Chapter 19

2.7K 281 37
                                        

Hai!

Okay! Kita langsung aja ke ceritanya.

CAMERA......

*Tiba-tiba Cameron dateng sambil dorong author*

"Pergi sono lu thor, biar gue aja yang jadi sutradaranya."

"Tapi kan ini cerita gue."

"Bodo! Readersnya juga pada kagak demen ama lo tapi demennya ama gue."

*Well, gue diusir ama Cameron. Liat aja, gue pecat juga dah dia*

Dan dibelakang gue pun ada readers yang siap bunuh gue.

"KABORRR....."

"Well, author gilanya udah pergi. Mari kita lanjutkan syutingnya dengan gue yang sebagai sutradaranya."Ucap Cameron sambil tersenyum tebar pesona.

"CAMERON DALLAS HOT!!!"

* * *

"Bagus. Jadi, begini permainannya yaitu 1. Bertarung. Kau kan anggota inti, berarti bertarung sangat handal, right?"Ucap Connor.

Barbara mengangguk mengerti.

"Dan ke 2. Memanah."Ucap Connor singkat dan sukses membuat mata Barbara terbelalak.

"Apa?! Memanah? Kenapa tidak menembak saja?"Protes Barbara keberatan.

"Yang menentukan permainan itu aku, bukan kau."Balas Connor datar.

"Sial!"Rutuk Barbara dalam pikirannya.

"Tenanglah. Kau pasti bisa."Ucap Harry yang tiba-tiba masuk ke dalam pikirannya.

"Memanah sama saja dengan menembak Barbara!"Ucap Louis tegas yang juga tiba-tiba masuk ke dalam pikiran Barbara.

"Itu beda!"Protes Barbara.

"Sama! Sama-sama harus fokus ke satu titik."Ucap Louis keras.

"Tapi aku belum lancar memanah."Ringis Barbara ingin menangis.

(Cameron dateng memeluk Barbara "Tenanglah. Ada aku disini, gak usah nangis."
"Hey, itu tidak ada di Naskah."Protes Niall dan Justin.
"Yang jadi sutradara siapa? Gue kan? Yaa suka2 gue lah."Ucap Cameron santai.
Cara berjalan lalu menarik rambut Cameron keluar dari tempat syuting.
"Biang rusuh.")

*Well, abaikan yang diatas sana*

"Tenanglah. Aku yakin kau bisa Barbara."Ucap Louis.

Mendengar itu didalam pikirannya, Barbara melihat Louis yang ternyata sedang menatapnya juga sambil tersenyum meyakinkan.

"Baiklah. Apa yang ketiga?"Tanya Barbara pasrah.

"Merakit ulang pistol dan siapa yang paling cepat, dia yang menang."Ucap Connor sambil menyeringai yang lagi-lagi membuat Barbara melototkan matanya.

"Kenapa harus merakit ulang pistol?!"Bentak Barbara geram dan kesal.

"Aku yang menentukan permainan. Ingat?"Ejek Connor.

"Fuck you!"Umpat Barbara.

Barbara menundukkan kepalanya. Sial! Dia ingin menangis karna merakit ulang pistol adalah kelemahan dia.

Kalian ingat Barbara lemotkan? Well, karna otak kelemotannya itu yang membuat dia sangat lambat untuk merakit ulang pistolnya.

"Connor, tak bisa kah kau ganti permainan yang terakhir?"Tanya Louis tiba-tiba.

Adopted Chloe (COMPLETE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang