CLS~04

1.8K 143 2
                                        

Edisi revisi. Enjoy ya.

Bear, andai lo tahu pengorbanan gue agar bisa berada dekat lo

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bear, andai lo tahu pengorbanan gue agar bisa berada dekat lo.  Gue sampai harus betah~betahin tinggal di kamar yang besarnya gak lebih dari wc di rumah gue.  Udah gitu jelek lagi!
Untung bisa gue permakin dikit.  Gue mengganti wallpapernya, gue kasih karpet, Ac-nya gue ganti yang lebih bagus.

Lumayanlah, not bad.  Tapi kenapa lo menolak kamar lo dipermak juga, Bear?  Padahal gue sudah menyuruh kontraktornya untuk mempermak kamar lo juga, tapi mereka bilang lo menolaknya karena gak semua kamar diberi fasilitas itu. 

Halah, sok jual mahal lo, Bear!  Tapi gue suka, ternyata lo punya prinsip.

Sobat gue dari orok, namanya Reza Albertone, sampai ngatain gue udah gila!  Setiap kali gue cerita tentang lo, dia malah ngremehin. 

Ih, pengin gue pites aja mukanya yang cakep itu.  Tapi lo gak usah cemburu sma Reza, Bear.  Kami gak ada apa~apa kok.  Meski gue sering dipangku dia, meski kami sering pelukan, terkadang kami berciuman.  Tapi perasaan gue ke dia beda sama perasaan gue ke elo.  Reza sudah kayak abang buat gue.  Dari orok gue udah biasa mandi bareng, tidur bareng, makan bareng dan bareng~bareng lainnya.  Sampe kini, kecuali yang mandi bareng.

Nah, sekarang saja Reza gak mau balik ke rumahnya.

"Gue nginap sini ya, Sha!  Pengin cobain nginep di asrama."

"Tapi ranjang disini sempit, lo bobok di lantai aja."

"Idih, kejem nian ibu tiri satu ini!"

Mana mau Reza disuruh bobok di lantai.  Malam ini dia tetap ndusel, menyita wilayah teritori gue.  Gue gak bisa tidur dengan nyaman, Bear.  Membuat gue mikirin lo yang ada disebelah. 

Sedang apa lo sekarang?  Gue tempelkan telinga gue ke dinding mencoba memantau pergerakan di sebelah.

Lalu gue mendengar suara lo Bear, dengan diiringi denting gitar.  Suara lo mantap jiwa deh, petikan gitar lo maut!  Lo nyanyi lagu apa sih?  Apa ciptaan lo sendiri?  Gue penasaran, Bear.  Lagu ini indah banget, menyentuh hati gue bingitz.  Gue melted dibuatnya. 

Jangan salahkan gue kalau semakin jatuh dalam perangkap cinta lo.  Bear, kenapa lo gak ngerti perasaan gue?  Lo selalu menghindar dari gue.

Memikirkan lo membuat gue gak bisa tidur, selain gegara Reza menjajah ranjang gue!  Pagi~pagi gue mengetuk kamar lo, Bear.  Rasa penasaran mendesak gue melakukan ini.

Lo membuka pintu dengan rambut acak~acakan, wow.. lo kelihatan semakin seksi.

"Mau apa?" tanya lo, tak menyembunyikan perasaan terganggu lo.

"Bear, lagu yang lo nyanyikan semalam.. apakah itu karangan lo?"
Mata lo sekilas melembut saat menjawab, "iya, itu lagu ciptaanku yang terbaru.  Ehm, kau suka mendengarnya?"

"Banget!"  Gue menjawabnya sambil mengacungkan jempol tangan.  Ya, iyalah.  Masa jempol kaki?

Untuk pertama kalinya, lo tersenyum buat gue, Bear.  Manis banget, bikin kadar kegantengan lo naik berlipat ganda.

Aduh, kenapa tadi gue gak bawa hp?  Gue pengin mengabadikan senyum lo, Bear

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aduh, kenapa tadi gue gak bawa hp?  Gue pengin mengabadikan senyum lo, Bear.

"Bear, lain kali ajakin gue dong mendengar lagu ciptaan lo.  Gue bakalan mendengarnya sepenuh hati.  Gak bakalan resek kok."

Lo tersenyum lagi Bear, bikin hati gue kinyis~kinyis.  Namun mengapa sesaat kemudian senyum lo menghilang?  Mata lo tertuju pada sesuatu di balik gue.  Apa lo melihat Reza yang berdiri topless saat keluar dari kamar gue?  Muka lo kembali flat.  Yaelah Bear, itu cuma Reza!!  Lo mikir apaan sih?!

"Aku masuk dulu."

Setelah berpamitan dengan dingin, lo menutup pintu kamar lo didepan wajah gue!  Gue gak sempat memberi penjelasan.

Bear, lo salah paham!

==== >(*~*)< ====

Bersambung

Ini masih chapter awal~awal..yang pengin adegan romantis sabar ya. Hehehe... tunggu Masha dekat ama Bear nya dulu.
Vomment dong...biar tambah dekat

06. Campus Love Story (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang