CHAPTER 11 - SOONWOO THINGS

3.6K 373 7
                                        

"Hey Mingyu"

Dari arah belakang Seungcheol sedikit berlari dari arah kantin. Sebelumnya ia sedang mengambil soda di mesin minuman. Namun ditinggal oleh ketiga temannya.

Sebenarnya Mingyu yang mengajak Hansol dan Jihoon untuk ikut bersamanya meninggalkan Seungcheol. Hari ini mood Mingyu semakin memburuk berkat Seungcheol. Apapun ide yang datang dari kepala Seungcheol sama sekali tidak membantu hari-harinya.

Langkah Mingyu yang melambat membuat Seungcheol berhenti untuk memanggil namanya lagi. "Ada apa lagi Tuan Choi?" Tanya Mingyu membalikkan tubuh bongsornya menatap yang lebih tua.

Beruntung makan siangnya sudah berakhir. Kalau belum, Mingyu pastikan nafsu makannya sama buruk dengan moodnya saat ini.

"Hansol, ayo pergi ke kelas sepertinya perang dunia akan berlanjut" ujar Jihoon, dan hanya dibalas anggukan oleh Hansol yang entah sejak kapan sudah memasang earphone disalah satu lubang telinganya.

Sementara Jihoon dan Hansol sudah menjauh, Seungcheol mulai merangkul laki-laki yang tubuhnya lebih tinggi darinya itu, mendominasi langkah Mingyu menuju sebuah tempat, dimana hanya ada sedikit orang disana.

"Tadi aku bahkan belum bertanya apapun padamu, kenapa malah bertanya puas atau tidak, jawabannya sangat simpel, aku bukan anak yang mudah puas" Mingyu membuang napasnya kala mendengar segala pembicaraan Seungcheol yang sangat tidak ingin dia dengar saat ini.

Sampailah mereka disebuah ruang dimana hanya terdapat buku yang tersusun rapih ditempatnya, ditambah juga dengan suasana hening dan hanya terdengar beberapa kali sebuah suara kertas halaman yang berganti. Mingyu juga heran kenapa Seungcheol mengajaknya ke perpustakaan. Jelas-jelas Seungcheol bukan anak yang gemar dengan buku.

Bagaimana dengan Mingyu? Mingyu memang pintar, tapi membaca bukan kegemaran pria jangkung itu. Sebenarnya mereka berdua melangkah memasuki perpustakaan bukan untuk membaca.

Mingyu duduk disalah satu kursi dipojok perpustakaan, sementara Seungcheol sibuk memilih buku yang walaupun itu hanyalah alibinya saja. Karena mata penjaga perpustakaan menatap laki-laki itu dengan tatapan aneh.

"Mingyu, apa kau tahu? Sebuah fakta terbaru?" Tanya Seungcheol yang duduk tepat disamping Mingyu. "Apa ini tentang Wonwoo?" Tanya Mingyu dengan cepat.

Seungcheol tersenyum. "Aku bahkan belum—um, maksudnya aku tidak ingin menyebutkan namanya, tapi malah kau sebutkan" ucap Seungcheol disela-sela senyumnya, tak luput juga kedua pundaknya yang naik berbarengan.

"Kalau itu yang ingin kau bicarakan, aku tidak mau dengar, aku mau kembali ke kelas, lebih baik aku belajar karena ada—"

"Ujian matematika mendadak? Ada pekerjaan rumah yang belum diselesaikan? Urusan dengan guru-guru sok pintar itu? Atau ada yang lain? Oh ayolah Mingyu, kau sudah pintar, aku yakin nilai ujian mu akan baik-baik saja. Jadi duduk dengan manis dan dengarkan aku" dengan wajah sebal, Mingyu yang hampir berdiri jadi duduk kembali ke tempatnya.

"Jadi, aku punya teman. Dia satu SMP dengan Wonwoo" baru mendengar itu Mingyu merotasi kan matanya malas. Hari ini ia dapat dongeng sebelum tidur lagi dari Seungcheol.

"Kudengar dulu ada sebuah rumor, kalau dia berpacaran dengan teman satu kelasnya" Mingyu mengangguk, sejauh ini terdengar sangat normal dan tidak ada yang aneh di pendengarannya. Semua orang bisa berpacaran dengan siapa saja bukan.

SECRET ADMIRER [meanie] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang