Wonho menghentikan laju mobilnya saat menemukan tempat yang ia cari, matanya memandang sebuah bangunan rumah yang berada di antara kompleks perumahan di daerah Apgujeong itu dengan alis berkerut, lalu kemudian sedikit melirik handphonenya dan membaca sebuah pesan di sana.
"Benar ini tempatnya," gumamnya pelan, setelah itu ia mencari tempat untuk memarkirkan mobil agar tidak mengganggu pengguna jalan, kemudian turun dari sana.
"Aku tidak tau dia punya rumah," wajah Wonho masih menyiratkan kebingungan ketika berjalan melewati pagar yang hanya setinggi pinggang orang dewasa itu, halamannya tidak terlalu luas dan diselimuti oleh rumput jepang yang lebat serta beberapa tanaman bunga yang tumbuh di sisi kanan halaman tersebut.
Wonho mengabaikan kebingungannya dengan langsung menuju pintu utama, ia mengetuk perlahan karena tidak menemukan bel yang bisa digunakan untuk memanggil penghuni rumah tersebut. Saat ketukan yang ketiga Wonho mendengar seruan berasal dari seorang pria yang menyuruhnya untuk menunggu, tapi sesuatu yang aneh terjadi di sini.
Wonho kembali mengecek alamat yang dikirimkan padanya, kemudian melihat nomor rumah yang tertera di dinding rumah itu. Alamatnya cocok, jadi siapa pria yang berseru tadi?
"Siapa?"
Alis Wonho bertaut, menatap pria asing di hadapannya. Rambut cokelat gelapnya terlihat berantakan serta matanya yang biru menatap tajam padanya.
"Ma—maaf, mungkin saya salah alamat," gumam Wonho menggaruk pelipisnya bingung, ia tersenyum kikuk sementara pria di hadapannya mendengus pelan. Baru saja akan menutup pintu sebuah suara membuat gerakan pria itu berhenti.
"Tunggu Sam, kenapa tidak membiarkannya masuk."
Sooji muncul dari balik tubuh Sam dan tersenyum pada Wonho, kedua pria itu sontak menatap Sooji bersamaan dengan raut wajah terkejut.
"Kau mengenalnya?" Seru mereka bersamaan, mendengar itu Sooji terkikik lalu menggeser tubuh Sam yang menghalangi pintu masuk.
"Masuklah dulu, Jisoo sedang bersiap-siap," ujar Sooji menarik lengan Wonho, pria itu mengikutinya meskipun masih tidak mengerti dengan situasi sekarang.
"Kau tinggal dengan seorang pria?" bisik Wonho tak percaya, Sooji tersenyum setelah menyuruh pria itu duduk di sofa. Ia kemudian langsung menghilang ke dapur.
"Kau siapa?" Sam datang dengan tangan bersedekap dan menatap tajam Wonho yang balik menatapnya dengan tajam, ia tidak akan terintimidasi hanya karena pria itu lebih tinggi darinya.
"Harusnya aku yang tanya, kau siapa?" Wonho membalikan pertanyaan Sam sehingga keduanya beradu tatapan tajam dengan raut wajah tidak senang. Suasana ruang tengah rumah itupun terasa begitu tegang dengan persaingan yang begitu kentara diantara keduanya.
Sampai Sooji datang dengan membawa segelas minuman dingin untuk Wonho dan menyadari kedua pria itu, ia berdecak pelan mendekati mereka.
"Apa yang kalian lakukan?" Tukasnya membuat Wonho mengalihkan pandangan lebih dulu dan menatap Sooji yang sedang berkacak pinggang menatapnya dan Sam bergantian.
"Dia siapa Sooji?" tanya Wonho menuntut, Sooji tersenyum baru akan membuka suaranya tapi suara lain lebih dulu menyela dan Wonho merasakan sesuatu menarik lehernya dengan kuat.
"Daddy! Daddy!" Jisoo kini sudah bergelangtungan di leher Wonho membuat pria itu sedikit kewalahan, ia tertawa lalu meraih tubuh kecil Jisoo untuk duduk di atas pangkuannya.
"Kau terlihat begitu semangat sayang," ucap Wonho mengusap puncak kepala Jisoo lembut. Sooji yang memperhatikan itu hanya tersenyum lembut, ia tidak pernah melihat Jisoo sebahagia ini. Rona wajah di pipi gadisnya itu bahkan terlihat begitu kentara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Begin Again | MS #2 [COMPLETED]
Fiksi Penggemar[COMPLETED] Pt. 1 - 7 : PUBLIC Pt. 8 - END : PRIVATE ===================================== Marriage Series #2 Begin Again Tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menghabiskan waktumu menjalani hidup sendir...
![Begin Again | MS #2 [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/79542845-64-k210882.jpg)