Bayanganmu

1.7K 101 3
                                        

"Waktu berlalu begitu cepat, hari ini aku memikirkanmu meski dalam hatiku aku membencimu. Dan aku merasakan ada sesuatu yang terbang dalam hatiku"

2 hari Ren tidak sadarkan diri, lelaki itu terbaring di ranjang rumah sakit dengan alat bantu pernapasan terpasang cantik dihidungnya. Relyn memegang tangan Ren, ia menangis tersedu-sedu melihat keadaan Ren yang kritis.

"Ren.. Bangun dong dek, jangan tidur terus. Sepi nih nggak ada yang bawel."

Relyn mengusap air mata yang mengalir dipipinya, namun ia tidak bisa menahan rasa sedihnya dan terus menangis. Wavi dan Reza datang bersamaan menyapa Relyn yang ada disana.

"Ren gimana kak?"

"Ya gini-gini aja, belum siuman juga."

"Kak Rey nggak usah khawatir, Ren bakalan baik-baik aja."

Reza memeluk dan menenangkan Relyn yang masih menangis tersedu-sedu. Reza menyukai Relyn sejak lama, ia selalu senang jika main ke rumah Ren hanya untuk melihat Relyn. Wavi yang menyadari hal itu langsung memukul pundak Reza.

"Dasar modus lo!"

"Kan gue cuma menenangkan.."

"Alah banyak alesan!"

"Yee.. kenapa jadi lo yang marah?"

"Lo suka ya sama kak Rey? Hayo ngaku." Reza menatap tajam kearah Wavi yang terus saja meledeknya.

4 tahun yang lalu

Setelah 3 tahun berpisah dari Andi, Medina muncul kembali. Wanita paruh baya itu mengunjungi Ren dan Relyn setelah sekian lamanya berpisah.

Saat itu Ren masih duduk di kelas 3 SMP semester akhir. Rencananya setelah Ujian Nasional Ren berakhir mereka akan pergi bertamasya. Hari itu akhirnya tiba, Medina dan Ren pergi bertamasya untuk merayakan kebebasannya sebagai anak SMP.

Relyn tidak ikut karena hari itu bertepatan dengan hari jadi ke 72 kampusnya dan ia menjadi salah satu panitia yang super sibuk. Ren dan Medina segera pergi ke sebuah villa milik keluarga Medina yang berada di Bandung.

Ren akan liburan dan menginap disana. 3 hari berlalu begitu cepat Ren telah menikmati masa liburannya bersama Medina. Meski hanya sebentar Ren merasa sangat bahagia, ia begitu merindukan sosok ibu didalam kehidupannya.

Medina mengemasi barang-barang dan memasukkannya kedalam bagasi mobilnya. Dalam perjalanan pulang Medina merasa penglihatannya kabur, ia mencoba mengedipkan kedua matanya agar penglihatannya kembali.

Namun naas sebuah truk menghantam mobil yang ditumpangi Medina dan Ren hingga mobil tersebut terbalik. Ren tersadar dan menangis melihat kejadian itu didepan matanya.

"Ma.. bangun.."

Tangan Ren berusaha memegang tangan Medina. Kepala Ren terbentur hingga berdarah, seketika Ren teringat pada malam itu dibawah bintang-bintang yang berkerlip.

"Sayang, seandainya mama nanti pergi kamu jangan nakal ya sama papa dan kakak kamu."

"Kenapa mama mau pergi lagi? Ren ikut ya ma.."

"Nggak bisa sayang, kamu harus hidup lebih lama lagi meski tanpa mama. Janji ya?"

Ren hanya menganggukkan kepalanya. Ren dan Medina tersenyum dibawah kerlipnya bintang yang bersinar terang.

Wanita paruh baya itu membuka kedua matanya. Keduanya masih ada dimobil, darah mengalir deras dipelipis Medina, terlihat banyak orang yang mengelilingi mobil mereka dan berusaha menyelamatkan keduanya.

"Ren.. sayang.. i..nget.. jan..ji kita ya.."

Ren memegang tangan Medina dan menangis, seorang lelaki dari pemadam kebakaran telah berhasil mengelurkan Ren dari mobil. Namun ia berontak dan menyuruh lelaki itu menyelamatkan Medina terlebih dahulu.

Our - Don't Forget Me (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang