CHAPTER 18 - THE UNKNOWN CALL

3.3K 341 6
                                        

Setelah makan malam berakhir Wonwoo kembali pada meja belajarnya, ada beberapa tugas yang harus diselesaikan.

Sebenarnya deadline pengumpulan tugasnya masih lama, tapi sebisa mungkin Wonwoo ingin menyelesaikannya dengan cepat agar ia punya senggang waktu untuk bersantai nantinya. Wonwoo tidak bisa bersantai dengan tenang jika harus terbayang-bayang akan sebuah tugas yang merengek meminta untuk diselesaikan. Jadi, jika tugas itu cepat selesai, maka semakin cepat dan panjang pula waktu bersantai nya.

Wonwoo melangkah menuju tas sekolahnya yang tergeletak diatas tempat tidurnya. Ia mengeluarkan beberapa buku tebal dan alat tulis nya. Ia memeriksa ponselnya. Memastikan mobile datanya sudah dalam keadaan mati, karena sesungguhnya hal yang mengganggu imannya adalah ketika akun sosial medianya terus berdatangan melalui jendela notifikasi. Tapi jika mobile datanya mati, setidaknya Wonwoo bisa fokus dan tidak ada notifikasi yang akan mengganggu fokusnya.

Ia menaruh ponsel itu diatas meja nakasnya. Lalu kembali dengan buku-buku yang ia bawa menuju meja belajarnya.

Beberapa menit telah berlalu, Wonwoo mulai fokus pada tugasnya. Suara kertas halaman pada buku-buku nya yang berpindah sudah mendominasi suara di kamarnya. Lalu melodi dengungan halus yang keluar dari mulut Wonwoo yang rapat juga menemani malamnya kala itu. Tampaknya Wonwoo mulai menikmati.

Tapi hanya sebentar, konsentrasi nya buyar ketika suara ponselnya mulai berbunyi nyaring.

"Astaga, aku lupa menyalakan mode senyap" Wonwoo menaruh pensil mekanik nya dan menuju ponsel miliknya yang tergeletak diatas meja nakasnya.

"Siapa yang menelepon malam-malam begini?" Tanya Wonwoo ketika melihat sebuah panggilan dari nomor yang tidak dikenal. Tapi tidak berniat sedikitpun untuk mengangkatnya. Ia menyalakan mode senyap diponselnya lalu kembali mengerjakan tugasnya. Waktu santainya dalam masalah jika tugas itu tidak segera diselesaikan.

.

.

Waktu berlalu begitu cepat, Wonwoo menikmati waktu mengerjakan tugasnya dengan perasaan bahagia, entah apapun alasannya, saat ini ia betul-betul menikmati waktunya mengerjakan tugas. Begitu yang ia kerjakan sudah selesai, Wonwoo mulai merapikan kembali bukunya dan melihat sebuah amplop berwarna ungu. Itu amplop berisi surat beracun lanjutan untuk Mingyu yang ia tulis beberapa hari yang lalu. Hanya perlu mengirimnya. Mungkin besok, itu pun jika waktunya memungkinkan.

Masalahnya masuk kedalam kelas Mingyu dan menaruh surat itu diloker sang pujaan hati sungguh sangat sulit.

Biarkan Wonwoo dan otaknya beristirahat sejenak, setidaknya sekarang Wonwoo harus segera pergi tidur. Karena besok ada satu tugas yang harus dikumpulkan, sedangkan tugas dengan deadline yang masih lama sudah selesai ia kerjakan. Wonwoo hanya tinggal bersantai sekarang.

Laki-laki kurus itu jalan dengan langkah gontai menuju ranjangnya. Dan membanting tubuh kurus itu diatas ranjang. Ia lelah.

Wonwoo meraih ponsel miliknya lalu menghidupkan layar ponselnya, seingatnya baterai ponselnya hanya tinggal beberapa persen lagi sebelum akhirnya akan habis. Ia mengambil kabel charger dan mengisi daya baterai nya.

"HAH! APA DIA GILA!" teriaknya.

54 Panggilan Tak Terjawab.

Siapa lagi yang mulai menganggu nya kali ini, matanya hampir melompat dari tempatnya ketika melihat panggilan tak terjawab sebanyak itu. Alasannya, baru kali itu ia mendapat panggilan sebanyak itu.

SECRET ADMIRER [meanie] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang