"Mom, I miss grandpa and uncle Sam."
Jisoo memeluk Sooji yang memangkunya, sudah waktunya untuk tidur tapi seperti biasa ibunya harus menidurkannya lebih dulu sampai bisa terlelap.
"We can visit your grandpa if your father in better condition"
"Uncle Sam?"
"Nanti, kita berlibur ke Birmingham dan bertemu dengan uncle Sam."
Jisoo tersenyum senang, setidaknya ia telah mendapatkan janji dari ibunya yang suatu saat nanti pasti akan ditepati. Ibunya tidak pernah mengingkari janjinya jadi Jisoo merasa tenang sekarang meskipun ia sudah sangat merindukan kakek dan pamannya yang berada di benua lain.
"Sekarang tidur ya, besok Jisoo harus sekolah."
Sooji menimang tubuh Jisoo yang berada di pangkuannya sembari menepuk punggungnya dengan lembut sehingga membuat kantuk kini menerjang Jisoo.
Setelah beberapa menit Jisoo tertidur, Sooji membaringkan anaknya, menyelimuti lalu keluar dari kamar putrinya itu.
Ia menghela nafas panjang lalu memasuki kamarnya sendiri. Sooji sedikit terkejut saat melihat Myungsoo masih belum tidur dan duduk di ranjang menatapnya seolah sedang menunggu kedatangannya.
"Kenapa belum tidur?" Sooji mendekat lalu naik ke atas ranjang.
"Aku menunggumu." Senyum Sooji terulas saat mendengar jawaban Myungsoo.
"Kau sangat manis, ayo tidur kalau begitu."
Sooji berbaring dan diikuti oleh Myungsoo, tubuh keduanya terlentang menghadap ke langit-langit kamar dengan mata yang masih terbuka lebar.
"Kau terlihat sudah akrab dengan Wonho," ujar Sooji membuat Myungsoo menoleh padanya.
"Tidak tidur?"
"Memangnya kau sudah ingin tidur sekarang?" Sooji terkekeh pelan ketika Myungsoo menggelengkan kepalanya, "nah kalau begitu ayo jawab pertanyaanku. Sejak kapan kau akrab dengan Wonho?"
Sooji awalnya memang sedikit terkejut ketika melihat Wonho dan Myungsoo terlibat pembicaraan yang mungkin agak serius beberapa hari lalu, meskipun ia ragu karena kondisi Myungsoo yang belum pulih, tapi tetap saja melihat raut wajah keduanya ia bisa menebak jika topik yang mereka bicarakan adalah sesuatu yang cukup serius.
Hingga saat ini ketika Wonho datang ke rumah ini untuk mengantar atau menjemput Jisoo, dia pasti selalu menemui Myungsoo. Entah hanya menyapanya atau membicarakan sesuatu yang sama sekali tidak diketahuinya.
"Tidak tau." Jawaban Myungsoo membuat Sooji menoleh untuk mengamati pria itu, kenapa membutuhkan waktu lama untuk menjawab pertanyaannya? Alisnya berkerut saat tiba-tiba saja ia merasakan kecurigaan antara kedekatan kedua pria itu.
"Bukannya kau tidak suka dengannya?"
Myungsoo menoleh pada Sooji menatap wanita itu heran, seolah apa yang dikatakannya adalah sesuatu yang konyol.
"Dia saudaraku."
Sooji terperangah. Baru berapa hari yang lalu Myungsoo merajuk karena Wonho mendekati anaknya, sekarang pria itu dengan sadar menyangkal bahwa dia tidak menyukai Wonho dan mengakui pria itu sebagai saudaranya yang merupakan hal baru untuk Sooji.
"Kau terlihat aneh, apa yang Wonho berikan padamu sampai kau berubah secepat ini?" Sooji berucap heran, ia bukannya tidak senang dengan akurnya kedua pria itu, tapi tetap saja ia merasa ada kejanggalan dengan sikap Myungsoo semenjak melakukan gencatan senjata bersama Wonho.
"Aku tidak berubah--" Myungsoo menguap menghentikan kalimatnya sejenak sambil melirik Sooji, "mengantuk, selamat malam," lanjutnya lalu memejamkan mata dengan cepat tanpa menunggu balasan Sooji.
KAMU SEDANG MEMBACA
Begin Again | MS #2 [COMPLETED]
Fanfiction[COMPLETED] Pt. 1 - 7 : PUBLIC Pt. 8 - END : PRIVATE ===================================== Marriage Series #2 Begin Again Tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menghabiskan waktumu menjalani hidup sendir...
![Begin Again | MS #2 [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/79542845-64-k210882.jpg)