Sick!

2.3K 50 0
                                    


Dokter? Bagaimana keadaan anak saya?
Tanyak Alva

Rianrah mengalami pendarahan terlalu banyak! Kami sudah berusaha keras namun dia ...

dokter? Rianrah kenapa dok?

Dia sedang kritis.

Astaga....
Kalimat itu yang diucapkan Anita lalu berlari sejauh mungkin dari ruang Rianrah dirawat.
Kini dia berlari dengan tangisan yang terisak.

Anita POV
Apakah ini salahku?
Mengapa anak itu bisa kritis?
Maafkan aku Tuhan...

Entah kenapa aku bisa seperti ini. Ini semua bukan salahku, dia yang mencitaiku!
hiks hiks hiks.
Bagaimana jika anak itu meninggal? Apa aku yang membunuhnya?
Bukan aku!!! Hiks hiks.

Sayang?
Alva memanggilku lalu
duduk di samping ku

Mas! Apa aku bersalah?
Hiks hiks, tanyaku lalu memeluknya sehingga tangisku tertempel di baju nya.

Anita!!
Ini bukan salahmu! Ini salahku, jangan menyalahkan dirimu.

Tapi dia sedang kritis Mas.
Dia syok karna kemari.
Ucapku dengan suara agak tertahan

Aku tau dia kritis. Rianrah orang kuat sayang! Dia anak yang kuat. Dia tidak mungkin meninggalkan kita dengan secepat itu.

Tapi mas!
Belum sempat ucapanku sampai tetapi..

Sudah anita! Jangan membuat aku pusing!!
Kita berdoa saja supaya dia selamat!
Jika kau bersedih, itu sama sekali tidak ada gunanya.
Ayok kita ke UGD!
Kita tunggu saja mudah2 han dia bisa selamat!

Kini kami berjalan dan akhirnya kami sampai di UGD.
Sepertinya bibi Maron dan Rafael sangat terpukau.
Ini salahku!

Author POV
Dokter yang berada di UGD sedang menangani Rianrah. Kurang lebih ada 10 dokter kepercayaan Alva. Dia tidak sembarang dokter!

Sepertinya pendarahan nya sangat parah, ucap dokter Ani

kurasa anak ini telah memecahkan cermin dengan satu kepalnya. Sambung dokter basuki

Dokter Fina, tolong bersihkan tangan kiri anak ini. Ada pecahan kaca yang masih tertempel di tangan kirinya itu. Ucap dokter Fandi.

Dokter!! denyuk nadinya melemah..

Astaga!! Apa anak ini bisa selamat?

Butuh waktu 2 jam.
Akhirnya selesai!
10 dokter itu keluar dari UGD
masa kritis Rianrah sudah terlewati.

Bagaimana dokter?
tanyak Alva dengan panik

Masa kritis anak kamu sudah selesai alva.
Ucap dokter Ani. Sekaligus spupu Alva

Kami kira Rianrah sudah tidak bisa diselamatkan, tetapi doa kalian terkabulkan.

Terimakasih Ya Allah.
Ucap bibi Maron dalam hatinya.

—-blackWhite----—

Setelah semuanya sudah berakhir. Rianrah kembali ke sekolah dengan wajah dingin nya, tetapi perban masih ada di tangan kirinya. Dan di tangan kanannya masih ada bekas goresan.

"Rianrah kamu yang sabar yah! Kasihan tangan kamu.
Ucap jessi yang duduk berseblahan dengan rianrah

"Makasih Sab!

Oh iya kemarin, ada undangan untuk kau Nrah

Undangan apa sab?

Undangan tawuran!
Sepertinya anak basket sama anak volly mau tawuran deh!
Dan anak basket undang loh untuk jadi ketuanya.

Gue setuju!!

sepulang sekolah di belakang sekolah, tepatnya di gudang yang luas itu.
Tapi kan tangan luh masi diperban, emang loh bisa lawan anak volly?

gue memang sakit! Tapi nggak seberapa. Gue juga butuh lampiasan!

Akhirnya bel tanda pulang pun berbunyi.
Rianrah kini berjalan menuju Gudang belakang sekolah nya.
tidak butuh waktu lama, Rianrah sampai.

Wah!wah!wah
Jagoan kita sampai nih.
Ucap anca ketua Tim basket

Jadi luh mau tawuran sama anak volly? Tanyakku

Gitu deh.

Tawuran pun dimulai!

----------------

Di rumah.

Rianrah POV
Ahkk sakit kak! Pelan2 napa!
Ucapku kpda kak Rafael

Makanya jadi orang itu nggak usah jadi pahlawan.
Luh cewek bukan cowok!!!
Ucapnya lalu membersihkan lukaku
Lagian tangan loh belum sembuh, luh tambah lagi di bagian muka. Dasar bodoh!!!

Kak kalo nggak sudi bersihin luka gue, bilang donggg!!!
Kagak ikhlas banget sih jadi orang.

kakak perhatian Rianrah! Ini demi kebaikan kamu.
kalo paman tau, luh mau apa? Hah

Udah deh nggak usah nyerocos mulu! Yang sakit gue ,bukan kakak !jadi tenang kak -_-

Lukamu udah bersih!
Kakak mau ke kamar yah.

Oke kak! Makasih yah

Sama". Kak rafael berjalan dan meninggalkan kamarku yang sudah sangat rapi!
Semua sudah diganti dengan yang baru!

BLACKWHITETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang