CLS ~ 23

1K 89 7
                                        

Berry pov

Aku berpapasan dengannya di lorong kampus. 
Dan ia melewatiku begitu saja.  Entah mengapa ada sekelumit rasa kecewa yang menerpaku.

Biasanya tiap bertemu denganku ia akan tersenyum manja...memelukku, menggandengku..atau bahkan tanpa malu duduk di pangkuanku!

Kini ia melewatiku seperti tak kenal saja!
Tapi kurasa itu layak kudapatkan...aku yang telah menolaknya. Aku tak berani melangkah lebih jauh bersamanya. Kami terlalu jauh berbeda! Aku takut tak bisa mengimbanginya...aku takut ia kecewa padaku dan tak bahagia bersamaku.

Mungkin saat ia masih tergila~gila  padaku ia dapat menerima semua kekuranganku...tapi kalo ia sudah bosan padaku bagaimana?

Aku khawatir ia akan meninggalkanku dikala aku makin terjerat semakin dalam cintanya. Mungkin aku kolot atau apalah...tapi aku tau kalau aku sudah mencintai seseorang aku tak mungkin berpindah ke tempat lain. Aku harus bersama orang itu ..aku harus memiliki orang itu, atau kalau tidak aku bisa mati merana!

Ya cintaku model seperti itulah.. maka selama ini aku takut jatuh cinta karena bisa memicu kegilaan dalam hidupku yang sudah susah ini.

Hingga aku bertemu dengan Shasha...yang mengejarku dengan agresif. Aku sempat terlena dibuatnya... hingga aku menyadari betapa berbedanya kami berdua! Apa ia serius bersamaku? Aku tak ingin hancur saat ia meninggalkanku suatu saat...
Itulah yang membuatku menolaknya, mumpung aku belum terlalu dalam menaruh perasaan padanya.

Betulkah aku belum menaruh perasaan khusus padanya? Mengapa saat mergokin dia mencium Reza hatiku terasa sakit sekali?
Ah entahlah..

Malam ini di cafe tempatku bekerja si penyanyi membawakan lagu yang menyiratkan isi hatiku..

Hapus aku... biarlah waktu yang menghapus kisah kami..

Berry pov end..

♡♡♡♡

Rasa rindu ini bisa bikin gue gila.. tapi gue mesti bertahan.
Secara dia udah nolak gue... ya gue mesti konsekuen dong ama omongan gue.
Gue ga akan ganggu dia lagi..

Tapi knapa semua terasa berat gue jalani? Gue kangen banget, tapi gue hanya bisa puas ngliatan foto Bear aja.

Tapi knapa semua terasa berat gue jalani? Gue kangen banget, tapi gue hanya bisa puas ngliatan foto Bear aja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hik..hik...gue malah pengin nangis liat foto.elho Bear..
Rasanya ga rela! Gue ga pengin pisah sama elho!!!

Apa gue jilat ludah lagi ya? Gue kejar dia lagi?
Tapi... gue ga ada muka ntar ngadepin dia!

Hari~hari berlalu begitu lambatnya hingga kejadian itu datang.

Malam ini gue klubing sama Reza dan teman~temannya. Gue pengin melupakan sosok Bear dengan minum sebanyak mungkin... hingga rasanya pikiran waras gue udah hilang kali.

Tiba~tiba gue pengin denger suara Bear dan sekaligus maki~maki dia!
Ga sadar gue telpon dia..

"Sha?" Terdengar suara Bear diujung telpon sana.
"Ini kamu?" Dia mastiin lagi.

"Yuppp..ini gue. Gue kangen.. pengin denger suara lo! Gue juga pengin maki~maki elo!"

"Kamu dimana Sha? Kamu mabuk?" Tanyanya khawatir.

"Apa peduli lo!!! Lo ga peduli ma gue kan selama ini! Gue benci elho Bear!!! Huaaaaa.."
Ga sadar gue nangis histeris di telpon.
"Lo jahat Bear! Sini lo gue mau gamparin lo!"

Terdengar suara Bear menghela napas berat.
"Kamu ingin aku datang kan supaya kamu bisa mukul aku? Kasih tau alamatmu."

Ga sadar gue nyebutin alamat cafe gue clubbing.
"Buruan lo kesini! gue mau cakar elho..gue mau pukul elho.. gue mau tendang elho... gue mau cium elho."

Ceklek.
Bear matiin sambungan telpon kita.
Shit!!! Gue marah. Gue lempar hp gue dengan kesal.
Hp gue pecah seketika. Dengan geram gue injek hp itu.

Bear...gue benci elho!!

Dengan terseok~seok gue jalan entah kemana... pandangan mata gue kabur..semua tampak dobel gitu.

Gue terus jalan hingga nubruk seseorang.
"Mata lo kemana!!!" Maki gue kasar.
Orang itu natap gue bengis..kok kayaknya gue kenal .tapi dimana?

"Lo jalang rendahan..orang seperti ini yang disukai Berry? Ckckck.." orang itu berkata dingin.
"Urusan apa ma elho!! Biar Bear suka gue... cinta gue ..tidur ma gue...ga ada kaitan ma elho!!"
Gue tunjuk dada orang itu dengan jari gue.

Tau~tau orang itu ngedorong gue hingga gue jatuh terjerembap membentur tembok.
Dia menjambak rambut gue dengan keras.

"Bitch! Elho yang bikin dia ga mau ma gue!! Lo yang mengganggu hubungan gue ma Berry! Sekarang rasakan pembalasan gue!"

Dia mengeluarkan sebilah pisau dari kantong jaketnya.
Gue mulai menyadari ada bahaya yang mengincar gue.. ga tau kekuatan dari mana gue berdiri dan berlari kencang ninggalin orang sinting itu!

Dia segera mengejar gue dengan membawa pisaunya.

"Lari kemana elho?"
Jarak antara kami makin dekat.. dan gue udah kecapekan ga sanggup lari lagi.

Orang gila itu udah ada didepan gue.
"Selamat tinggal Masha! Gue akan jaga Berry buat elho.."

Dia mengayunkan pisaunya kearah perut gue..
Gue hanya pasrah.. ngeliat pisau itu menghujam.

BLUK!
Tau~tau ada yang mendorong tubuh gue kesamping hingga sekali lagi gue terjerembap ke tanah.

Apa gue ga salah liat?
Bear berdiri di samping gue sambil megang pisau yang tertancam di perutnya! Darah mulai merembes membasahi kaus dan jaketnya..

Gue pun berteriak histeris..
"Bear! Bear!"
Bear jatuh ke tanah...kepalanya ada di pamgkuan gue.
"Bear...Bear .."
Gue cuma bisa nangis sambil menyebut namanya.
Tak gue perduliin si orang gila itu yang entah lari kemana.

Yang gue pentingin cuma Bear.
Gue takut... gue takut kehilangan Bear!!
Gue ga sanggup kalo itu terjadi... kini gue sadar betapa besar arti Bear bagi gue.

Bear jangan mati...jangan tinggalin gue!@

♡♡♡♡♡

Bersambung.

Hei..tadi yang diatas sekilas cerita dari sudut pandang Bear.
Ohya gimana ya dengan nasib Bear?
Lanjut? Vomment ya
Hehehe..


06. Campus Love Story (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang