"Me-Megatron?" gumam Susan. Matanya terbelalak. Mana mungkin dia menembaki dua robot besar itu dengan mudah? Sedangkan tubuhnya terbilang kecil dari pada dua robot itu.
Kemudian matanya memperhatikan armor dan canon yang ada dilengan kanannya Megatron.
"Kalian tidak apa-apa?" tanya Thundercracker kemudian. Smokescreen mengangguk.
"Sebaiknya kita cepat pergi dari sini. Akan sangat berbahaya jika mereka datang dengan jumlah yang banyak" ujar Megatron.
Mereka pun bergegas keluar ruangan. Namun baru saja berjalan selangkah, Susan merasa pergelangan kaki kirinya begitu nyeri dan sulit digerakan, seketika tubuhnya kehilangan keseimbangan.
"Akhh!!"
"Susan!" Smokescreen berlari menghampiri Susan, namun dia kalah cepat dengan Megatron. Dengan sigap dia menangkap tubuh Susan yang hampir terjatuh dan menggendongnya dengan Bridal style.
"Izinkan aku melindungimu" bisik Megatron, dengan senyum yang dahulu pernah dia lakukan ketika Susan mengobati lukanya. Susan tak dapat menjawabnya. Dia hanya diam terpaku menatap Megatron.
Sementara itu, Jazz dan Sunstreaker berlarian menyusuri lorong. Sesekali memanggil Sideswipe, Susan dan Smokescreen. Ketika mereka sampai dipersimpangan, dia melihat Sideswipe duduk menyender didinding, dengan luka serius di dekat lehernya. Cairan energon keluar cukup banyak dari lukanya.
"Sidey!! Kau tak apa? Dimana Susan dan Smokescreen??!!" tanya Jazz dengan ekspresi cemas.
"Me-mereka.... Pergi..." jawabnya dengan gagap. Tanpa basa-basi lagi Jazz berlari dengan cepat, kembali menelusuri lorong. Dia seperti orang linglung yang baru saja kehilangan uang 1 Milyar. Bahkan walaupun dia dihadang tiga robot milik Dr. Victor, dia tak berhenti sedikit pun.
"MINGGIR KALIAN!!!" gertaknya dengan lantang. Karena dia sedang merasa kesal, tak tanggung-tanggung dia menembaki robot-robot itu dengan membabi buta. Hingga ketiga robot itu ambruk dengan cepat.
Dia kembali melanjutkan larinya sehingga dia terhenti didepan sebuah pintu baja yang terbuka lebar. Dia masuk kedalamnya dan mendapati dua robot besar yang terkapar tak bernyawa, dengan tubuh yang hancur.
"Pasti diantara Sunstrom, Thundercracker dan Mirage yang melakukannya" gumamnya. Kemudian, dia keluar dari ruangan itu dan kembali melakukan pencariannya.
****
Disebuah ruangan bawah tanah, terdapat dua monitor besar yang menampilkan gambar lorong markas. Lockdown terlihat antusias memperhatikan setiap gambaran dimonitor hologram berwarna kebiruan itu.
"Benar dugaanku, mereka kemari"
"Kenapa kau nampak tenang sekali?! Sejak tadi kau menyuruhku untuk tetao diam tanpa melakukan apapun!!" protes Dr. Victor. Lockdown menoleh ke arahnya, lalu dia meletakan jari telunjuknya didepan bibir. Memberi isyarat untuk diam.
"Aku menunggu kedatangan dua pimpinan mereka. Jadi biarkan saja anak buahku dan beberapa robot kecil mu itu memberi sedikit 'sambutan' untuk tamu kita" tutur Lockdown dengan seringai liciknya yang khas.
"Hmm, maaf jika aku sudah dua kali meragukanmu. Yah, kalau begitu aku juga menunggu mereka. Dan aku juga menyiapkan sebuah hadiah menarik yang ingin ku berikan kepada mereka" ucap Dr. Victor.
Ditangan kanannya dia menggenggam sebuah kotak yang ditengahnya terdapat tombol merah. Tombol itu terhubung dengan sebuah peledak yang diletakan dibalik dinding tepat dilorong yang mengarah kepada sebuah ruangan. Didalam ruangan itu terdapat sebuah benda berbentuk bulat yang diletakan dibalik kotak kaca.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRANSFORMERS PRIME : In Human Form
ФанфикшнAdalah kisah tentang seorang wanita, bernama Susan. Pada suatu hari, kehidupannya berubah drastis ketika dia bertemu dengan para Transformers dalam wujud manusia. Kritik dan saran dibutuhkan dari kalian para pembaca. Happy Reading ^^
