yg hanya tersenyum-senyum menyambut ucapan selamat dari mereka.
"Hai cousin..! "
"Surya ! "
"Ya..ini aku...tak kusangka kau bisa menikah...",ucap Surya sinis.
"Damn you.!..kau tahu bukan..kami sebelumnya sudah di tunangkan..."
"I know jalal...tapi kau seorang playboy...tak mengenal arti menikah.."
"Itu dulu...sebelum aku bertemu dengannya..dia berbeda.."
"Tentu saja jalal...dan kau hebat bisa menaklukan gadis seperti jodha.."
Jalal tersenyum...
"Selamat jodha, akhirnya kau jatuh juga ke pelukan playboy seperti jalal..", ucap Surya bercanda.
Jodha tertawa lirih..
"Dan kau..kembali ke pelukan Neeta..", sergah jodha.
Surya dan Neeta tertawa..
Mereka tertawa bersama...
*****
Setelah pesta berakhir, jodha dan jalal kembali ke kamar.
Jalal mengubah kamar di penthousenya menjadi sebuah kamar pengantin. Bunga-bunga segar di seluruh ruangan. Kelopak bunga mawar menyebar di bed super kingnya. Serta lilin-lilin romantis.
Jodha terkejut, bola matanya membulat indah. Ia tak menyangka jalal mau mendekorasi ruangannya menjadi begitu indah dan romantis.
Rasa terkejutnya hilang saat sebuah lengan kekar melingkari pinggang rampingnya dan mulai menciumi leher dan bahunya yang ter ekspose bebas.
"Jalal..", bisiknya.
"Hmm.."
"Please..."
"Why say please...kau istriku sekarang.."
"Setidaknya biarkan aku mandi dulu jalal..."
"Tak perlu..sudah lama aku memimpikan malam pertamaku jodha..."
"Really ? Kita bahkan sudah melakukannya beberapa kali sebelumnya Jalal..."
"I don't care...aku hanya ingin menikmati malam pertamaku sekarang jodha.."
Jodha menghela nafas..sebenarnya ia sudah sangat lelah.
Prosesi pernikahan sedari kemarin hingga malam ini membuatnya ingin beristirahat. Tidur lelap. Tapi rupanya Jalal tak mengijinkannya. Pria tampan yg sudah menjadi suaminya itu bahkan terus menggodanya.
Membuka satu persatu hiasan di kepala dan di tubuhnya.
Hingga gaun pengantin itu jatuh teronggok di bawah bed dan menyisakan bra dan g string nya.
Jalal seperti kesetanan, melihat tubuh indah di depannya.
Ia segera melepas semua bajunya dan melemparnya sembarangan. Lalu seperti singa lapar ia menubruk jodha dan menciuminya dengan ganas di tempat tidur.
Jodha pasrah, ia hanya mendesah dan mendesah.
Jalal membuka bra dan g string nya dan melemparnya ke udara. Ia menciumi setiap inchi tubuh indah itu. Menghirup arona yg menjadi candu baginya. Jodha mengelinjang, melenguh dan menggelepar saat ciumannya menuju ke daerah intimnya.
Jalal tak tahan lagi, miliknya sudah mengeras. Dan dengan satu hentakan ia menyatukan diri.
Terdengar desahan, lenguhan, jeritan keras keduanya.
Hening...mereka ambruk dalam kenikmatan.
Tak berapa lama desahan dan lenguhan kembali terdengar. Mereka melakukannya berkali - kali sepanjang malam hingga benar-benar ambruk lemas.
Jalal dan jodha tertidur saat pagi menjelang dengan tubuh polos berpelukan.
___________END______________
KAMU SEDANG MEMBACA
BENCI JADI CINTA (HATE TO LOVE)
FanfictionProlog Jalaludin Mohammad Khan Dia mulai kehilangan kesabarannya, tersiksa. Dia terus memandang keatas anak tangga di Mansion Singh, kemudian melihat ke arlojinya. "Sialan, kemana dia ? " Sudah lebih dari 10 menit berlalu sejak kedatangan mereka...
