Maafkan banyak typo
Sehun memakai hoodie hitamnya, dan meninggalkan rumahnya. Berjalan kemana pun, asal Sehun tak berada di rumah.
Sehun berjalan menyusuri jalan Raya dan menundukkan kepalanya. Dan berhenti di depan supermarket. Sehun melangkahkan kakinya masuk ke supermarket dan mengambil minuman dan ia bawa ke tempat duduk di depan kaca.
Meminumnya sekali tegak. Sehun frustasi, otaknya tak bisa berfikir jernih.
Sehun mengusap kasar wajahnya dan menatap ke arah jalan yang ramai dengan pejalan kaki.
Berfikir, apa ini bukan mimpi? Atau ayahnya sudah gila? Memikirkan semuanya. Apa ayahnya tidak tahu rasanya sakit dan terbuang? Apa dia tak memahami dia dan ibunya?
Kata kata ayahnya masih terngiang ngiang dikepala sehun. Apa maksud itu semua?!
Flashback ⚠
"Kau sudah besar rupanya "
"Gak usah mengalihkan pembicaraan. Kenapa papah pulang?! "
"Kau tak rindu papah? "
Sehun diam. Menatap papahnya dengan tatapan menyelidik.
"Memang jika aku rindu atau tidak akan berpengaruh?! "
"Sehun, kamu gak boleh bentak bentak papah kamu. Dia pasti punya alasannya sendiri. "
Sahut mamahnya yang sedari tadi berdiri di antara mereka dengan mata yang sudah tak mampu menangkup air matanya.
Sehun murka, murka terhadap ayahnya. Apa dia tak tahu bagaimana perasaan ibunya dan perjuangan ibunya merawat sehun sedari kecil sendiri?!
Hampir saja sehun ingin melemparkan pukulan ke arah cermin yang bertengger di tembok belakang ayahnya berdiri, tapi...
"Aku kesini ingin memberi Tahu sesuatu... "
Sehun dan ibunya mendelik ke arah papahnya yang terlihat gugup untuk mengatakannya.
"Sebenarnya, kamu... Kamu sehun....
Punya adik perempuan. "
Ucap ayahnya.
Sehun melongo, bukan hanya sehun, mamahnya seakan ingin menumbangkan badannya yang tiba tiba terasa berat setelah mendengar perkataan suaminya.
Urat sehun menonjol di pelipisnya, wajahnya merah menahan amarah. Ingin sekali sehun memukuli papahnya sekarang juga.
Tapi sehun paham itu di larang agama.
"Adeekk??!! "
"Iya.. Sebenarnya, papah ke aussie itu hanya 10 tahun... Dan 2 tahun ini papah sudah di korea..."
Sehun mengalihkan pandangannya ke sembarang arah, memijat pelipisnya karena kepalanya pusing tiba tiba saat papahnya mengatakan semua itu.
Apa?! Sehun punya adik? Berarti papah selingkuh?! Menyakiti mamah?!
Apakah ini semua balasan papah atas apa yang telah dilakukan mamahnya? Menunggu kepulangan papahnya bertahun tahun. Membesarkan sehun seorang diri. Sabar karena sering di gosipin tetangga kalo udah di tinggal pergi suami.
Sabar dengan masalah apapun dan dia hadapin sendiri.Dan sekarang ini balasan papah?!!
Dulu sehun sempat berpikir negatif tentang papahnya yang tak pernah pulang, dan itu selalu ia tepiskan dan berpikir kalau papah di sana kerja. Dan sehun sempat bercita cita ingin menjadi seperti papahnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Freak Girl (SELESAI)
FanfictionDi sekolah gue tuh ada anak cewe yang culunnya minta ampun .Dia satu kelas sama gue. Dia kemana-mana bawa buku. Pake kacamata tebel rambutnya sering ia kucir kebelakang. Jarang banget dia gak pake kucir. Dan gak tahu kenapa gue bisa suka sama dia...