Honeymoon 18+ (Bonus Chapter)

11K 237 41
                                        

Ini bonus chapter buat kalian yang kepo sama kelanjutan kisah Calum-Lacey pas honeymoon. Chapter ter-smut yang pernah aku buat. Geli sih tapi rame wkwk.

P.S. Ini super porno. Selamat membaca genks!

***

Author P.O.V

Calum menghembuskan napas lega ketika roda-roda pesawat yang ditumpanginya bersama Lacey menyentuh landasan pacu di Bandara Internasional Ibrahim Nasir tepat pada pukul 7.15.

Kini, suara pramugari terdengar menggema di seluruh penjuru kabin menganjurkan para penumpang agar mempersiapkan diri mereka untuk turun dari pesawat. Tak terkecuali, Calum dan Lacey yang akan melaksanakan bulan madu mereka di Maldives.

"Sayang ayo bangun," bisik Calum semangat tepat di telinga kanan Lacey.

Tepukan lembut tangan Calum mendarat di pipi tirus milik Lacey, membuat wanita itu menggeliat pelan sembari mengerjapkan matanya beberapa kali berusaha untuk menyesuaikannya dengan cahaya sekitar.

Tepukan lembut tangan Calum mendarat di pipi tirus milik Lacey, membuat wanita itu menggeliat pelan sembari mengerjapkan matanya beberapa kali berusaha untuk menyesuaikannya dengan cahaya sekitar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kita sudah sampai?" tanya Lacey masih terus menguap sambil sesekali melirik ke arah jendela.

Calum pun hanya bisa tersenyum sambil mencubit pipi Lacey gemas kemudian mengusap kepala wanita itu dengan lembut.

"Ayo kita turun."

Diiringi dengan anggukan Lacey, akhirnya mereka berdua turun dari pesawat lalu pergi melangkahkan kaki ke bagian imigrasi bandara. Untunglah, antrian tidak sepanjang pada saat musim liburan jadi mereka bisa mempercepat pemeriksaan itu. Selepas dari pemeriksaan petugas imigrasi, Calum dan Lacey langsung berlalu menuju tempat dimana koper-koper dari bagasi pesawat diturunkan.

10 menit kemudian

Dalam pelukan Calum, Lacey kini melanjutkan perjalanan lagi dengan menaiki speedboat selama kurang lebih 10 menit untuk sampai di pulau Landaa Giraavaru, tempat dimana resort yang akan mereka tempati berada. Salah satu keindahan dari resort itu adalah pemandangan dari balkon kamar yang mengarah ke langsung ke pantai.

Memang, dari dulu sampai sekarang keindahan pulau Maldives tidak ada tandingannya. Jadi, tidak salah, jika Calum dan Lacey memilih tempat ini sebagai destinasi bulan madu mereka.

Sejak turun dari pesawat hingga kini ia berada diatas speedboat, mata Lacey secara tak sadar seperti terhipnotis sendiri akan pesona laut yang disajikan oleh surganya para turis itu-- Maldives. Bermodalkan kamera pocket yang menggantung di leher jenjang miliknya, Lacey mulai mengabadikan setiap objek yang ia lihat.

Tapi, lain Lacey, lain juga dengan Calum.

Jika Lacey merasa terhipnotis oleh keindahan pulau Maldives, Calum malah merasa benar-benar dibuat takjub oleh kecantikan wanita yang sudah menyandang status sebagai istrinya itu. Menurut Calum, Lacey terlihat sangat cantik walaupun tanpa polesan makeup yang berlebihan. Apalagi dengan senyum yang tak hilang dari wajahnya semenjak menginjakkan kaki di Maldives.

Meant To BeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang