Keringat dingin sudah mulai bercucuran.
Kalian tau apa yang aku rasakan saat ini? Aku benar benar malu dan merasa sangat bodoh. Benar, hari ini memang sangat melelahkan
Aku menghembuskan nafasku berkali kali sebelum benar benar melihat wajah ibu yoongi dengan jelas.
Aku membalikkan badanku perlahan dan mendekati ibu yoongi dengan perasaan takut. Berarti mereka mengintip aku dan yoongi saat dia mengantarku pulang tadi. Apa ini sebabnya mereka semua menatapku seperti itu?
Mungkin.
"A-annyeong hasseo ahjumma" ucapku gugup setengah mati berusaha tersenyum kearah ibu yoongi
Ah aku akan dianggap apa setelah ini tuhann. Mungkin aku akan dianggap anak yang kasar, anak yang tidak tahu sopan santun dan anak yang tidak tahu malu.
Ibu yoongi tersenyum bahagia saat mendengar suaraku. Apakah suaraku terdengar lucu?
"Jangan gugup yejung-ah, bibi tidak akan menganggapmu buruk"
Aku menghembuskan nafasku lega setelah mendengar perkataan dari ibu yoongi, dia sepertinya bisa membaca fikiranku
Ibu yoongi lalu memegang kedua pundakku "aku bahagia bisa bertemu denganmu" lanjutnya
Aku mengerutkan alisku bingung "maksud bibi?" Tanyaku
"Aku baru melihat yoongi bisa hangat seperti tadi" jawabnya mengelus kedua pundakku
Aku tersenyum untuk membalas semua perkataannya. Aku sudah terlalu lelah untuk mengucapkan 1 huruf pun
"Ah, yejung-ssi lebih baik kau istirahat saja. Bibi tau, kau pasti lelah sudah berkencan seharian dengan yoongi, sampai bajumu kotor dan kusut begini" balas ibu yoongi sambil terkekeh
Omo! Apa yang sebenarnya ia katakan? Aku sama sekali tidak berkencan dengannya
"Tapi- bibi- ak-aku-" aku menjawabnya dengan terbata bata berusaha melawan ucapan yang baru saja dikatakan ibu yoongi
"Aku harap kalian bisa bertahan lama" ujarnya sekali lagi dengan senyuman bahagianya "kapan kapan, berkunjunglah kerumah kami dengan yoongi. Bibi akan memasakkan makanan untukmu" lanjutnya
Aishh. Aku sama sekali tidak pernah punya status apapun dengannya. Tapi kenapa orang ini terus terusan begini.
Aku hanya bisa menarik nafasku panjang dan tersenyum dengan senyuman terpaksa menurutku
"Baiklah, bibi, eomma, appa, aku akan pergi tidur. Maaf karena aku pulang telat" ucapku sambil memandangi mereka satu persatu
"Jaljjayo" lanjutku seraya membungkkan badan dan segera naik kelantai dua dimana kamarku berada
"Orang orang tua itu, benar benar keras kepala" umpatku
-------
Kami baru saja menyelesaikan latihan tennis 10 menit yang lalu. Sekarang sudah hampir malam tapi anak tennis belum juga enggan bangkit dari ruang tennis.
Mereka bilang masih terlalu lelah katanya. Semua anak tennis harus rajin latihan sekarang walaupun mereka tidak terpilih untuk mewakili sekolah sekalipun.
Aku duduk bersandar dibawah lokerku dengan jisy dan jae in untuk melepas lelah kami. Sedangkan satu persatu anak sudah mulai pergi.
"Apakah kalian akan pulang?" Tanya jisy
Aku menggeleng
Lalu jisy menatap kearah jae in
"Aku mau ke kamar mandi" jae in berdiri langsung berlari secepat kilat/? Dengan keringat dingin. Sepertinya dia itu menahan pipis daritadi

KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny.
Storie d'amore"Sedekat dekatnya aku dengannya, jika memang aku hanya ditakdirkan untukmu, dia bisa apa?" -MYG "Aku bisa saja menjauhimu, tapi jika aku memang ditakdirkan untuk selalu disisimu, apa aku akan menolaknya? Tentu saja tidak" -SYJ "BECAUSE YOU'RE MY DES...