8

105 16 3
                                    

"Loh kok lo sama adek gue?" tanya siempunya kaki jenjang sambil menatap penuh curiga kearah Nessa

"Ini adek lo?" tanya Nessa sambil menampakkan muka bingungnya. Berusaha mencari kesamaan Gen dari kakak beradik didepannya, dan memang, manik mata bulat sempurna keduanya sama persis, bahkan tak ada perbedaan didalamnya, macam hasil fotocopy 3 dimensi.

"Lo mau nyulik adek gue yah?!Jahat lo!Nyulik gue aja kali...,gue ikhlas banget kok" ucap Graha sambil memainkan kedua alisnya. Menatap wajah Nessa lalu mengedipkan beberapa kali kedua matanya

Nessa menatap Graha dengan jijik, tetapi sebenarnya Nessa sedang menahan tawanya. Ingin rasanya ia melempar sepatu kewajah Graha yang sudah persis kaya abang-abang tanah Abang.

Ada ya, cowok seaneh dia?PD gila lagi?!

"Setan lo!" ucap Nessa sambil memukul bahu kanan Graha, Graha hanya terkekeh

"Kalo gue setan...,lo mau gue rasukin?Biar kita bisa berduaan terus,...." ucap Graha sambil berjongkok, merapikan buku buku adiknya

Nessa menatap punggung Graha yang sedang berjongkok dengan gemas. Ingin sekali ia menendang Graha sekuat tenaga lalu membawa pulang adik menggemaskan ini. Sayangnya Nessa tidak punya adik, dan tentunya tak punya kakak, karena dirinya adalah anak semata wayang.

"Kak Laha, kakak ini cantik ya?..." kata bocah manis ini sambil merapihkan rok seragam Tk nya. Sementara itu, mendengar adik manis ini memuji dirinya, Nessa sibuk mengibaskan rambutnya kewajah Graha, sambil memainkan kedua alisnya naik berualang kali

"Ih,...cantik apanya dek?Kamu tau ngga, dia itu penyihir dari negri dongeng...Kamu ngga takut diculik trus diajak naik sapu ajaib?..kalo abang sih serem..hiii.." ucap Graha sambil tersenyum meledek ke arah Nessa lalu pura-pura begidig seolah-olah Nessa adalah penyihir sungguhan yang berwajah keriput dan amat jahat di dongeng Snow White

Nessa meniup poninya yang jatuh di dahi dengan malas. Nessa balas menatap Graha dengan tatapan garang. Saat melihat reaksi adik Graha nampak ketakutan dan bersembunyi di balik kaki jenjang Graha. Mengintip malu-malu sambil menarik celana Osis Graha dengan tangan mungilnya.

"Jangan percaya sama kak Raha ya..." ucap Nessa sambil menarik lembut tangan adik Graha keluar dari persembunyiannya

"Kakak cantik.." ucapnya sambil memeluk Nessa, melingkarkan kedua tangannya di leher Nessa yang telah berjongkok "kak Laha kita makan ya.."ajak adik Graha dengan puppy eyesnnya, ya ampun jika tidak ada kakaknya disini, mungkin sudah dari tadi Nessa bakal culik bocah menggemaskan ini

"Okeh...lo ikut!" ucap Graha sambil menatap Nessa penuh pemaksaan plus mengambil kesempatan didalam kesempitan

"Nggak ah...Gue mau pulang aja"

"Lintang yang minta Ness.." ucap Graha sambil meraih tangan Nessa, seolah-olah mengikuti trik adiknya dengan puppy eyes yang menurut Nessa bikin mau muntah saat Graha melakukan hal itu. Gengster feminism!

Lintang memandang keduanya penuh tanya, menarik tangan Nessa dengan tangan mungilnya, seolah berharap Nessa mau memenuhi keinginannya. Mendongak sejenak lalu kembali merangkul tangan Nessa kedalam dekapannya, seolah-olah ia takut tangan Nessa dimakan hiu.

"Gue bawa mobil...mau ya?Sekali aja..." bujuk Graha seraya menampilkan muka memelasnya agar Nessa mau ikut untuk makan dengan adiknya ini dan juga dirinya

"Mau ya kakak cantik...,Lintang pengin makan bareng kakak cantik...Sekali iniiiiiiiii aja.." ucap Lintang, adik Graha ini sambil menarik narik halus tangan Nessa

"Ya deh, demi kamu ya adek cantik...Bukan karena kak Raha!.." ucap Nessa yang memperhalus ucapannya saat menatap Lintang, dan berubah 180° saat pandangannya tertuju pada Graha

Graha tersenyum sumringah,ia menggandeng tangan adik kecilnya, lalu merogoh saku celana Osisnya, mengeluarkan dompet berwarna hitam dari kulit kesayangannya. Mengambil paksa tumpukan buku yang menggunung ditangan Nessa, lalu tersenyum menggoda sambil berlalu menuju kasir dengan menenteng beberapa buku Nessa dan Lintang, serta tiga lembar uang seratus ribu ia jepit dengan mulutnya.

"Thanks" ucap Nessa sambil menggenggam tangan Lintang dengan erat, pasalnya Lintang sedari tadi bergelantungan dikedua tangan Graha dan Nessa saat keduanya baru keluar dari toko buku. Kalau orang lihat mungkin mereka fikir keduanya adalah keluarga bahagia yang nikah muda.

"Kakak cantik..kakak cantik udah punya pacal belum..?" tanya Lintang sambil memainkan rambut Nessa saat ia duduk dipangkuan Nessa, mobil melaju dengan kecepatan sedang. Graha sibuk nyetir tanpa membuka suara saat Lintang dengan cerewetnya mengintograsi Nessa. Dan Nessa menunjukan wajah 'Graha tolongin gue buat jawab pertanyaan adek lo yang udah kaya cerdas cermat'

"Ih dek Lintang udah tau pacaran aja..pacaran itu apa coba?" tanya Nessa sambil memeluk erat tubuh Lintang dengan gemas

"Lo jangan racunin otak adek gue ya!" tegur Graha dengan ketus melirik kearah Nessa, mengetuk tempurung kepala Nessa dengan bolpoint yang tadi nongkrong dengan indah di dashbor mobil

"Apa sih!" ujar Nessa sambil meninju lengan Graha dan hanya disambut tawa kecil dari Graha

"Ih Lintang pengen deh kak Laha sama kakak cantik pacalan..."

Mata Nessa seketika membulat, melotot kecil melihat kepala Lintang yang masih saja asyik bergoyang goyang sepeti boneka snoppy di dasbor mobil,ada cekikikan kecil dari mulut Graha.

Apa yang lucu coba?!

"Eh kak Raha beneran pacaran loh sama kak Nessa.." ujar Graha sambil berkedip genit menatap Nessa yang masih saja melotot kesal, bikin Graha gemas ingin mencubit pipinya yang putih bersih dan kadang ada semburat merah saat Nessa kepanasan atau baru saja dirinya goda.

Salam dari duo author yang sekarang lagi nunggu novel Dear Nathan punya kak Erisca ^.^.

Hai Hai pembaca, jangan lupa kasih vote and comment yah. Oh iya kalau masih ada sisa kuota bisa dong mampir ke blog salah satu authornya = apriyanidiharjo.blogspot.com ^.^

Killer of LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang