Rizal dan Satria

7 0 0
                                        

"Hei Budi."

"Eh? aku kira kamu tidak akan datang."

"Hahaha... aku benar-benar minta maaf Bud, aku sedang mencari seseorang juga, jadi aku hampir lupa."

"Begitu ya."

"Hahaha... Jadi, mana orang itu?"

"Ah tentang itu, dia sedang ada urusan lain."

"Sayang sekali, padahal besok aku mau pergi lagi."

"Hah? Pergi kemana lagi?"

"Ya itu, aku mencari orang, ada yang belum datang ke persembunyian waktu itu, jadi sekarang kami mencarinya."

Aku kira sudah lengkap, ternyata belum.

"Mungkin aku bisa bantu."

"Bantu?"

"Ya, dari pada aku menunggu lagi."

"Ohaha... betul-betul, kalau masalah cari orang sebenarnya kami tinggal menghampirinya, tapi setelah itu aku pasti langsung menuju sana."

"Menuju mana?"

"Kastil Sewo, tempat Roy tinggal."

Sewo? Nama apa itu? Dan siapa itu Roy?

"Siapa dia?"

"Dia yang menyebarkan rove kepada para penjahat di negara ini, dia sangat sulit ditemukan, aku harus melakukan pengamatan selama bertahun-tahun sebelumnya."

Ahh... ini dia salah tahu pertanyaanku. Apa karena ini dia negara ini jadi kacau?

"jadi karena rov dia sekarang jadi ada peperangan?"

"Tidak juga, malah sepertinya dia itu hasil dari peperangan."

"Begitu ya, tapi selama aku tinggal disini, aku tidak melihat adanya peperangan, aku hanya mendengar berita peperangan di provinsi sebelah."

"Itu karena daerah ini sangat terpencil, aku sendiri heran kenapa provinsi ini tidak menjadi medan perang. Mungkin ini hanya masalah waktu saja."

Jadi kapanpun perang bisa terjadi disini ya, bahaya sekali kalau itu terjadi.

"Budi, jadi apa alasanmu yang sebenarnya?"

"Alasan?"

"Iya, kau ingin ikut aku."

"Oh itu, entahlah, pada awalnya, aku hanya ingin keluar, tapi setelah beberapa hal yang terjadi. Sepertinya alasanku berubah."

"Berubah? Lalu apa sekarang?"

"Aku tidak mau hal di desaku terjadi lagi dan aku ingin menolong orang, rasanya tidak adil hanya desaku saja yang mendapat kedamaian."

"Begitu ya, tapi itu hal yang mustahil Bud, Dunia ini saling timpang tindih."

"Aku tahu, tapi setidaknya, aku bisa menjamin desaku."

Ya, itu tujuanku sekarang, jadi aku hanya ingin mencegahnya dengan mengurangi kejahatan di sekitar desaku.

"Kalau itu, mungkin bisa, tapi kamu bakal menghadapi musuh yang kuat Bud."

"Tenang saja, aku sudah pernah melawan monster."

"Monster? Monster apa?"

"Minitaur"

"Ouh itu, masih belum seberapa."

"Belum??"

"Kamu masih ingat dengan Kuncoro kan? Dia itu menggunakan rov, kalau saja dia tidak menggunakanya, dia sudah mati. Dan banyak orang semacam dia di luar sana. Kamu beruntung belum bertemu dengan orang seperti dia lagi."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 14, 2016 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Light Stone : Wanderer Stone Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang