Maaf untuk part ini saya posting ulang karena ada sedikit penambahan cerita....
********
Andi POV
Hari ini acara berjalan dengan lancar. Dari mulai check in peserta, upacara pembukaan, dan sampai sekarang, peserta sedang di dalam barak masing-masing sedang beristirahat karena acara demi acara yang melelahkan akan segera dimulai.
.
.
13.00 WIB.
Peserta dikumpulkan di lapangan luas di tengah-tengah sekolah ini sesuai dengan ketinggian badan peserta. Semakin rendah tinggi badannya maka semakin di belakang pula barisnya, dan begitupun sebaliknya
Terdengar suara garang Pampas sedang mengatur barisan. Sedangkan gua sendiri, tinggal santai saja melihat dari belakang layar. Karena tugas gua hanya untuk menyiapkan peralatan upacara dan saat sesi materi di aula.
Namun tetap saja gua harus membantu divisi lain jiga saat gua lenggang dan divisi lain sibuk. Jadi saling membantu antar divisi per kecabangan masing-masing. Karena tugas utama seorang Propas itu untuk menghibur peserta disela-sela lelahnya kegiatan lapangan bersama pelatih.
Seorang Propas memghibur pa para peserta bukan dengan lawakan atau tarian erotis ya, melainkan dengan macam-macam permainan yang seru dan menyanyikan lagu-lagu paskibra untuk menumbuhkan semangat latihan kembali.
.
.
Matahari sudah mulai condong di ujung barat. Waktupun sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB. Lahitan di hari pertamapun usai, dan peserta diperistirahatkan di barak masing-masing untuk menunggu sesi sholat maghrib dan dilanjut dengan ceramah sampai Isya menjelang.
Sedangan gua sendiri, ya cari makan lah. Emang sih panitia juga dapat jatah makan. Tapi nanti setelah semua peserta makan, dan itu masih lama karena jadwal makan peserta itu jam 19.30 - 20.00 WIB. Itu artinya makan malam panitia jam 8, keburu mati gua. Dan coba bayangkan peserta yang jumlahnya hampir seribu orang harus makan dalam waktu 30 menit saja. Dari mulai persiapan, antre, makan sampai cuci piring. Harus cukup waktu dalam 30 menit. Tugas Pampas divisi lapangan dan Adpas divisi dapur yang mengatur itu agar waktu berjalan dengan efektif.
Waktu di jam dinding yang memggantung di dinding barak gua masih stay di angka setengah 6 sore. Mau cari makan keluar harus ijin dulu ke pembina, mau jajan di kantin sekolah harus sembunyi-sembunyi karena jangan sampai terlihat oleh peserta yang dilarang ke luar barak.
Mau mandi juga masih ngantri. Oh iya, untuk peserta dilarang mandi loh kecuali buang air. Kabayang 2 hari gak mandi sedangkan latihan mengeluarkan banyak keringat. Idiih, bau tu pasti. Hahahaha..
Tetapi walaupun peserta tidak mandi mereka tetap menjaga tubuh tetap wangi dengan diwajibkan selalu menggunakan parfum disetiap kegiatan bahkan kebersihan pakaian juga dijaga karena setiap pergantian jadwal selalu mengganti pakaiannya. Jadi saat olahraga pagi dan latihan lapangan menggunakan seragam olahraga asal sekolah, ganti jadwal bagian makan ganti pakaian lagi dengan setelan kemeja kotak-kotak + celana hitam, latihan lagi ganti lagi pake baju olahraga dan jika masuk waktu sholat pun peserta mengganti kostum dengan pakaian batik + celana hitam tentu untuk mempersingkat waktu berganti pakaian para peserta hanya diberi waktu 1 menit saja. Kebayang ribetnya yang jadi peserta puteri. Tapi enak barak puteri mah jendelanya di kasih gornen jadi jika pas para peserta sedang mengganti PDAT (Pakaian Dalam) tidak mau karena ada yang menghalangi. Beda dengan barak peserta putera, jendelanya terbuka bisa-bisa kelihatan pisangnya jika pas ganti CD.
.
.
Mau main ah ke barak panitia puteri. Siapa tau si Ayu punya makanan, bisa nebeng makan nanti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Untuk Andi (Boyxboy)
Diversos@@@_Bagian 14 saya private, jadi follow dulu baru bisa kebuka.._@@@ Sebuah cerita cinta sederhana yang tumbuh dalam sebuah naungan ikatan organisasi. Ini cerita bertema L(G)BT jadi yang gak suka sama cerita tema LGBT jauh jauh aja. Hehehe.. Dan sat...
