Pria itu mendengus, kepenatan tiba-tiba melandanya, padahal hari ini terbilang hari yang cukup cerah, tapi ia bosan harus terkurung dalam kamar ini. Selain ingatannya yang tidak ada sekarang ini, ia merasa baik-baik saja dan tidak perlu untuk dirawat. Tapi wanita itu memaksanya, sampai dia sembuh katanya.
"Aku sedang tidak sakit Sooji."
"Jawabannya tetap tidak Kim Myungsoo!"
Myungsoo mendengus untuk kesekian kalinya, sejak dari bangun pagi tadi sampai sore ini ia selalu merengek untuk dipulangkan saja, bosan karena tidak bisa melakukan apa-apa di sini dan ia merasa seperti tahanan.
"Tapi aku bosan?"
"Hanya sebentar, kau akan segera pulang."
Sooji berjalan menjauhi ranjang Myungsoo dan meraih tas tangannya yang berada di sofa untuk mengambil ponselnya yang sedang berbunyi.
"Halo--oh ya, baiklah aku akan menunggu kalian--tidak, tidak ada masalah--oke, hati-hati."
Sooji menutup sambungan ponselnya lalu menghela nafas menatap Myungsoo.
"Siapa yang menelpon?"
"Seseorang yang ingin menjengukmu," jelas Sooji membuat wajah Myungsoo seketika berubah
menjadi berbinar.
"Benarkah? Siapa temanku? Keluarga? Atau--pacarku?"
Sooji melototi pria itu ketika dengan girangnya berseru mengatakan 'pacar' di hadapannya membuat Myungsoo mengigit bibirnya sambil tersenyum kikuk.
"Kau bilang kau bukanlah pacarku, jadi kupikir ada orang yang memang menjadi pacarku."
Sooji mendengus.
"Berhenti beromong kosong! Pria setua dirimu sudah tidak pantas berpacaran," sahut Sooji ketus membuat Myungsoo berpikir.
"Ah jadi maksudmu istri? Oh tuhan! Aku punya istri? Apa dia cantik? Lalu di mana dia sekarang?" Mata Myungsoo melebar menatap Sooji penuh harap akan jawaban darinya.
Sooji menggeram! Benar-benar tidak suka dengan Myungsoo yang menyebalkan dan cerewet seperti ini. Dalam hati bersumpah jika ada kesempatan, ia akan menyumpal bibir pria itu agar tidak mengoceh lagi.
"Sooji? Apa benar istriku yang akan datang?"
Sooji mendekati Myungsoo lalu duduk di tepi ranjangnya, saling berhadapan menatap pria itu gusar.
"Aku istrimu."
Sooji begitu gugup akan reaksi Myungsoo setelah memberitahu hal ini, ia hanya mampu menebak-nebak apakah Myungsoo menerimanya atau malah menolak?
Sementara Myungsoo hanya diam, lebih tepatnya ia sedang mengamati wajah Sooji. Kemarin wanita itu menyangkal bahwa dia adalah kekasihnya dan sekarang dia mengaku sebagai istri?
"Kau? Istriku? Pft---" Myungsoo tertawa terbahak-bahak membuat Sooji mengernyit heran.
"Aku sedang tidak melucu."
"Tidak, hanya saja bagaimana bisa kau menjadi istriku? Oh tunggu--jangan katakan jika kita sudah memiliki anak juga?"
Sooji mengangkat alisnya, selama hidupnya mengenal Myungsoo ia sama sekali tidak pernah melihat pria itu tertawa selepas dan sekonyol ini. Ini pertama kalinya dan itu membuat jantung Sooji berdesir sejenak, tetapi mengingat pertanyaannya barusan membuatnya melupakan desiran itu secepat ia datang.
"Kita memang memilikinya."
Tawa Myungsoo langsung berhenti memasang wajah bodohnya menatap Sooji, "jangan bercanda," Perasaan pria itu tiba-tiba menjadi buruk saat tidak menemukan sedikitpun raut candaan dari wajah Sooji. Wanita itu malah menatapnya tegas seolah menyampaikan bahwa apa yang dia katakan adalah kebenaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Begin Again | MS #2 [COMPLETED]
Fanfiction[COMPLETED] Pt. 1 - 7 : PUBLIC Pt. 8 - END : PRIVATE ===================================== Marriage Series #2 Begin Again Tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menghabiskan waktumu menjalani hidup sendir...
![Begin Again | MS #2 [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/79542845-64-k210882.jpg)