CLS ~21

1K 95 6
                                        

Dinner ma Daddy keknya bikin lo tegang ya Bear.
Wajah lo nunjukin itu.. gue sih paham perasaan lo..
"Tenang aja Bear.. Daddy ga gigit kok," kata gue sambil mengenggam tangannya.
Idih, tangan Bear sedingin es..

Gue angkat tangannya dan gue gosok~gosok pake tangan gue. Lumayan anget abis itu..
"Makasih Sha.."kata lo sambil tersenyum grogi.

Sikap duduk Bear di meja makan ini terasa kaku banget..gue gemes jadinya.
Gue langsung duduk di pangkuannya hingga dia kaget banget.
"Sha! Ntar papamu ngliat gimana?" Tegurnya panik.
"Ya kenapa emang? Dia juga sering ngliat gue dipangku Reza. Tenang aja Bear.."
Gue meluk dia sambil tepuk~tepukin bahunya untuk menenangkan dia.
Kok jadinya dia malah berdebar kencang sih??

Tatapan matanya tertuju ke satu tempat.. itu Daddy yang lagi ngliatin kita dengan tajam.

 itu Daddy yang lagi ngliatin kita dengan tajam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Daddy gue terlihat muda kan? Yupp..semua yang ngeliatnya bakal mengatakan hal yang sama!

"Daddy!"
Gue meloncat dari pangkuan Bear dan meluk lengan Daddy.
"Miss u Daddy.." gue kecup pipi Daddy..kanan dan kiri.
"Miss u too Princess," Daddy balas ngecup kening gue.
Lalu ia menoyor pala gue dengan gemas.
"Tolong ya agresifnya dikurangin.. lo enggak liat pria muda itu tersiksa gegara tingkah agresifmu Princess!" Tegurnya sok galak.

Gue ma Daddy udah biasa ber  elho ~ gue.. ga kayak hubungan anak ortu, hubungan kita lebih kearah teman.. hehehe..

Daddy duduk di kursi paling ujung di meja makan...kursi boss kalo istilah gue.
Gue duduk di pangkuan Daddy dengan manja..
"Dad..kok tambah sexy keknya... punya gebetan baru ya?"

Ohya Daddy gue emang duda.. Mommy udah meninggal sejak gue kecil. Jadi Daddy itu most wanted duda.. duren, duda keren!

Daddy mulai makan tanpa memperdulikan omongan gue..
"Dadddyyyy..ada gebetan baru ya?" Tanya gue mengulang.
Boro~boro menjawab, Daddy malah nyuapin gue ayam goreng entah saus apa itu!
"Makan dulu Princess..bawelnya ntar ya."
Kemudian Daddy perhatiin si Bear yang belum mulai makan apa~apa.

"Ayo..Berry, makan. Itu masakan ga bakal habis kalo cuma dipandengin gitu."
"Iya Mr Blake," jawab Bear grogi sambil mulai mandang peralatan makannya.
"Panggil gue Daddy aja.. semua teman Shasha manggilnya kek gitu. TEMAN lo ya.."
Entah kenapa Daddy nekanin kata 'teman' pada Bear...huh!
"Iya Mr..eh Daddy," jawab Bear pelan.

Gue ngliat Bear bingung milih sendok ato garpu yang mana..
Ih, mungkin dia belum pernah ikutan fine dinner kek gini kali ya..

Gue meloncat dari pangkuan Daddy dan balik ke pangkuan Bear.
"Sha.." lo tambah grogi gue gituin.
"Diem ah Bear. Gue mo bantuin lo makan."
Gue mulai ngambilin dia hidangan appetizer. Sup labu kental .

"Sha..sekarang giliran lo dipangku gue dong," protes si Orok Reza di seberang meja Bear.
"Diem lo ah!"
Gue lempar dia pake serbet, tapi dengan cekatan Reza menangkapnya.
Daddy terkekeh ngliat kelaluan childish kami.

Dinner pun diwarnai dengan adegan manja gue, gontok~gontokan gue ma Reza, dan sikap grogi Bear.

Selesai makan, Daddy ngajakin kita menikmati tea time di ruang keluarga.
Muka Bear jadi tegang lagi. Dia mungkin ngerasa inilah saat dimulainya interview with vampir..eh, Daddy.

"Berry, duduk sini deh." Dad nunjukin sofa disebelahnya.
Bear duduk disana dengan tegang. Gue kasihan ma dia.. saat gue mau duduk di pangkuannya, Daddy malah narik gue hingga gue terjerembab duduk di pangkuan Daddy.
Daddy nepuk pantat gue gemas.
"Lo ga liat dia makin grogi tiap kali lo bertingkah agresif gitu Princess?"
"Daddy sih nyeremin. Nanyanya yang biasa aja kaliii."
Dad ketawa trus ngacak~ngacak rambut gue.

"Ini pertama kali Shasha pulang ngajakin cowo. Ga cuma elho..gue juga grogi karenanya," kata Dad tenang.
Ck! Grogi dari Hongkong..ngibul banget.

Bear tersenyum sopan untuk nutupin rasa terintimidasinya.

"Gue ga akan tanya tentang keluarga lo, masa lalu lo dan lain~lain kek gitu..."
Bear terlihat lega denger ucapan Daddy tadi..tapi sambungannya bikin wajahnya membeku.
"Karena.. gue udah tahu segala tentang elho dari detektif yang gue sewa buat nyelidikin elho." Sambung Dad santai.

Bear terlihat dingin, plus tegang.
"Rileks aja Men.. kita cuma bincang nyantai. Gue cuma pengin tau visi misi lo kedepan aja kek gimana."

Bear terdiam.. sesaat kemudian ia menjawab dengan datar.
"Saya belum tau pasti visi misi kedepan seperti apa.. saat ini prinsip saya hanyalah menjalaninya sebaik mungkin."

Jawaban yang sederhana, singkat,.dan jujur dari seorang Bear yang pendiam.
Dad cuma menatap dengan pandangan yang sulit diartikan.

Gantian gue yang penasaran.. apa Dad udah menerima Bear?

♡♡♡♡

Bersambung..

Kira~kira  Daddynya Masha udah nerima Bear enggak ya?
Next chapter deh jawabnya..
Hehehe..

06. Campus Love Story (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang