"Hai Sin...masuk aja" ajak gue kegirangan sendiri
"Gila gue kangen banget sama lo. Lama ngga ketemu, setelah kelas di acak lagi" ujarnya sambil memeluk tubuh gue erat-erat.
"Aaaa..Sin, gue ngga napas nih. Thanks ya udah mau dateng"
Sindy itu temen gue sejak gue SMP. Temen satu kelas dari kelas 1 sampe gue kelas 3. Dia juga masuk di SMA yang sama, sama gue. Pas kelas 10, kita masih satu kelas. Jadi kalo kemana-mana kita sering bareng. Dan sayangnya, semenjak adanya program penjurusan, gue jadi nggak sekelas lagi sama Sindy. Sindy milih masuk IPA, dan gue masuk IPS. Karena gue tahu kapasitas otak gue untuk ngitung rumus sin, cos, tan, dan kawan-kawannya. Sindy juga anak OSIS dan lo taulah sesibuk apa anak OSIS ?
"Eh, ini Nino?" tanya gue ke Graha. Graha hanya mengangguk dan tatapan konyolnya ke arah Nino.
"Gue kayaknya pernah ketemu sama lo deh. Tapi.....dimana ya?" Tanya Nino yang ternyata dia punya lesung pipit di pipi kirinya. Jadi kebanyang Afgan gue.
"Mungkin cuma papasan."
"Mungkin" jawabnya sambil manggut-manggut.
Gue menatap wajah Sindy yang tersenyum. Rasanya udah lama banget gue ngga liat senyumnya.
"Main TODan yok" ajak Sindy ke kami bertiga
Gue cuma menatap sekilas mata Graha yang sepertinya mengiyakan ajakan Sindy "ok, siapa takut?"
Akhirnya kami bertiga duduk beralaskan karpet bergambar bunga ungu di kamar gue.
"Oke, gue nyari botolnya dulu ya" ucap gue sambil berlari ke dapur, sekilas gue melihat anggukan dari ketiganya
Di dapur, sama sekali nggak ada botol bekas. Yang ada hanya botol sisa kecap yang sudah bersarang ditempat sampah. Gue segera berlari ketas.
"Yukkk" ujar gue sambil mengacungkan botol kecap yang gue pegang
Permainan dimulai, putaran pertama botol kecap berhenti tepat menunjuk kearah Sindy. Gue tersenyum penuh kemenangan.
"Oke..Truth or Dare?" tanya gue penuh senyum, Nino juga ikutan ketawa, cuma Graha yang masih anteng kaya biasanya
"Kesel!!Kenapa gue sihhh..." ujarnya sambil menepuk pipinya sendiri "Truth!!" jawabnya lagi penuh percaya diri
"Pernah nonton bokep?" tanya gue yang disambut tawa pecah Nino
"Ihhh...kok nanya ituuu" jawab Sindy yang udah merah karena malu "mmm..pernah.." jawab Sindy pelaan sekali
Gue cuma ngakak dengernya, juga Nino dan Graha, gue belum pernah denger Graha ketawa lepas kaya hari ini. Sindy cemberut, menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ya ampuun, gue kangen banget masa-masa kaya gini, bareng Sindy.
"Ngapain lo nonton?Mau uji coba yah sama Nino?" tanya Graha yang malah dapat timpuk botol kecap dari Nino
"Eh..tunggu..lo...lo pacaran ma Nino?" tanya gue yang emang udah curiga dari awal kedatangan Sindy sama Nino yang bareng-bareng
Dan reaksinya Sindy hanya mengangguk malu-malu "shit!Gue baru tauuu.." teriak gue sambil memeluk Sindy
"Next!" ujar Graha yang udah muterin botol kecap gitu aja, gue masih senyum-senyum najong liat Sindy
Mulut botol berhenti tepat di gue. Gue sedikit mengeluh kenapa tuh botol berhenti di gue. Kesel!
"Wkwkwk...Truth or Dare?" tanya Nino
"Dare..!" jawab gue
"Ah eek lo Ness..malah milih Dare!" ucap Sindy kesal, mungkin dia bakal ngintogerasi gue dengan pertanyaannya yang bikin otak gue bernanah "okeh deh..lo milih Dare!cium pipinya Graha" ujarnya penuh kemenangan
Gue melongo, melihat sekilas wajah Graha yang masih aja santai, seolah-olah nggak terjadi apa-apa. Padahal hati gue udah loncat-loncat mau keluar dari sarangnya. Duh, Graha..pengen banget gue bacok lo. Kesel.
"Ih..kok gitu sih..nggak ah!Gue nggak mau!" ucap gue menutupi muka gue yang udah merah
"Curang lo!" ucap Sindy
"Nggak gitu ju___"
"Berani berbuat berani bertanggung jawab" itu yang gue denger dari mulut seorang Graha, dengan entengnya dia ngomong kaya gitu. Seolah-olah dia udah siap buat gue cium. Tapikan...guenya yang nggak siap GRAHA!Gue mau...tapi nggak disini juga, malu..
Eh?
"Gue tetep nggak mau!!" tolak gue
"Ah,. nggak asik lo Ness, mainan doang juga, nggak usah pake perasaan, kecuali lo__" ucap Nino yang bikin gue pengen jewer tuh kupingnya Nino
"Gue ng____"
Cup, bibir Graha mendarat tepat dipipi kanan gue. Dan bisikan lembutnya bikin gue merinding
'Gue sayang sama lo'
Ya Tuhan..barusan Graha nyium gue?Shit!Pengen lagi....
"Cieeeee..." teriak Sindy sama Nino kompakan, gue?Gue udah jadi tomat seketika. Pipi gue pastinya udah merah banget. Graha..ngomong dong kalo mau nyium, biar gue persiapan.
"Ah...bete gue!" dusta gue sambil menoyor kepala Graha, dia cuma senyum-senyum ala om-om, sumpah Graha!Prank banget lo!
"Eh Ness, gue nggak bisa lama-lama nih, ada les. Gue balik nggak papakan ya?" ucap Sindy sambil melihat jam tangannya, gue mengangguk walau aslinya gue kangen banget sama Sindy.
Sindy sama Nino udah balik beberapa menit lalu. Dan tinggal Graha disini, duduk diruang tengah dengan pintu rumah yang sengaja gue buka lebar.
"Gue nggak tau harus gimana ngomongnya, gue bukan orang yang pinter berpuisi. Gue Cuma mau bilang, gue cinta sama lo"
Itu ucapan Graha, pukul satu siang di rumah gue. Dan nggak ada orang saat itu, hanya ada bibi. Itupun didapur yang pastinya nggak bakal denger. Biar angin yang mendengarkan Graha, pengakuan lo, biar alam yang menjelaskan dan alam yang akan mempersatukan.
'Gue juga..iya?juga sayang' ucap gue dalam hati, dan gue yakin Graha nggak denger
***
Author POV
30 Desember 2026. 15.43
Jika aku selalu memikirkan kamu. Itu bukan karena apa-apa, tapi karena rindu. Seperti payung yang selalu menginginkan hujan.
"Graha mau nyerang Arsya!" ucap Nino saat Nessa sedang menikmati siomaynya dikantin sekolah yang mulai sepi
"Serius lo?"
"Sumpah!Arsya yang nantang Graha!!Lo harus hentikan ini Ness!"
Nessa terdiam. Otaknya mendadak lambat untuk bekerja. Apa yang harus ia lakukan?Apa harus diam saja? "gue. gue nggak bisa No"
"Ness!Plis!!" ucap Nino sambil menarik tangan Nessa
"Gue nggak bisa No"
"Lo jangan egois Ness!" ujar Nino yang sudah menatap Nessa "gue tau lo sayang sama Graha. Lo nggak bisa bohong soal itu"
Nessa menutup kedua kelopak matanya, mengatupkan bibirnya. Mengambil nafas berat. Berfikir, berfikir dan terus berfikir. Dan rasanya tubuhnya sudah melayang "...bawa gue kesana"
***
Okey, jangan lupa buat votemment yah :)

KAMU SEDANG MEMBACA
Killer of Love
Teen FictionCOMPLETED [✔] "Hidup itu kaya permen,ada manis,asam,pedas bahkan pahit. Dan lo nggak bisa hanya punya satu rasa permen dihidup lo,lo butuh semua rasa Ness,semuanya secara bersamaan. Hari ini asem,besok manis,besoknya pedes,gitu.." Ardani Nessa Sapu...