Luke P.O.V
Tidak. Ini tidak mungkin terjadi.
I click on the article and read what it has too say.
"5 Seconds of Summer's Luke Hemmings has been spotted with a girl in a local LA Starbucks. Not only that, but he was seen holding a two years old toddler on his lap, and kissing her cheek. Could this lead to trouble between Taylor and Luke?"
Ini pasti yang ingin Taylor bicarakan denganku.
Dengan perasaan yang tidak enak, aku langsung buru-buru berjalan kembali ke hotel.
Sesampainya disana, aku berlari menuju kamarku yang berada di lantai 5 lalu membuka pintu kamar. Disana sudah ada Calum, Ashton dan Michael yang sedang memakan pizza favorit mereka.
Aku kemudian terduduk di sofa sebelah ruang makan. Sementara itu, otakku tak henti-hentinya memikirkan tentang artikel yang dimuat di beberapa media itu.
Selang beberapa menit, tiba-tiba pintu hotel terbuka lalu Taylor menampakkan dirinya seraya berjalan menghampiriku.
"Hai," sapanya sambil tersenyum kecil.
"Oh hai," aku menepuk-nepuk sofa di sebelahku yang kosong mengisyaratkan Taylor untuk duduk, namun dia malah menggeleng pelan.
"Aku tidak bisa berlama-lama disini. Aku hanya datang untuk mengatakan bahwa hubungan kita sudah berakhir. Aku tidak ingin merusak kebahagiaanmu," jelasnya to the point.
"Apa maksudmu?" tanyaku pura-pura tidak tahu.
"Luke, kau tidak usah berpura-pura bodoh dan tidak tahu. Beberapa jam yang lalu aku melihatmu memeluk seorang anak perempuan dan aku juga melihat seorang gadis yang kemarin datang kesini berada di sebelahmu."
Taylor terdengar sangat marah, itu terlihat dari sorot mata dan gaya bicara Taylor yang cukup membuatku takut.
Tapi, apakah dia cemburu?
Ah mana mungkin, hubungan kita kan hanya sebatas hubungan palsu.
"Tapi--" ucapanku terputus ketika Taylor mulai berbicara lagi.
"Aku melihat cara kau memandang gadis itu. Kau terlihat sangat bahagia dan aku tidak ingin merusak semua kebahagiaan itu," ia tersenyum sendu kemudian bertanya, "Aku hanya ingin tahu siapa gadis itu dan siapa sebenarnya anak kecil yang kau peluk tadi?"
Sial!
Aku harus jawab apa?
"Uh dia--"
"Siapa Luke?"
Sepertinya aku memang harus mengakui semuanya sekarang.
"Gadis itu adalah mantan pacarku dan yang aku peluk tadi adalah anaknya," aku menarik napas lalu melanjutkan, "Tapi dia juga sebenarnya adalah anak kandungku."
Taylor menggelengkan kepala pelan, dia terlihat terkejut tapi beberapa saat kemudian wajahnya berubah menjadi lebih tenang. "See? Aku tidak mau menganggumu Luke. Kau harus bahagia bersama gadis itu dan juga putrimu. Aku janji, aku tidak akan mengatakan tentang hal ini kepada siapapun."
Aku berdiri dan memeluknya, "Terima kasih atas pengertianmu Tay."
Dia hanya menatapku sambil tersenyum dan mencium pipiku singkat sebelum pergi.
Aku tidak menyangka Taylor akan berbaik hati melepaskanku pergi. Dan mungkin memang bersama Lacey dan Jackie-lah aku seharusnya bahagia, bukan dengan yang lain.
Aku harus ke rumah Lacey dan memberitahunya tentang ini semua! batinku berbicara.
Tanpa menunggu waktu lama, aku langsung mengambil jaket kulitku dan kunci mobil lalu pergi meninggalkan ketiga sahabatku yang masih sibuk memakan pizza.
KAMU SEDANG MEMBACA
Meant To Be
FanfictionSaat Lacey Victoria Horan tepat berusia 18 tahun, ia sangat terkejut ketika mengetahui bahwa dirinya tengah mengandung janin berusia 2 bulan dari seorang lelaki yang telah meninggalkannya pergi. Lelaki itu adalah Luke Hemmings. Akankah Luke mengetah...
