BA13. First Meeting And Past Moment

5.6K 766 98
                                        

Sooji tidak tau apa yang sebenarnya ia lakukan saat ini, mengingat saat Wonho mengajukan ide yang cukup konyol untuknya dan terdengar kekanakan, tapi saat itu ia malah percaya dan mau melakukannya. Hingga ketika mereka sampai di tempat tujuannya barulah ia merasa menyesal karena mau mengikuti ide gila Wonho.

"Apa yang kita lakukan?" Sooji sontak menoleh pada Myungsoo yang berdiri di sampingnya, terlihat risih karena harus berada di tempat terbuka. Pria itu masih belum terlalu terbiasa dengan keramaian, jadi berada di luar rumah membuatnya merasa tidak nyaman.

"Dasar Wonho bodoh!" rutuk Sooji, sekarang apa? Ia bahkan tidak tau harus mulai dari mana, semuanya akan terasa aneh jika dia yang melakukannya sendiri.

"Apa?" Myungsoo mengerutkan kening menatap Sooji, merasa mendengar gerutuan dari wanita itu, tapi tidak terlalu jelas karena suaranya yang kelewat pelan.

"Tidak, aku tidak berbicara padamu. Aku hanya sedang berpikir, tunggulah sebentar lagi." Sooji menyentuh lengan Myungsoo berusaha untuk meyakinkan bahwa mereka tidak akan lama lagi segera berpindah dari tempat itu.

Myungsoo menurut dan menunggu dalam diam, sementara Sooji telah berpikir keras mencari cara untuk melakukan apa yang disarankan oleh Wonho.

"Myungsoo, bisakah kau menungguku disini sebentar? Aku harus membeli sesuatu," Myungsoo mengerutkan keningnya ketika Sooji berbicara, "hanya sebentar."

Sooji yang tadinya ragu mau meninggalkan Myungsoo di tempat ini terpaksa menetapkan pilihannya, mereka tidak akan mendapatkan hasil apapun jika ia tidak mencobanya kali ini.

"Beli apa?"

"Sesuatu--berjanjilah padaku untuk tidak berpindah dari tempatmu sekarang dan jangan berbicara pada orang yang tidak kau kenal, oke?" Myungsoo menganggukan kepalanya mendengar peringatan Sooji, setelahnya wanita itu berjalan menjauh darinya. Myungsoo masih menatap punggung Sooji yang mulai tidak terlihat dari pandangannya.

Seperti perintah Sooji, ia bahkan tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya. Myungsoo masih memandang satu titik dimana terakhir kali melihat Sooji. Beberapa menit berselang, tapi sama sekali tidak ada tanda-tanda bahwa wanita itu akan kembali.

Myungsoo sedikit kehilangan orientasinya ketika terus menatap orang-orang di hadapannya, semakin lama semakin banyak yang berjalan melewatinya. Ia memejamkan mata sebentar kemudian membukanya lagi.

Dan tubuhnya tersentak saat seseorang entah dengan sengaja atau tidak menubruk punggungnya membuatnya langsung membalikan badan.

"Astaga, maaf-maafkan saya-"

Myungsoo terlihat mengernyit saat menyadari siapa yang telah menabrak tubuhnya itu, ia bingung. Bagaimana bisa wanita itu muncul dari belakangnya sementara tadi dia pergi ke arah yang berlawanan. Alisnya semakin berkerut ketika melihat tangan Sooji yang sudah memegang sesuatu.

Dan ketika Sooji mengangkat wajahnya untuk bisa menatap Myungsoo, tiba-tiba saja mata pria itu menjadi buram.

"Astaga, maaf-maafkan saya."

"Tidak apa-apa, lain kali perhatikan jalanmu."

"Myungsoo?" Sooji panik saat melihat wajah Myungsoo berubah menjadi seputih kapas, es krim yang tadi digenggamnya kini sudah teronggok di atas jalanan dan tangannya memegang kedua lengan Myungsoo yang terlihat lunglai itu.

"Ti-tidak perlu,maafkan saya karena saya kemeja anda jadi kotor "

"Sudah kukatakan tidak apa-apa. Siapa namamu adik kecil?"

"Soo-Sooji, Bae Sooji."

"Nama yang indah. Sampai bertemu lagi, Sooji?"

Myungsoo merasakan sesuatu melintas di dalam pikirannya yang selama ini kosong, tiba-tiba saja ia merasa seperti sebuah palu godam menghantam kepalanya dan matanya menggelap.

Begin Again | MS #2 [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang