Pagi itu menjadi ujung perpisahan antara Taeyong dan Jisoo. Keduanya memiliki tujuan dan cita-cita berbeda di New York.
Perpisahan. Kata-kata itu memilukan hati Jisoo. Padahal, mereka berdua baru kenal sepersekian jam, tapi Jisoo sudah baper maksimal. Hh.
Bandar Udara Interasional John F. Kennedy menjadi saksi bisu perpisahan mereka. Tangan Taeyong yang melambai ke arahnya sembari masuk ke dalam taksi.
Itulah ingatan terakhir Jisoo tentang Taeyong.
===
Taeyong tidak langsung bertemu perempuan yang diberitahukan Ibunya. Selama beberapa hari, ia masih belum mau menghubungi perempuan itu. Alasan klasik; masih mau menikmati indahnya New York yang tidak pernah mati itu.
Setelah beberapa hari di kota ini pula, Taeyong baru ingat bahwa New York adalah kota impian Krystal. Masih jelas di ingatan laki-laki itu bagaimana Krystal ingin di masa depan mereka honeymoon ke kota ini bahkan tinggal di sini.
Jika begini caranya, bisa gagal rencana move on Taeyong.
Taeyong buru-buru mengalihkan perhatiannya. Ia mengambil ponsel dan menelpon nomor anak teman Ibunya itu. Memang tidak banyak clue yang diberikan. Hanya nama dan nomor ponsel.
"Nama lengkapnya Ibu nggak tau, Le. Nanti kamu keburu telat kalau Ibu nanya sekarang," Perempuan setengah baya itu mengelus kepala anaknya, kemudian melanjutkan, "Dulu sih pas kecil dipanggil Soo, nah lengkapnya Ibu nggak tau, Le."
Soo? Hye Soo? Ki Soo? Jae Soo? Jin Soo?
Terlalu banyak. Syukurlah ada nomor telepon yang diberikan Ibunya. Apalagi sekarang panggilan itu sudah dijawab oleh sang pemilik.
"Ini Soo, ya? Ini aku anak temen Ibu--"
"Oh, Yong, ya?"
Taeyong berdehem sebentar. Ia tidak menyangka bahwa Ibunya memperkenalkannya dengan nama kecilnya.
"Iya," Lelaki itu memberi jeda sedikit sebelum dengan mantap mengatakan,
"Jadi, kapan dan dimana kita ketemuannya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
fly | taeyong x jisoo
Fanficketika pesawat menjadi saksi bisu perjalanan cinta mereka. ©2016 jisoossi
