'Menyenangkan rasanya, jika aku bisa menjadi alasanmu tersenyum.'
---
"Keana?" Perempuan cantik yang tadi sempat di khawatirkan Alvin, berbaring di tempat tidur memakai piama bergambar Hello Kitty dengan tangan terhubung infus, sedang asik bermain game Roberry Bob atau game maling-malingan. Menoleh mendengar panggilan abangnya.
"Iya bang, kenap-" jawab Keana terhenti begitu melihat sosok perempuan cantik dari ekor matanya.
"Wahh, kakak ini siapa bang? Pacar lu ya?" Tanya nya heboh mendapati Rara yang berdiri dengan senyum mengembang di depan pintu kamar.
Alvin hanya memutar bola mata menanggapi. "Kak, sini dong. Usah deket-deket sama orgil sana. Main sama cecan aja sini." Lanjut Keana mengedipkan sebelah mata.
Rara pun menoleh Alvin sesaat meminta izin. Seakan tau apa yang Rara maksud. Alvin menganggukan kepalanya sekali, membuat Rara langsung berlari kecil menuju tempat tidur Keana.
"Hai, aku Rara. Kamu?" ujar Rara menyodorkan tangannya, duduk di kursi belajar yang berada di dekat nakas
"Keana kak, panggil Kea aja. Princess, barbie, atau cecan juga boleh hehe," Jawab Keana tanpa menjabat tangan Rara, tatapi langsung memeluknya heboh.
"Awh-" jeritan Keana membuat Rara sontak melepaskan pelukannya dan Alvin segera menghampiri mereka, takut terjadi sesuatu yang buruk dengan Keana.
"Hati-hati dong! nyusahin banget nih bocah." Gerutu Alvin fokus membenahi infusan Keana yang sempat bergerak yang membuatnya memekik tadi.
"Gue kan lagi memberikan pelukan selamat datang yang hangat kepada calon kakak ipar. Kok abang sewot sih, ga gue restuin tau rasa nanti!" Protes Keana kepada Alvin yang hanya mendengus kesal.
Jika keduanya sedang beradu mulut, mau tidak mau Alvin harus mengalah. Karena jika tidak, Keana pasti mengeluarkan kata keramat yang selalu ia ucapkan setiap detiknya yaitu 'semua cowok sama aja!" dan Alvin paling anti dengan kata tersebut, karena menurutnya dia berbeda. Iya kepedean emang.
"Kea, lidah kamu kok biru?" Tanya Rara heran, sedari tadi ia memperhatikan lidah biru Keana ketika Keana berbicara.
"Iya kak, bagus ya? Anti mainstream gituh hehe," jawab Keana menyulurkan lidahnya kearah Rara.
"Tapi kenapa bisa gitu Na?" Tanya Rara lagi. "Oh iya, aku panggil kamu Ana aja ya, boleh ga? Ribet tau kalo Kea," Lanjut Rara menaikkan alisnya.
"Wahh, dapet panggilan sayang dari calon kakak ipar, gapapa kok kak! Gapapa bangettt. Hayati ikhlas dunia akhirat!" Ujar Keana girang, memberi aba-aba untuk Rara agar mereka ber-tos ria.
"Lebay." Ketus Alvin bersender pada lemari di depan nakas sambil bermain handphone milik Keana yang sempat di ambilnya di atas tempat tidur tadi.
"Biarin wee!" Sahut Keana menyulurkan lidah, "Eh HP aku? Pasti lagi main maling-malingan kan. Download dong! Tampang aja tajir, dompet mah anjir!" Lanjut Keana tertawa terbahak-bahak.
"Serah dek serah." Ujar Alvin fokus dengan handphone Keana.
"Maling-malingan? Apaan Na?" Tanya Rara mengerjitkan alis bingung.
"Game kak, ceritanya kita jadi maling di game itu. Bang Alvin jago banget tau kak, dia kan kerjaannya maling mulu. Jadi logika aja, kalo dia ngasih kakak bunga itu tandanya dia baru maling di toko bunga mentok-mentok tanaman tetangga haha." Alvin mendengus dan mencoba untuk tetap fokus dengan gamenya, membiarkan dua perempuan yang mewarnai hidupnya terkikik geli menertawainya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Keira
Teen FictionDia Alvin, cowo dingin yang hidupnya ga pernah ada yang namanya wanita dan tidak akan pernah ada "katanya". Bertemu cewe urak-urakan dan kalem disaat yang bersamaan. Tidak, bukan dua orang cewe sekaligus. Melainkan hanya satu orang yang memiliki du...
