Part 3 - Di tembak kak Aldi?!

2.1K 131 10
                                        

Haiiii✋
Makasih yang udah vote dan komentar, jangan pernah bosen untuk vote dan komentar di ceritaku yaaaa😗😙
Oh iya yang minta foto Salsha versi cupunya nanti ya...soalnya masih cari fotonya😆😆

Happy Reading📖
Typo bertebaran😂😂

***

"Mommy! Daddy!" pekik Salsha seraya berlari ke dalam rumah menghampiri kedua orang tuanya berada.

"Hey sayang! How are you?" tanya daddy sambil memeluk Salsha.

"I'm fine dad."

"Kenapa pulang telat sayang? Mom sama dad udah nunggu kalian daritadi. Dan dimana Kiki?" tanya Mommy mencari keberadaan abangnya itu.

"Biasa mom ada tugas kelompok, jadi Salsha pulang telat. Bang Kiki masih otw pulang mom." jawab Salsha seadanya.

"Tuan nyonya. Mobilnya sudah saya siapkan. Apa kita berangkat sekarang?"

Seketika wajah Salsha murung. Daddy dan mommy nya akan pergi lagi?! Padahal mereka berdua baru pulang dari Paris dan itupun hanya bisa di hitung dengan beberapa jam yang lalu. Tapi kenapa sekarang mereka berdua akan pergi lagi? Meninggalkan Salsha dan Kiki di rumah yang sebesar ini. Apa mereka berdua tidak bisa tinggal lebih lama lagi? Salsha hanya butuh kedua orang tuanya meluangkan waktu untuk Salsha dan Kiki. Tapi kenapa terasa sulit sekali untuk mereka berkumpul?

"Mom sama dad bawain kalian oleh-oleh. Nanti kalian liat sendiri ya di ruang keluarga." mommy memeluk Salsha erat lalu mengecup kening dan kedua pipi Salsha. "Mom sama dad pergi ya."

"Harus ya?" lirih Salsha.

"Dad janji! Setelah kami kembali dari Swiss, kita sekeluarga akan liburan." ucap daddy mencoba menghibur kesedihan Salsha.

"Promise?"

"Yes."

Setelah kedua orang tuanya pergi, Salsha berjalan ke ruang keluarga. Di sana Salsha melihat banyak paper bag berisi oleh-oleh yang di belikkan kedua orang tuanya. Sudah banyak oleh-oleh yang di berikan kedua orang tuanya namun Salsha tidak senang sama sekali. Yang ia butuhkan adalah waktu kedua orang tuanya bukan oleh-oleh. Daddy nya selalu berjanji mengajak sekeluarga untuk liburan bersama, tapi semua itu belum pernah terwujud. Salsha mengingat-ngingat liburan terakhirnya bersama keluarga pada waktu itu adalah saat ia masih duduk di bangku SMP kelas 1. Sudah lama bukan?

"Gue nggak mau semua ini!" pekik Salsha marah. Salsha mengambil sebuah paper bag dan ingin membantingnya. Namun, ia urungkan ketika ada orang yang memanggilnya.

"Salsha?"

Salsha membalikkan badannya dan melihat abang kesayangannya sudah berdiri di ambang pintu. Salsha mengubah ekspresinya yang tadinya murung jadi ceria. Ia tidak ingin abangnya mengetahui bahwa dirinya sedih.

"Eh abang? Hm...oleh-oleh yang dad sama mom beliin bagus-bagus loh. Abang mau lihat? Nih coba lihat! Ada baju yang Salsha pengen bulan lalu. Abang ingat kan?! Terus ini...Ah! Parfum inikan parfum yang abang mau kan?!"

"Salsha..." panggil Kiki. Sebenarnya Kiki sudah tahu semuanya. Kiki tahu bahwa adiknya itu merasa sedih karena di tinggal lagi oleh kedua orang tuanya. Dan Salsha, dia mencoba menutupi kesedihannya di hadapan Kiki. Kiki tahu semuanya.

"Ah iya! Gue ada pr bang! Gue duluan ya..." pamit Salsha segera berlari meninggalkan ruang keluarga dan menuju kamar miliknya. Ia takut Kiki menyadarinya.

With YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang