Musik berdentum kencang. Lautan manusia bergerak liar di lantai dansa. Banyak pasangan sedang bercumbu dengan panas di sudut-sudut ruangan. Berbagai jenis wanita berpakain seksi berlomba-lomba untuk menggoda para pria. Menawarkan kenikmatan untuk malam ini. Sekelompok pria tengah duduk di sofa sudut ruangan dengan wanita-wanita di sisi tubuhnya. Tertawa dan terus menenggak cairan bening di atas meja. Mencoba menghilangkan penat setelah seharian begerlung dengan setumpuk dokumen.
"Babe," wanita yang duduk di samping seorang pria dengan kulit sawo matang, tatapan tajam dan rambut pendek berantakan-membelai dada sang pria dengan lembut sambil mendesah rendah.
"Singkirkan tangan mu dari tubuh ku." Suara dingin pria itu membuat teman-teman nya tertawa. Dia jengah dengan jalang di samping nya. Sudah berapa tubuh yang wanita ini sentuh? Tidak mungkin laki-laki seperti nya berminat dengan wanita seperti ini. Tidak mungkin dia bisa bernafsu pada wanita yang bersedia tunduk pada semua laki-laki yang di temuinya. Tentu saja dia laki-laki normal, tapi wanita ini tidak selevel dengan nya. Mungkin tidak bagi teman-teman nya, tapi iya bagi nya.
"Aaw, chill out Fer. Just enjoy this night. Lo bisa pilih wanita mana pun yang lo mau, gue yang bayar. Gue tau lo udah lama banget kan nggak main di ranjang." Laki-laki dengan kemeja abu-abu dan dasi hitam yang sudah dilonggarkan menggoda Ferdinand, menyeringai senang.
Yah, bisa dilihat bahwa tidak ada yang tidak tampan di kelompok ini. Mereka adalah teman-teman Ferdinand saat di SMA. Bisa dibilang mereka adalah kelompok yang paling banyak digemari siswi-siswi disekolahnya dulu. Bahkan di usia mereka yang menginjak kepala tiga, mereka masih terlihat seperti kepala dua. Tampan dan gagah.
"Just shut the fuck up Ga! Lo tau selera gue, jadi jangan banyak omong kayak banci." Arga, laki-laki yang tadi mengejek Ferdinand terkekeh sambil menggelengkan kepalanya pelan. Tidak habis pikir dengan sikap teman nya ini. Dulu Ferdinand adalah orang yang paling jahil dan paling cerewet di antara mereka, tapi sejak kejadian pahit yang menimpa nya, dia tidak lagi sama. Dia menjadi sangat dingin dan mudah tersinggung. Seperti ini.
"Aaaww, poor Ferdinand. Lo sepertinya nggak bisa menikmati masa-masa indah lagi deh sekarang. What's happ dude? Apa dia berulah lagi sekarang?" Gilang, teman nya yang lain bertanya pada Ferdinand.
"Tolong jangan membicarakan dia di depan gue. Gue muak. Just talk about anything else." Ferdinand menenggak cairan bening di gelas dengan sekali tenggak.
"So, what about the little girl?"
"Who?"
"Sekretaris lo, yang katanya pernah tinggal di dekat rumah lo? What do you think about her?" Leo melanjutkan pertanyaan Arga. Ya, mereka penasaran dengan gadis ini. Seperti nya Ferdinand ada hubungan lebih dengan gadia itu.
"Ah, Alexis? Well, she's cute." Pikiran Ferdinand kembali pada saat-saat bersama Alexis. Gadis kecil manis yang dapat membantu nya melupakan kejadian pahit tiga tahun lalu. Dia seperti musim semi yang datang secara tiba-tiba setelah musim dingin yang panjang. Dia mengubah salju beku dan dingin menjadi tanah lapang berumput hijau segar dengan berbagai bunga di atas nya. Adik kecil nya yang manis, Alexis Rima Wijaya.
"That's it?"
"No, she's.. she's beautiful, full of joy, and dia bisa membuat orang lain tersenyum dengan mudah." Ketiga nya berpandangan dengan tatapan bingung setelah mendengar perkataan Ferdinand. Seolah melalui tatapan nya, mereka saling bertanya like 'seriously? Is this Ferdinand?'
"Dan dia sangat cantik juga baik, dia juga perhatian sama gue. Wait, apa gue bilang dia cantik sebanyak dua kali? Well, that's a truth. Dia memang benar-benar cantik dan menarik dan dia tidak lagi terlihat seperti gadis polos seperti delapan tahun lalu. Dia sudah menjadi wanita dewasa. Dan-"
YOU ARE READING
Past and Present - Original story
RomanceLelucon macam apa ini, Tuhan? Kenapa setelah delapan tahun, Kau kembali mempertemukan kami? Kenapa disaat aku mulai melupakan dia? Dia masih sama, bahkan bertambah tampan. Dengan bahunya yang tegap dan dadanya yang bidang. Dia masih sama. Suka seka...
