Chapter 17

359 24 8
                                        

Susan POV

Entah kenapa sejak aku masuk kedalam perasaan tak enak ini terus menyelimutiku. Aku terus berjalan kedalam sehingga aku terhenti karena Smokescreen yang muncul secara tiba-tiba dihadapanku.

"Eh, ya ampun?! Kau membuatku kaget!" seruku. Namun dia tetap diam tanpa ekspresi.

Sejak kemarin sifatnya terlihat aneh, Jazz juga bilang padaku kalau akhir-akhir ini Smokescreen jadi pendiam dan jarang bicara. Namun sepertinya yang lain tak menghiraukannya. Ratchet sibuk dengan barang-barangnya, Optimus, Megatron dan yang lain sering keluar markas untuk memeriksa keadaan dan juga patroli.

Aku berjalan melewatinya. Aku hendak menuju ruang tengah dan menunggu mereka selesai dengan rencana yang mereka rundingkan saat ini.

Tanpa sadar aku merasa Smokescreen berjalan mengikutiku. Aku terhenti dan dia ikut berhenti dibelakangku. Aku menghadap ke arahnya.

"Kau kenapa Smokescreen? Kenapa kau mengikutiku seperti itu? Apakah kau ingin membicarakan sesuatu?" tanyanya. Namun Smokescreen tetap terdiam. Seketika hal itu membuatku agak gemas dan kesal.

"Susan!!" terdengar seseorang memanggil ku dari arah belakang. Dan orang itu adalah Jack. Dia berjalan menghampiri ku dan Smokescreen.

"Kau kemana saja?" tanyanya. Aku menoleh kearah Smokescreen kemudian berbalik menatap Jack.

"Aku barusan bersama Jazz keluar untuk sekedar berjalan-jalan" jawabku.

Tanpa berkata apa-apa, Jack menarik ku menjauh dari Smokescreen. Tidak seperti sebelumnya, Smokescreen tak mengikuti ku lagi, dia berbalik dan pergi. Dia jadi aneh sekali.

Sesampainya kami diruang tengah, Jack duduk di sebuah kursi panjang, dan aku juga ikut duduk disampingnya.

"Susan, aku peringatkan kepadamu agar tak terlalu dekat dengan Smokescreen" pintanya. Tentu aku merasa bingung.

"Kenapa memangnya?"

"Tidak, aku hanya merasa sedikit curiga kepadanya"

"Hmm, baiklah" ucap ku singkat.

Perasaan tak enak yang kurasakan semakin bertambah. Aku merasa akan ada hal yang tak beres menimpaku nanti.

Kemudian, mereka yang berada diluar kembali masuk ke markas.  Jazz datang dan kini berjalan menghampiriku. Dia duduk bersebelahan disampingku.

"Apa yang kalian bicarakan diluar barusan?" tanyaku. Jazz-- seperti biasa--tersenyum centil kearahku.

"Rahasiya!!!" seru Jazz dengan mengangkat kedua tangannya di udara. Kalau sikapnya seperti itu membuatku benar-benar gemas. Kemudian aku mencubiti perutnya. Dia tertawa geli sekaligus meringis. Jack juga ikut tertawa melihat tingkah ku dan Jazz.

"Ampun Nyonya!!"

"Itu salah mu karena membuatku penasaran!"

"Hei! Apa-apaan kalian ini?! Berisik sekali" gerutu Ratchet yang baru saja datang kedalam. Aku dan Jazz terdiam, kami saling tertawa-tawa kecil sesekali Jazz membalas cubitanku secara diam-diam.

Namun senyumku hilang ketika Megatron datang. Gara-gara kejadian waktu itu aku merasa canggung jika berada dekat dengannya apalagi menatapnya terus menerus. Kulihat Jazz juga ikut terdiam dan menatap kelain arah.

"A-aku mau keluar sebentar" ucapku kemudian beranjak dari dudukku lalu pergi keluar ruangan.

"Tunggu!" seru Jazz yang ikut berdiri dan berjalan mengekoriku. Ada Jack juga yang ikut berjalan disamping Jazz.

"Kau kenapa?" tanya Jazz. Aku hanya menggeleng.

"Apa karena Megatron-"

Aku menoleh secepatnya ke arah Jack, dan memberinya isyarat untuk diam. Dia kembali mengatupkan mulutnya dan tak jadi berbicara. Aku lupa kalau kejadian waktu itu juga ada Jack.

TRANSFORMERS PRIME : In Human FormTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang