Chapter 34

2.8K 289 125
                                        

"HALLO

SAYA KEMBALI."Sambil nyengir depan kamera.

"Maafkan saya karna tidak menempati janji tidak melanjutkan ceritanya hari senin, tapi beneran deh otak saya benar-benar buntu untuk melanjutkan cerita."

"TAU! Lo tuh bikin penggemar gue nunggu lama!"Sentak Cameron.

"Kan gue udah minta maaf."Ucap Author sambil melotot.

"Maaf lo gak cukup buat dimaafin."Ucap Aaron.

"Iya. Lo harus traktir kita bukber bersama!"Ucap Michael.

"Setuju tuh gue."Celutuk Niall bersemangat.

Author cemberut mendengar itu.

"Tapi gue gak punya uang."Ucap Author lirih.

"Kan tubuh lo bisa dijual."Ucap Luke kejam.

"Apa sih lo?!"Bentak Louis yang gak suka dengan ucapa Luke.

"Santai Lou. Bulan puasa nih. Kan jual tubuh maksudnya bukan jadi bitch dong, maksudnya bisa jadi pembantu rumah tangga atau waiters."Jelas Calum.

"Kalian aja sana yang jadi pembantu terus upahnya traktir kita."Ketus Louis.

"Santai Lou, bukan puasa nih."Ucap Zayn mengingatkan.

Louis menghela napasnya kasar, lalu mengeluarkan dompetnya.

"Butuh berapa sih buat traktir lo semua?"Tantang Louis.

"Hm...... 5 juta cukup Lou."Celutuk Shawn.

"Banyak amat 5 juta?"Protes Louis.

"Kan kita orangnya emangnya banyak Lou."Ucap Barbara sambil nyengir.

"Yoa. Ada 45 orang."Ucap Justin.

Louis memutarkan bola matanya.

"Nih elah. Sekarang lo semua bisa diem kan?"Ketus Louis sambil menyodorkan 50 lembaran 100.000 IDR.

Semua nyengir setelah duit itu sudah diberi ke Dylan.

"Kau juga ikut bukber kagak?"Tanya Dylan.

"Ikut"Jawab Louis dengan datar.

Author memandang haru Louis. Dia pun langsunh memeluk Louis. (KAPAN INI JADI KENYATAAN?!!!)

"Makasih."

Louis tersenyum kecil. Dia pun langsung melepaskan pelukannya.

"Jangan salah sangka gue baik gini."Ketus Louis.

Author cemberut mendengarnya.

"Gue jadi baik gini agar elo mau mengizinkan Harry jadi sutradaranya untuk hari ini."Ucap Louis datar.

"Hayati lelah, bunuh hayati di rawa-rawa hueeee....."Teriak Author.

"Ide bagus. Mungkin kalau lo dibuang di rawa-rawa lo gak bakal masih hidup."Ucap Cameron.

"Yoa. Sekarang lo diem, gue bakal iket lo."Ucap Aaron.

"Iya. Nanti selesai syuting kita langsung kirim lo ke rawa-rawa."Ucap Calum.

"Jadi, syutingnya kapan mau dimulai?"Tanya Harry sambil tersenyum dan itu membuat dimplesnya kelihatan.

Adopted Chloe (COMPLETE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang