"Saya tau anda akan menanyakan hal ini." Sang dokter tersenyum pada Sooji.
"Dalam operasi yang dijalankan pasien, kami tidak menemukan adanya pemicu atau penyebab ingatan beliau hilang secara permanen."
Sooji terperangah, jadi ingatan Myungsoo--
"Tapi itu tidak menjamin bahwa ingatan suami anda baik-baik saja. Karena yang kami lakukan adalah pembedahan di area kepala, otomatis hal tersebut akan mengejutkan sarafnya dan membuat otaknya mengalami sedikit trauma." Dokter mulai menjelaskan tentang keadaan ingatan Myungsoo.
"Kejadian ini cukup sering terjadi dan normalnya pasien yang telah melakukan operasi akan kehilangan memorinya tapi hanya untuk sementara."
Entah sekarang Sooji harus merasa lega atau tidak saat mendengar penjelasan tersebut, bagaimanapun sebelum operasi kondisi Myungsoo tidak normal--pria itu sudah mengalami amnesia.
"Penyakitnya tidak berpengaruh jika itu yang anda khawatirkan." Senyuman dokter itu membuat Sooji terperanjat.
"Ja-jadi?"
"Jadi saat ini kondisi suami anda hanya sementara, kita perlu menunggu beberapa hari untuk otaknya bisa menyesuaikan lalu ingatannya akan kembali seperti semula."
"Be-benarkah?"
"Tentu bu, diagnosa kami cukup akurat. Kita hanya perlu banyak berdoa agar beliau bisa segera pulih."
"Terima kasih dok, sekali lagi terima kasih."
"Sudah kewajiban kami untuk membantu."
*
Terpesona?
Terpana?
Jatuh cinta?
Tiga kata itu sedang menari-nari di kepala Myungsoo saat ini, ketika tatapannya terpaku pada kedua bola mata hitam kelam seperti miliknya, tapi binar disana terlihat lebih cerah dan bersinar membuat jantungnya berdesir.
Ini seperti yang ia rasakan saat bertemu dengan Sooji pertama kalinya bertahun-tahun yang lalu.
Jatuh cinta pada pandangan pertama, ya itulah yang sedang ia rasakan sekarang. Bagaimana darahnya seolah berhenti mengalir keseluruh tubuhnya, paru-parunya menyempit sehingga ia hanya mampu menahan nafas serta kerja jantungnya yang detakannya bertalu-talu.
Beberapa kali hendak membuka suara, tapi tidak ada satu katapun yang mampu terucap, hingga dia hanya bisa tergagap sambil menatap penuh pemujaan pada gadis itu.
Gadis yang kini tengah tersenyum lebar kepadanya.
"Daddy?"
Myungsoo terpana untuk kesekian kalinya, suaranya begitu indah ketika terlantun dari bibir mungil itu.
"Daddy?"
Sekali lagi suara itu membuatnya tidak dapat berkata-kata, hatinya seperti akan meledak detik ini juga. Matanya mengerjap dengan gerakan yang sangat pelan saat melihat gadis itu bergerak mendekatinya.
Penantian panjangnya apakah telah berakhir?
"Daddy, kenapa diam saja?"
Mata itu begitu indah, sehingga ia merasa enggan untuk berpaling darinya. Sampai tangan kecil yang hangat menyentuh dagunya membuat aliran listrik seakan menyerang seluruh tubuh hingga ke tulang-tulangnya.
Berlebihan? Tidak, Myungsoo tidak merasa reaksi yang dirasakannya saat ini berlebihan, karena ia sudah pernah merasa sesuatu yang lebih dari ini sebelumnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Begin Again | MS #2 [COMPLETED]
Fanfiction[COMPLETED] Pt. 1 - 7 : PUBLIC Pt. 8 - END : PRIVATE ===================================== Marriage Series #2 Begin Again Tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menghabiskan waktumu menjalani hidup sendir...
![Begin Again | MS #2 [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/79542845-64-k210882.jpg)