Susan POV
Malam itu, Jazz dan Soundwave membawaku ke 'markas' mereka. Aku kesana menggunakan mobil hitam yang dikendarai oleh Jazz.
Beberapa jam kemudian, kami sampai didepan sebuah gedung besar yang belum selesai konstruksi.
Belum ada jendela kaca, lift, Ac, dan lantainya juga belum berkramik. Bangunannya pun masih polos, tapi sepertinya bangunan ini sudah lama tidak di selesaikan.
"Disinilah tempatnya." ucap Jazz.
"Lalu, dimana markas kalian?." Tanyaku
"Lebih baik kau ikut kami masuk kesini." Ajak Soundwave. Aku pun hanya mengiyakannya saja dan mengikuti mereka masuk kegedung itu.
Kami berjalan memasuki suatu ruangan yang memiliki tangga menuju kebawah.
Namun ketika kami sampai kebawah, ruangan itu hanya berupa ruangan kosong dan hanya ada dinding saja, dan sempit pula.
"Ka-kalian jangan mengada-ada ya!" Ucapku dengan kesal.
Mereka hanya diam. kemudian Soundwave menekan dinding yang ada dihadapannya, dan dinding itu terbuka, memperlihatkan suatu lorong panjang yang diterangi lampu.
"Masuk!" perintahnya. Aku tak bisa berkomentar lagi.
Awalnya aku antara percaya atau tidak dengan mereka, habis mereka terkadang sulit untuk ditebak. Apalagi dengan pria bernama Soundwave itu.
Tak beberapa lama kemudian, kami pun sampai di suatu ruangan yang cukup luas.
Lumayan banyak orang disini, Lalu datanglah seseorang, dengan tubuh yang tegap, tinggi, berkarisma dan juga tampan.
Dia berhenti dihadapanku. Dari jarak sedekat ini aku merasakan suasana yang berbeda, lagi-lagi jantungku berdegup kencang.
"Selamat datang di markas kami, Susan. Perkenalkan, aku Optimus Prime." Sambutnya sembari memperkenalkan dirinya.
Aku hanya mengatupkan mulutku. Entah aku harus bicara apa, aku merasa canggung sekali.
"Kami disini tengah menyelesaikan misi kami, dan juga mencari cara untuk mengembalikan wujud kami semula. Maaf kau jadi ikut kedalam masalah kami." Ungkapnya.
"Ah, tak apa sih. Yah mungkin aku dapat membantu." Ucapku. Akhirnya aku dapat berkata-kata lagi.
"Sekarang kau menjadi tanggung jawab kami. Dan untuk sementara kau akan tinggal disini untuk menghindari penyerangan mereka berikutnya. Aku sudah meminta Jazz untuk jadi pelindungmu."
Dia pun berlalu meninggalkanku. Hum.. pantas aku selalu bertemu dengan Jazz mulu, ternyata dia dijadikan pelindungku.
Setelah itu, mataku tak sengaja menatap seorang pria. Bahkan sepertinya dia lebih tinggi dari Optimus. Iris matanya berwarna merah, dan tubuhnya juga lebih besar atau bisa dibilang dia memiliki otot-otot besar ketimbang yang lainnya.
Ketika aku tengah terpaku dengan apa yang kulihat, tiba-tiba saja orang yang kutatap itu menoleh kearahku, sepertinya dia tersadar jika sejak tadi aku memperhatikannya.
Kami pun bertatapan walaupun dari jarak yang cukup jauh dari depanku. Dilihat dari wajahnya sepertinya dia lebih tua, antara umur 35-36 tahun.
Tapi lama-kelamaan, aku mulai tak tahan menatapnya terus menerus, wajahnya jutek banget garang pula, walaupun menurutku dia juga ganteng.
Aku pun memalingkan wajahku, dan berpura-pura menghampiri Jazz.
****
Pria yang barusan ditatap oleh Susan itu, dia adalah Megatron. Dia berjalan menghampiri Optimus yang berada didepan monitornya.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRANSFORMERS PRIME : In Human Form
FanfictionAdalah kisah tentang seorang wanita, bernama Susan. Pada suatu hari, kehidupannya berubah drastis ketika dia bertemu dengan para Transformers dalam wujud manusia. Kritik dan saran dibutuhkan dari kalian para pembaca. Happy Reading ^^
