this chapter is belong to Fleuretta Greengrass. i made you guys hate her since the first place, now you guys will know her better.
.
Sekarang Aelita dan Calum sedang berada di pagelaran busana megah yang di modeli oleh Fleur. Aelita yang moodnya sudah membaik karena dibelikan BigMac oleh Calum pun terduduk manis di bangku penonton sambil menunggu Fleur keluar dari backstage.
Dan tidak berapa lama kemudian, keluarlah Fleuretta Greengrass dengan anggunnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(a/n : candice swanepoel is so freakin gorgeous)
Aelita yang melihat bahwa Fleur begitu cantiknya, langsung menoleh ke arah Calum. Dan, yak. Calum sedang menatap Fleur dengan senyuman lembut yang merekah dan pandangan penuh sayang.
Mendadak saja Aelita mengingat masalahnya dengan Michael.
We love who hurts us, hurt who loves us.
***
Aelita yang diminta Calum untuk menunggu di dekat panggung-- sementara Calum pergi ke belakang panggung untuk menemui Fleur-- akhirnya bosan dan memutuskan untuk menyusul Calum ke belakang panggung.
Saat ingin berjalan masuk ke ruangan Fleur, Aelita samar-samar mengetahui bahwa Calum dan Fleur sedang terlibat pembicaraan yang serius.
"Keren banget tadii," puji Calum pada Fleur.
"Makasih," jawab Fleur lalu kembali sibuk membereskan alat make upnya.
"Jutek amat sih, Fle." Calum merengek.
"Plis, Cal." Fleur mendesah frustasi. "Lo udah punya cewe, lo udah berubah, keadaan berubah. Tapi gue engga. Gue masih disini, masih sayang sama lo, jadi mending berhenti."
"Fle-"
"Things go wrongs, people changed, and in the end i just can sit like a foolish because life goes on," ujar Fleur.
"Kenapa sih, Fle? Lo kenapa?" tanya Calum.
"Lo berubah, Calum. Keadaan berubah."
"And what's the matter about that?"
"Seeing people change isn't what hurts. What hurts is remembering who they used to be. You used to be my boyfriend, Cal. We used to be together. And i used to be happy," ujar Fleur.
Dan yang Aelita tahu selanjutnya adalah air mata Fleur yang mulai menetes dan Calum yang mendekap gadis itu kedalam pelukan.