Two

62 3 2
                                        

"Cher, fakultas kesenian akan melakukan evaluasi minggu depan? Kau mau menemaniku?Seokjin oppa akan tampil disana... Yayaya?" Yerim memohon dengan puppy eyes-nya. Kelas baru saja berakhir dan aku harus buru-buru merapikan bukuku.

"Siapa itu Seokjin oppa?" Tanyaku sambil menguap. Aku sangat mengantuk karena semalaman mengerjakan tugas ditambah dengan mata kuliah yang membosankan.

"Kakak kelas tampan dari jurusan seni peran. Aku pernah menunjukkannya padamu waktu itu. Jangan bilang kau melupakan wajah tampannya!" Yerim menggembungkan pipinya. Ia harus berhenti bertingkah menjijikkan seperti ini. Ah, I don't like aegyo. Why all Korean girls like to do aegyo like what the heck? What is definition of aegyo actually? It's such a useless trick, I never fall for whoever try to aegyo for me. But Its just their culture, so it's okay I have to deal with it.

Tunggu, biar aku ingat-ingat. Seokjin oppa...?

"Laki-laki yang kau tunjukkan di café waktu itu?" Tanyaku setelah mengingat sedikit tentang kejadian beberapa minggu yang lalu sembari berjalan keluar kelas.

Dia 'kan mahasiswa sunbae yang menjadi salah satu member Bangtan. Ya, aku ingat! Si tampan yang menjadi rebutan para mahasiswi dan anak emas para dosen, bahkan sampai dosen jurusanku. salah satu pria yang masa mudanya 'membusuk' sepertiku. Grup jjeoreo.

Mungkin aku bisa melihat penampilan Bangtan lagi. Lebih tepatnya Melihat secara official penampilan mereka yang jjeoreo tanpa bersembunyi. Apakah mereka akan tampil minggu depan? Atau hanya Seokjin sunbae?

"Apa yang akan Seokjin sunbae lakukan?" tanyaku berusaha tidak terlihat penasaran.

"Ia akan menari dan menyanyi seperti idol grup K-pop! Kyaaaa!!!" Yerim baru saja berteriak di depan wajahku. Mungkin ini yang namanya fangirl. Ternyata benar, Bangtan akan tampil.

"Memangnya ia bisa?" Aku tidak mengerti mengapa aku menutupi fakta bahwa aku sudah melihat penampilan mereka duluan dari Yerim. Mungkin hati kecilku tidak sanggup menghancurkan rasa penasarannya. She must be so exited.

"Entahlah, sebenarnya aku juga ragu. Kita lihat saja nanti! Meskipun penampilannya tidak sesuai ekspektasi semua orang, aku akan tetap menjadi fans nomor satu-nya!" Mengapa ia exited sekali? Ia masih saja berteriak padahal aku ada di depan wajahnya.

"By the way, kenapa Seokjin sunbae menyanyi dan menari? Apakah ia ikut audisi menjadi trainee boyband salah satu agensi hiburan?" Tanyaku 'agak' penasaran. Aku benar-benar harus memancingnya perlahan-lahan, I don't want to make it too obvious that I'm curious to death.

"Kalau kau menjadi mahasiswa fakultas seni kau diharuskan memiliki bakat lain di bidang seni. Misalnya seperti Seokjin oppa, ia mengambil jurusan seni peran tapi ia juga harus mempelajari dasar dari cabang seni yang lain. Ia akan diminta memilih paling tidak dua cabang seni yang ia sukai dan menjadikannya semacam ekstrakulikuler. Seokjin oppa memilih menari dan menyanyi untuk menjadi ekstrakulikuler-nya. Semua kegiatan ekskul itu tidak dipertunjukkan kepada orang lain. Ia akan berlatih seperti trainee sebuah agensi hiburan. Semua hasil latihan itu akan ditunjukkan pada evaluasi minggu depan. Itu akan menjadi semacam debut untuk Seokjin oppa dalam bidang ekskulnya. Sementara untuk evaluasi akhir dalam bidang aktingnya itu berbeda. Untuk lulus dan mendapatkan gelarnya, ia harus menamatkan ujian akhir jurusannya serta ekskul-nya", jelas Yerim panjang lebar seolah ia adalah mahasiswa tingkat akhir di fakultas kesenian. Aku mengangguk mengerti.

"Dan berhubung ia adalah mahasiswa tingkat akhir jadi ia harus menjalani semua ujian itu. Debut stage-nya minggu depan. Aku sangat tidak sabar! Aktingnya sangat baik, aku yakin suaranya juga tidak buruk. He will slay!" Yerim terlihat lebih antusias dari sebelumnya.

Twenty TwoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang