Chapter 12

5.8K 501 21
                                        

Luke P.O.V

Sebentar lagi aku dan Ashton akan pergi ke venue untuk menonton konser One Direction.

Konsernya memang baru akan dimulai jam 7 malam nanti, tapi entah mengapa Lacey menyuruhku untuk datang kesana lebih awal.

Sekarang Jackie sudah berada di hotel bersamaku dan the boys. Kali ini aku dan Jackie sedang bermain kuda-kudaan, menghabiskan sisa waktu 15 menitku sebelum aku dan Ashton pergi ke venue.

Tanpa di duga Michael tiba-tiba datang dari arah dapur.

"Luke, bisa kita bicara sebentar sebelum kau pergi?" tanyanya.

"Tentu. Aku akan sekalian pergi saja," aku menurunkan Jackie yang sedari tadi berada di punggungku kemudian pamit seraya mencium pipinya sekilas, "Jackie, Daddy pergi dulu ya! Kau jangan nakal. Daddy akan pulang secepatnya. Love you."

"Bye Daddy! I love you too," ucap Jackie membalas ciuman di pipiku.

"ASHTON, AKU TUNGGU KAU DI LOBBY YA!" teriakku kepada Ashton yang masih bersiap-siap di kamar. Dengan langkah pasti, aku langsung pergi keluar kamar hotel bersama Michael.

Setelah kami berada di lobby, Michael kemudian mulai berbicara.

"Well, i went out for breakfast with Lacey this morning. Dan kurasa aku tau kenapa dia bersedih tadi malam," jelasnya terburu-buru ketika mengetahui bahwa aku akan segera pergi.

"What is wrong with her?"

"Dia memergoki Austin bermesraan dengan wanita lain."

Mataku membelalak kaget.

"Really? Did she do anything? Or say anything to him?" refleks aku langsung mengepalkan tanganku, kesal.

Aku tidak percaya Austin akan melakukan itu. Aku kira dia pria yang baik, tapi ternyata dugaanku salah besar.

Berani sekali dia menyakiti orang yang aku cintai. Lihat saja nanti Austin, kau pasti akan sangat menyesal!

"Aku tidak tahu kalau soal itu. Yang pasti, mungkin kau harus berbicara dengan Lacey setelah show selesai nanti."

"Baiklah, aku akan berbicara dengannya nanti. I should go now. I'll call you later! Terimakasih untuk informasinya Mike."

"Tidak masalah. Aku seperti ini karena dari dulu aku sudah menganggap Lacey sebagai adikku sendiri dan aku tidak mau ada seorang pun yang menyakitinya," ucap Michael beriringan dengan desis pintu lift yang terbuka. Disana Ash berdiri dengan mengenakan jaket kulit serta sepatu kesayangannya.

Kami berdua kemudian pamit kepada Michael lalu langsung pergi menuju venue menggunakan mobil milik Ashton.

***

Sesampainya kami berdua di venue, disana terdapat antrian yang sangat panjang yang memenuhi 3 gates. Rata-rata mereka semua adalah gadis remaja yang aku yakini sebagai fans dari One Direction dan Austin Mahone.

Some people recognize us and wave but nothing major. It's quite calming actually. I see Lacey waiting at the door and she tells the bodyguard before he lets us in to the venue with her.

"Hey guys!" sapa Lacey seraya memeluk kami berdua. Dia terlihat gugup dalam balutan skinny jeans biru dan kemeja kotak-kotak berwarna merah.

Dia terlihat sangat amat cantik, apalagi dengan rambut yang ia gerai seperti itu.

"Are you excited?" tanya Ashton kepada Lacey.

"Totally. Can't you see it written on my face?" ucapnya sakarstik diiringi gelak tawa kami bertiga.

Meant To BeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang