"Tai ah, Calum. Aelita bete, fix." jawab Aelita sembari menjauhi rusa yang sedang berhubungan intim tersebut.
"Lah, Ta? Salah gue? Salah mereka lah, sore-sore udah napsu!"
"Serah, Cal, Seraah."
Calum menarik tangan Aelita yang berjalan menjauh itu. "Gue ada tempat yang seru. Kali ini beneran deh, ga bohong."
***
Tebing Karaton, Dago Pakar, Bandung.
Aelita dan Calum terduduk di bibir tebing sambil melihat-lihat pemandangan Bandung saat malam. Aelita mengeratkan mantel Calum ditubuhnya. Calum memang selalu membawa cadangan mantel di mobilnya, berjaga-jaga jika harus pergi ke keluar kota untuk masalah pekerjaan.
"Bintangnya bagus banget, astagaa." Aelita berseru girang sambil menunjuk langit Bandung yang sudah gelap.
"Iya, kan?" desah Calum. "dan yang lebih penting, disini ga ada rusa kawin."
Aelita terkekeh pelan sebelum memandang Calum yang sedang memandang kearahnya juga. Mereka bertatap-tatapan selama beberapa menit sambil tersenyum sebelum akhirnya Calum memutuskan pandangannya.
Aelita tersenyum lembut melihat Calum yang sedang menatap bintang dengan pandangan bahagia.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aelita terkejut sendiri saat sebuah pikiran melintas dibenaknya. Alasan mengapa ia tidak dapat menerima Michael.
Karena hatinya sudah terisi oleh orang lain.
bonus gaes
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.