BA16. Who Are You? (1)

5.7K 769 118
                                        

Ruangan itu menjadi hening seketika, mereka terdiam dengan cara yang begitu mengejutkan. Sooji bahkan seakan lupa cara untuk bernafas setelah kata yang keluar dari bibir pria itu melantun membelai telinganya.

Wonho yang menyaksikan serta mendengar semuanya ikut menegang, apakah semua ketakutan mereka akan resiko yang didapatkan Myungsoo benar-benar terjadi?

Pria itu kehilangan memorinya dan Wonho masih terlalu shock untuk mencerna semua itu.

Terdiam cukup lama hingga Sooji melihat raut wajah pria itu semakin heran akan dirinya, dia menarik nafas panjang dengan mata mengerjap.

"Myungsoo, kau ti-tidak ingat aku?" Sooji bertanya lirih dan hati-hati, takut membuat kondisi pria itu memburuk hanya dengan pertanyaannya.

Myungsoo semakin memperdalam kerutan di keningnya menatap Sooji tanpa berkedip dengan binar kebingungan terpancar dari kedua bola matanya membuat Sooji tercekat di tempatnya.

"A-apa yang terjadi? I-ini ti-tidak mungkin." Tubuh Sooji merosot terjatuh ke lantai begitu menyadari bahwa Myungsoo memang tidak mengingatnya, memeluk dirinya sendiri merasakan sesak di dadanya yang begitu mencekam.

"Mommy!"

Jisoo yang tidak memahami perkara yang terjadi antara ayah dan ibunya langsung meloncat turun dari kursinya untuk memeluk Sooji. Melihat ibunya menangis histeris seperti itu membuatnya ikut menangis.

"Don't cry mom, don't cry," bisik Jisoo disela tangisannya, tapi Sooji sekarang terlalu tuli untuk mendengar permintaan putrinya, ia terus menangis seolah tidak ada hari esok untuk bisa menumpahkan semua air matanya.

Sementara Wonho yang masih mematung di tempatnya menatap Myungsoo, pria itu bahkan tidak menunjukkan emosi apapun ketika menyadari Sooji dan Jisoo menangis di sampingnya. Hanya ekspresi bingung yang dipancarkan olehnya seakan dia memang tidak mengetahui identitas kedua wanita tersebut.

Dengan langkah pelan, akhirnya Wonho memutuskan untuk mendekat. Berjalan memutari ranjang dan mendekati Myungsoo.

"Myungsoo?"

Pria itu menoleh padanya lalu kembali kerutan samar itu muncul di keningnya saat menatap Wonho. Matanya benar-benar memandangnya penuh tanya, seolah mencari jawaban akan siapa dirinya saat ini dan itu membuat Wonho mendesah.

Ini benar terjadi dan Myungsoo melupakan semuanya.

"Kita telah membuat kekacauan brother," gumamnya sebelum menekan tombol yang tersedia untuk memanggil perawat atau dokter yang bertanggung jawab atas Myungsoo.

*

Sooji masih tergugu di tempatnya sementara Jisoo sudah terlelap dalam pangkuan Wonho, anaknya itu terlihat kelelahan saat menemaninya menangis hampir selama hampir satu jam terakhir dan Sooji menyesal karena membuat Jisoo harus ikut menangis karenanya.

"Katakan padaku ini hanya mimpi, Wonho?" Sooji bergumam pelan, matanya tidak beralih dari kaca pembatas antar ruangan di mana Myungsoo sedang di periksa pasca operasi.

"Kalau bisa aku juga berharap seperti itu," Wonho mendesah, tadi dokter datang ke kamar Myungsoo dan menyarankan untuk kembali melakukan CT Scan serta MRI untuk mengetahui lebih lanjut kondisi kepalanya.

Mereka hanya berharap pemeriksaan tersebut bisa memberikan mereka hasil yang berbeda dari apa yang sekarang mereka hadapi.

"Apa yang akan kita lakukan?"

"Entahlah."

Keduanya terdiam, pikiran serta jiwa mereka seakan terkuras habis-habisan karena kenyataan yang ada. Mereka tidak sanggup untuk membayangkan jika harus menghadapi Myungsoo dengan segala memorinya yang telah hilang.

Begin Again | MS #2 [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang