Ironi

48 1 0
                                    

Lidah-lidah itu nampak bijak
Manis dalam bertutur
Sedap di dengar
.
Lisan, hasilkan kias-kias penuh makna
Tertuju pada keadaan kacau
Sering yang sejatinya gundah malah terhina
Berkata tak manis penuh tegas dianggap meracau
.
Ada pula datang dari antah berantah
Kumpulan insan bersuara lantang
menyelisihi tanpa miliki latar ilmu yang terpercaya
Bernada sinis penuh arogansi menantang
.
Adakah engkau petik pelajaran?
Apa itu arti kesatuan
Namun hatimu buta terjebak khayal semu
Tak mampu jangkau apa yang ada di hadapmu
.
T'lah nyata meski samar
Butuh kerja ekstra merangkai esa
Petir kenyataan telah menyambar
Akhir zaman yang munculkan huru hara
.
Adakah engkau resapi pelajaran hidup?
Bahwa manusia berjalan hanya untuk mati
Jangan hanya engkau bicara prihal dunia dengan takjub
Sebab semua pasti akan kau tinggal pergi
.
Hanya terheran pada lucu manusia
Melempar ucap 'tuk menilai lainnya
Padahal "borok" kentara begitu jelasnya
Tepat indah hiasi punggung pemiliknya
.
Merangkai dugaan dari prasangka-prasa
ngka
Bukti terpampang tetap tertolak juga
Memang lucu engkau manusia
Mengaku taat namun tingkahmu liar
Nampak lembut ucapmu namun bermakna ingkar
.
Engkau berilmu sejatinya
Di teladani karena nampak arif penuh karisma
Tapi engkau terlampau dalam berbijaksana
Hingga engkau hanya hirau yang nampak indah di mata
.
Namun lupa akan realita perjalanan
Insan-insan pembela jalan kebenaran
Yang terdahulu sebelum ini
Mereka pun penuh akhlak dan kasih
.
Namun tegas pada prinsip yang harus dijaga
Terkadang menaringkan tingkah itu perlu
Agar engkau dapat menjaga risalahNya
Jangan hanya mengedepankan senyum plin-plan melulu
.
Lampung, 28-11-2016

Sajak-sajak Sang MujahidTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang