Susan POV
Disetiap perjalanan menuju stasiun, kami pun mengobrol tentang banyak hal. Dimulai dari hal terpenting sampai yang tidak penting sekali pun. Aku mulai akrab dengannya, walaupun aku baru saja mengenalnya.
Jazz memiliki penampilan yang keren, atau bisa dibilang dia sangat fashionable. Dengan jaket putih bergaris biru di bagian lengan kanan dan kirinya, dan Celana jeans biru dongker sangat nge-pas dibadannya.
Dia mengenakan kaca mata hitam yang membuat dirinya semakin cool.
Dia pun juga memiliki suara yang sangat familiar. Suaranya hampir mirip dengan Rapper terkenal dari Amerika, yaitu Eminem.
Kemudian kami pun sampai distasiun kereta bawah tanah. Disana, sudah ada 3 orang lelaki dan satu orang wanita.
Tapi, jika kuperhatikan wanita itu, rasanya aku seperti pernah melihatnya.
Ya, wanita yang ku lihat pagi itu ketika berada didalam kereta.
Mereka melambai-lambaikan tangannya ke arah Jazz dari kejauhan, sepertinya mereka teman-temannya.
"Susan, perkenalkan ini teman-temanku." Ucap Jazz. Dia memperkenalkan mereka satu persatu padaku.
"Yang dipojok kiri itu adalah Bumblebee. Lalu ditengah ini Smokescreen dan yang di samping kanan Smokescreen adalah Knock Out. Lalu wanita ini namanya Arcee."
Jazz memperkenalkan mereka satu persatu kepadaku. Namun aku merasa aneh dengan nama-nama mereka.
"Sebentar, aku ingin tanya beberapa hal kepada kalian.
Yang pertama, aku yakin robot-robot itu ada sangkut pautnya dengan kalian. Dan yang kedua, nama kalian itu terdengar aneh bagiku, apa itu sebuah nama julukan?"
Pertanyaanku membuat mereka sedikit terkejut.
Tak lama setelah itu pria dengan rambut berwarna merah yang bernama Knock Out itu mulai angkat bicara.
"Kami memang memiliki urusan terhadap robot-robot itu. Nama kami memang seperti itu sejak kami lahir."
Aku tak percaya dengan yang dikatakan olehnya. Mungkin mereka para polisi patroli luar angkasa yang bertugas kebumi untuk membasmi para robot jahat yang kabur, Layaknya film-film
"Lebih tepatnya kami ini juga Robot, disebut juga dengan Transformers." Tambahnya.
"Tunggu, kalian tidak sedang bercanda kan?" Tanyaku untuk menyakinkan semua ini.
"Itu benar Susan. Kami berasal dari planet Cybertron. Planet yang berada diluar galaxy Milkyway. Kami disini pun tengah menyelesaikan suatu misi, dan mencari musuh kami yang sudah membuat kami seperti ini." Jawab Bumblebee, si rambut kuning mirip Naruto itu.
Ku pikir ini hanya sebuah lelucon, tapi jika dilihat dari wajah mereka, sepertinya mereka memang serius.
"Susan, aku yakin kau kaget sekaligus tak percaya dengan semua ini. Pasti kau sangat lelah hari ini. Lebih baik kau pulang kerumahmu. Kami akan mengantarmu sampai rumah." Ujar Jazz sembari menepuk pundakku.
Yang Jazz katakan itu benar. Aku kelelahan. Ya, aku BENAR-BENAR kelelahan. Bagaimana tidak? Hari ini aku sudah ditimpa musibah yang mengerikan sekaligus menjadi tanda tanya besar.
Mulai dari robot jahat yang hendak membunuhku, lalu orang-orang yang mengaku dirinya adalah robot alien yang dikutuk jadi manusia. Apalah-apalah, Semua ini tak bisa dicerna dengan akal!
****
Dari seberang jalan, sesosok robot yang sama seperti yang ditemui Susan sore itu, berdiri dibalik dinding toko buku yang sudah tutup. Dia nampak mengintai seseorang.
Diujung jalan, nampak segerombolang orang tengah berjalan dan sedikit bersenda gurau. Yang tak lain mereka adalah Susan, Jazz dan empat orang lainnya.
Mereka berhenti tepat didepan sebuah rumah yang lumayan besar. Sepertinya kelima orang tersebut baru saja mengantarkan Susan pulang kerumahnya.
Mata merah robot itu bergerak-gerak layaknya lensa kamera. dia menangkap gambar 5 orang tersebut, lalu rumah wanita itu.
Robot itu pun melakukan komunikasi ke seseorang yang berada dilain tempat. Dan orang tersebut adalah, Dokter Vektor.
"Kita menemukan mereka. Dan sepertinya wanita itu dekat dengan mereka." ucapnya sembari tersenyum licik dan jahat.
"Apa kita harus menangkap mereka sekarang juga? Bagaimana menurutmu?" Tanya Dokter Vektor kemudian.
"Jangan. Lebih baik kita cari tau keberadaan mereka. Lewat wanita itu pasti dia mengetahui segalanya tentang mereka." Jelasnya.
Lockdown memperhatikan gambar sebuah rumah dimonitornya yang besar.
Setelah kalian kutemukan, Kalian bisa ku musnahkan dengan mudah !
****
KAMU SEDANG MEMBACA
TRANSFORMERS PRIME : In Human Form
Fiksi PenggemarAdalah kisah tentang seorang wanita, bernama Susan. Pada suatu hari, kehidupannya berubah drastis ketika dia bertemu dengan para Transformers dalam wujud manusia. Kritik dan saran dibutuhkan dari kalian para pembaca. Happy Reading ^^
