" ... Jadi gitu ceritanya,"
Avari menepuk-nepuk bahu Keiza yang tidak juga menghentikan tangisannya. Avari paham benar apa yang Keiza rasakan, atau mungkin apa yang Avari rasakan saat ini lebih menyakitkan daripada yang Keiza rasakan.
"Sabar, ya, Kei. Lagian lo juga, sih, yang ilang-ilangan melulu. Susah dihubungin tapi chat-an terus sama Farrel," sahut Avari tak lama kemudian setelah Keiza menceritakan alasan perihal ia putus dengan Kenan.
"Ih, tapi dianya juga ngilang melulu, Vaaar ...," Keiza menepis airmatanya. "dia sibuk banget sama basket, ya gue 'kan juga mesti kerja jadinya jarang kontakan sama dia."
"Ya udah, berarti Tuhan udah ngasih tahu lo kalo Kenan nggak baik buat lo. Lupain aja, sih, gitu aja kok repot."
"Ish, lo tuh nggak membantu sama sekali, pantesan aja ditinggal tunangan,"
Mata Avari membulat, tangannya bergerak untuk memukul bahu Keiza karena kesal. "Heh, ati-ati kalo ngomong. Hm, nggak papa juga, sih, kalo Nathan tunangan. Berarti Tuhan udah ngasih tahu gue kalo Nathan nggak baik buat gue."
Keiza menghembuskan nafas. "Serah lo."
Avari terkekeh, berusaha menyembunyikan kesedihannya. Ia ingin terlihat lebih kuat dari sahabatnya itu, jadi ia berusaha sebisa mungkin untuk menutupi kenyataan yang sesungguhnya.
"Eh iya, tadi Farrel ngapain di sini?" Keiza menarik sebelah alisnya.
"Minta diajarin kimia dia,"
Keiza menaikan kedua alisnya bersamaan. "Hah? Farrel nggak bisa kimia? Gila, gue pikir tampang-tampang kayak dia pinter gitu, ya,"
Avari menarik buku kimia mendekat lalu menyenggol bahu Keiza. "Sama-sama bego kimia kok ngatain."
Keiza mencibir kesal. "Kalo besok nilai kimia gue bagus ceming lo, Var."
"Ya udah, ayo buruan belajar katanya mau buat gue ceming 'kan?"
---
Keiza merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia baru saja kembali dari belajar bersama dari rumah Avari, dan saat ini pikirannya benar-benar lelah, terutama paska Kenan memutuskan hubungan mereka secara sepihak sore tadi.
Rasanya tidak adil bagi Keiza. Tapi mau bagaimana lagi, mungkin ini sudah jalan yang terbaik bagi dirinya.
Keiza mengambil ponsel miliknya dari saku celana, kemudian menyalakannya. Ia tersenyum kecil melihat foto yang ia pasang menjadi wallpaper ponselnya.
Ting!
Ting!
Tiba-tiba sebuah notifikasi masuk ke dalam ponselnya. Lebih tepatnya sebuah chat LINE.
Farrel: Eh ada jomblo baru.
Farrel: Populasi jomblo pun semakin meningkat, bung.
Keiza Deandra: Tau dari mana lo gue putus?
Keiza mengingat-ingat sesuatu. Beberapa detik kemudian Keiza menepuk keningnya sendiri karena teringat kalau sore tadi ia bertemu Farrel saat di rumah Avari, dan kemungkinannya adalah Farrel mendengar ucapannya.
Bruh. Keiza mendengus kesal.
Keiza heran kenapa Farrel selalu tahu apapun tentangnya dengan mudah.
Farrel: Nggak tau, tiba-tiba aja dapet wahyu dari Malaikat suruh nge-chat lo katanya lo habis diputusin. Eh ternyata bener.
Keiza memutar bola matanya. Lagi-lagi itu jawaban yang Farrel pakai, kata-katanya sedikit diubah tetapi tetap saja ada kemiripan.
Keiza Deandra: Trus kalo gue abis diputusin kenapa dah?
KAMU SEDANG MEMBACA
Ice Cream
Teen FictionIni semua tentang kisah Farrel dan Fausta, si kembar identik yang populer dan tajir pesona. Farrel, cowok tampan dengan hobi fotografi itu memang sangat mengagumkan, namun sikapnya yang selengean dan tengil membuat gadis incarannya selalu kesal saat...
