Bimbang

10K 631 10
                                        

Haiii! Aku abis  UAS  nih dan skg aku udah libur. Sesuai janji, aku bakal sering update! Dan buat yang lupaa gmn part sebelumnyaaa, dibaca ulang yaaa soalnya part ini berkaitan juga dengan part sebelumnyaaa! Hihi

Happy reading!

*

*

Author's POV.

"WHAT?! Jadi...." Rica menghembuskan nafasnya kasar, kemudian menarik nafas lagi dengan kasar. Pengakuan Cat, selaku sahabatnya, benar-benar membuatnya terkejut hingga nyaris mati. 

Cat hanya menunduk, usai menceritakan apa yang terjadi belakangan ini. Awalnya, Cat ingin menyimpan semuanya sendirian, dan menutup lubang kisahnya rapat-rapat ketika bayi ini lahir dan Cat resmi bercerai.

Tapi...

Gadis ini tak mampu menahannya lagi. 

"Lo kenapa baru cerita ke gue sekarang? Lo kenapa ga bilang kalo lo udah nikah, Cat? Dan..." Rica menggelengkan kepalanya lagi, tak mengerti dengan tingkah sahabatnya. 

"Gue... Malu dan takut. Takut kalo lo bakal ninggalin gue. Takut kalo lo bakal cerita ke semua orang. Takut--ya, takut sama masa depan gue," ungkap Cat dengan pasrah.

Rica langsung merangkul sahabat terbaiknya itu. "Gak mungkin gue ninggalin lo gara-gara masalah ini. Justru gue bakal selalu ada buat lo. Dan maaf ya... Dulu gue yang kasih tau tentang foto Adrian Mentari. Coba kalo enggak, mungkin lo ga bakal kayak gini sekarang."

Penyesalan. 

Ya, intinya adalah penyesalan.

Namun seperti pada kodratnya, penyesalan memang datang di belakang, membelakangi kondisi menyesakkan yang menjadi buih timbulnya sang sesal.

"Cat?" panggil Rica, dengan raut gundah. 

"Apa?"

"Lo masih sayang sama Adrian gak sih, sementara di sisi lain lo udah punya... hmm suami?"

Cat menghembuskan nafas kasar. "Gue sayang banget sama Adrian, dan selamanya bakal gitu. Lo tau kan, Adrian segalanya buat gue. Gue ngelakuin segala hal gila ya sama Adrian, contoh first seks gue ya sama dia, kan? Ya pokoknya gue buat dia dan dia buat gue, gitu."

"Jadi?"

"Ya jadi... Setelah "bayi" ini lahir..." Cat menekankan pada kata 'bayi', membuatnya terlihat benar-benar tak mengharapkan buah hasil darinya dan Aldi. "Gue bakal cerai sama Aldi. Dan anak ini, ya Aldi aja yang ngerawat. Terus gue bakal ngelakuin treatmen segala macem, biar gue kayak gadis yang belum pernah melahirkan lagi."

Rica tersenyum kaku. Baru kali ini ia menemukan ada orang yang menyesal akan pernikahan. Biasanya, tiap orang 'semenyesal' apapun, tetap ada sedikit niat untuk bertahan pada pernikahan itu. Tapi sahabatnya? Benar-benar ingin membuang apa itu arti sucinya pernikahan dan bahagianya memiliki seorang anak.

"Terus lo bakal balik sama Adrian lagi? Dan lo bakal sembunyiin ini semua?"

"Iya, lah!" tandas Cat tegas. "Terkadang kita harus menyembunyikan sesuatu di masa lalu kita, demi kebahagiaan di masa depan kita. Ya, kan?"

Begitulah Cat. Sekali iya, tetap iya. Sekali keras, tetap keras. Percuma memberi nasehat padanya, jika pada akhirnya hanya kenyataan yang bisa merubah dirinya. 

"Tapi gue boleh minta satu hal, gak?" tanya Rica.

"Apa?"

"Lo sekarang adalah seorang isteri. Gimanapun, surga lo juga ditentukan tentang bagaimana lo bersikap ke suami lo."

Between Marriage and PregnancyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang